Akar Sejarah Koperasi Mengapa Istilah Ini Berasal dari Bahasa Inggris

Smallest Font
Largest Font

Banyak orang belum menyadari bahwa kata koperasi berasal dari bahasa inggris yaitu cooperation atau cooperative yang memiliki makna mendalam tentang kerja bersama. Memahami etimologi ini bukan sekadar urusan hafalan pelajaran sekolah, melainkan kunci penting untuk menangkap esensi sejati dari sistem ekonomi gotong royong ini. Dari pengalaman saya mendampingi berbagai kelompok usaha kecil, kekeliruan terbesar masyarakat kita adalah menganggap organisasi ini sama persis dengan korporasi swasta.

Padahal, jika kita menilik akar katanya, falsafah yang terkandung di dalamnya sangat jauh berbeda.

Secara harfiah, istilah asing tersebut sebenarnya berakar lebih jauh lagi dari bahasa Latin, yaitu Cooperate. Struktur kata ini terbentuk dari dua bagian yang saling melengkapi.

  • Co: Memiliki arti bersama.
  • Operation: Memiliki arti bekerja.

Ketika kedua elemen ini disatukan ke dalam bahasa Inggris menjadi cooperation, maknanya mengkristal menjadi sebuah tindakan kerja sama. Oleh karena itu, esensi dasar dari entitas ini adalah sekumpulan orang yang memilih untuk bekerja bersama demi mencapai tujuan ekonomi yang mustahil diraih sendirian.

Dalam praktik lapangan yang sering saya temui, pemahaman etimologi yang kuat ini akan mengubah cara anggota memperlakukan lembaga mereka. Mereka tidak lagi memposisikan diri sebagai konsumen pasif, melainkan sebagai pemilik aktif yang ikut menggerakkan roda usaha.

Langkah Nyata Memahami Prinsip Kerja Gerakan Ekonomi Bersama

Untuk mendalami bagaimana konsep etimologis ini mewujud menjadi sebuah sistem operasional yang kokoh, kita perlu mempelajari perkembangannya secara terstruktur.

Berikut adalah langkah-langkah logis untuk memahami transisi ide kerja sama ini hingga menjadi gerakan global.

  1. Pelajari Sejarah Lahirnya Gerakan di Rochdale
    Gerakan modern ini tidak lahir dari ruang seminar yang nyaman, melainkan dari himpitan ekonomi para pekerja pabrik tekstil di kota Rochdale, Inggris, pada 12 Desember 1844. Sebanyak 28 pekerja mendirikan Rochdale Equitable Pioneer’s Cooperative Society sebagai bentuk perlawanan terhadap tingginya harga kebutuhan pokok saat itu.
  2. Pahami Pembakuan Prinsip Internasional
    Nilai-nilai keadilan dari Rochdale tidak berhenti di Inggris saja. Prinsip-prinsip luhur tersebut kemudian dibakukan oleh International Co-operative Alliance (I.C.A) dan disampaikan secara resmi dalam kongres I.C.A di Paris pada tahun 1937 agar bisa diadopsi oleh seluruh negara di dunia.
  3. Identifikasi Tokoh Pemikir Dunia
    Gagasan ini terus diperkaya oleh para pemikir besar. Charles Fourier (1772-1837) mengawalinya dengan mendirikan Falansteires, disusul Louis Blanc (1811-1882) yang mengusulkan konsep Atelier Sosial, serta Saint Simon (1760-1825) yang menegaskan bahwa masalah sosial hanya bisa diatasi melalui Asosiasi Produktif.
  4. Bedah Regulasi Lokal yang Berlaku
    Di Indonesia sendiri, pengakuan administratif negara pertama kali dituangkan melalui Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Regulasi ini kemudian diperbarui melalui Undang-Undang No. 17 Tahun 2012 serta diperkuat kembali dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Pasal 1.
Sejarah Koperasi, Arti logo Koperasi, Pengertian Koperasi | Nurul Farahdilla

Perkembangan Masif Sejak Abad Ke-18

Jika kita melihat kilas balik sejarah koperasi dunia, pertumbuhannya menunjukkan angka yang sangat fantastis.

Setelah keberhasilan kelompok pionir di Rochdale, badai ekonomi yang mencekik buruh membuat konsep ini menular dengan sangat cepat ke wilayah lain. Hanya dalam waktu delapan tahun sejak pendirian pertama di Rochdale, muncul 100 perkumpulan baru yang menggunakan sistem serupa di tanah Inggris. Data historis menunjukkan bahwa gerakan ini bukan tren sesaat.

Memasuki pergantian abad, tepatnya pada tahun 1900, jumlahnya melonjak tajam hingga menyentuh angka 1.439 lembaga di seluruh penjuru Inggris.

Satu hal yang saya amati dari pola pertumbuhan ini adalah konsistensi. Ketika sebuah sistem ekonomi berbasis anggota dikelola dengan jujur, kepercayaan publik akan otomatis berlipat ganda.

Perkembangan Jumlah Lembaga Berbasis Anggota di Inggris
Tahun PengamatanJumlah Lembaga TerdaftarLokasi Perkembangan
18441Rochdale
1852100Inggris
19001.439Inggris

Implementasi Nilai Kekeluargaan di Indonesia

Ketika konsep barat ini masuk ke Indonesia, para pendiri bangsa kita melakukan kontekstualisasi yang sangat cerdas.

Gagasan besar ini diusung secara masif oleh Mohammad Hatta selaku Proklamator Kemerdekaan dan Wakil Presiden Pertama RI sejak Indonesia merdeka.

Beliau tidak sekadar menyalin mentah-mentah teori dari Eropa.

Gagasan mengenai demokrasi ekonomi ini bertujuan nyata untuk menyejahterakan masyarakat luas, di mana usaha harus berjalan berdasarkan asas kekeluargaan sehingga seluruh anggotanya menjelma menjadi suatu keluarga besar yang memikul rasa tanggung jawab bersama.

Melalui pandangan mendalam dari sosok yang kita kenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia ini, sekat antara majikan dan buruh dilebur sepenuhnya. Semua orang memiliki derajat yang sama dalam forum pengambilan keputusan.

Atas dasar rekam jejak sejarah yang kuat tersebut, pemerintah menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional. Momentum ini mengakar kuat dari pidato bersejarah Bung Hatta mengenai sistem ekonomi kerakyatan yang tercatat secara resmi pada tahun 1951. Hingga saat ini, regulasi nasional terus mengawal marwah lembaga ini agar tidak melenceng dari khittah utamanya.

Melalui rumusan baku mengenai pengertian koperasi menurut undang undang, entitas ini diposisikan sebagai badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha.

Model bisnis ini beroperasi secara mandiri demi memenuhi aspirasi serta kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam konstitusi negara. Tantangan terbesar kita saat ini adalah menjaga agar operasional lembaga keuangan mikro modern tetap setia pada prinsip transparansi tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan yang menjadi roh utamanya.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed