Bukan Pengukur Gengsi Ini Fakta Fungsi Uang Menurut Ekonom
Memahami konsep keuangan sering kali membuat kita terjebak pada asumsi keliru, termasuk dalam menentukan aspek mana yang merupakan fungsi uang dan mana yang bukan. Artikel ini akan mengupas tuntas kekeliruan tersebut agar Anda dapat melihat instrumen finansial ini dari sudut pandang ekonomi yang objektif dan ilmiah.
Masyarakat modern kerap menganggap uang sebagai simbol status sosial semata, padahal secara struktural ekonomi hal tersebut keliru. Pemahaman keliru seperti "berikut yang bukan merupakan fungsi uang adalah" menjadi pertanyaan mendasar yang sering dicari masyarakat untuk meluruskan fungsi esensial dari alat tukar ini.
Ekonom terkemuka, Mankiw, menyatakan bahwa uang memiliki tujuan mendasar dalam sistem ekonomi, yakni memudahkan aktivitas tukar menukar barang dan jasa serta mempersingkat waktu perdagangan. Di luar tujuan mendasar yang dipaparkan oleh Mankiw tersebut, sebuah benda tidak bisa serta-merta dikategorikan sebagai fungsi uang formal.
Sebelum kita mengidentifikasi apa saja yang bukan termasuk fungsi uang, kita harus menengok ke belakang secara kilas untuk memahami akar masalahnya. Sejarah uang singkat dimulai ketika manusia menyadari bahwa sistem tukar menukar barang secara langsung atau barter sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan kebutuhan zaman.
Ada alasan kuat kenapa sistem barter ditinggalkan oleh peradaban manusia di berbagai belahan dunia. Masalah utama dari perekonomian barter adalah sulitnya menemukan dua pihak yang saling membutuhkan barang satu sama lain dalam waktu bersamaan, atau yang dikenal dengan istilah kehendak ganda yang selaras.
Dari pengalaman saya menangani berbagai literasi keuangan, banyak orang tidak menyadari betapa tidak efisiennya masa lalu tanpa uang. Tanpa adanya satuan nilai yang jelas, perdagangan kuno membutuhkan waktu yang sangat lama hanya untuk menyepakati nilai tukar antara dua komoditas yang berbeda jenis.
Informasi keuangan ini bersifat edukasi dan merujuk pada teori ekonomi makro konvensional. Selalu gunakan perspektif kebijakan resmi otoritas keuangan seperti Bank Indonesia dalam melihat perkembangan alat pembayaran modern.
Perbedaan Fungsi Asli dan Fungsi Turunan Uang
Secara garis besar, sosiologi ekonomi dan ilmu makroekonomi membagi kegunaan uang menjadi dua kategori utama. Kategori tersebut adalah fungsi asli (primer) dan fungsi turunan (sekunder), yang mana keduanya memiliki batasan hukum dan fungsi yang sangat ketat.
Memahami perbedaan fungsi asli dan fungsi turunan uang sangat penting agar kita tidak salah kaprah memasukkan fungsi lain yang tidak diakui negara. Fungsi asli melekat langsung pada fisik uang sebagai alat pembayaran, sedangkan fungsi turunan muncul akibat perkembangan peradaban manusia yang makin kompleks.
Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, masyarakat sering mencampuradukkan kedua hal ini. Padahal, pemisahan ini dibuat agar otoritas moneter dapat mengontrol jumlah uang yang beredar demi menjaga stabilitas nilai mata uang itu sendiri dari ancaman inflasi.
Apa Saja Fungsi Asli Uang
Fungsi asli merupakan pondasi utama mengapa uang diciptakan oleh otoritas moneter sejak awal sejarahnya. Tanpa fungsi asli ini, perekonomian sebuah negara dipastikan akan langsung lumpuh dan kembali ke era primitif.
Fungsi asli uang secara legal dan teori ekonomi meliputi tiga hal utama:
- Alat Tukar Umum (Medium of Exchange): Uang digunakan untuk mempermudah transaksi pembelian barang dan jasa tanpa perlu mencari kesamaan kebutuhan spesifik.
- Satuan Hitung (Unit of Account): Uang berfungsi sebagai penentu nilai atau harga dari suatu barang dan jasa yang ditawarkan di pasar.
- Alat Penyimpan Nilai (Store of Value): Uang dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa kini ke masa depan tanpa takut komoditas tersebut membusuk.
Contoh Fungsi Turunan Uang dalam Kehidupan Sehari-hari
Setelah fungsi asli terpenuhi, muncul fungsi turunan yang bergerak seiring dengan dinamisnya aktivitas komersial manusia. Fungsi turunan ini memperluas peran uang dalam urusan hukum, akumulasi kekayaan, hingga pemenuhan kewajiban perdata.
Berikut adalah beberapa contoh fungsi turunan uang dalam kehidupan sehari-hari yang sah menurut hukum ekonomi:
- Sebagai alat pembayaran utang yang sah untuk menyelesaikan kewajiban masa lalu.
- Sebagai alat penimbun kekayaan atau investasi masa depan.
- Sebagai alat pemindah kekayaan, misalnya ketika seseorang menjual tanah di desa untuk membeli rumah di kota.
- Sebagai pendorong kegiatan ekonomi melalui investasi dan modal usaha.
Daftar Hal yang Bukan Merupakan Fungsi Uang
Kesalahan umum yang saya lihat adalah masyarakat sering menganggap uang sebagai komoditas yang bisa dipermainkan nilainya atau sebagai alat mutlak pengukur harga diri seseorang. Dalam teori ekonomi yang sehat, anggapan-anggapan subjektif tersebut sama sekali tidak diakui.
Untuk memberikan gambaran data empiris mengenai bagaimana variabel keuangan dicatat secara resmi tanpa melibatkan sentimen subjektif, berikut disajikan ilustrasi pencatatan keuangan akuntansi per 31 Desember 2019 yang menunjukkan bahwa uang bertindak murni sebagai satuan hitung objektif.
| Kategori Pos Keuangan | Parameter Penyesuaian | Nilai Riil Moneter |
|---|---|---|
| Sisa Perlengkapan | Per 31 Desember 2019 | Rp500.000,00 |
| Gaji Terutang | Periode Berjalan | Rp800.000,00 |
| Pendapatan WNI Dalam Negeri (Andi) | Gaji Pokok | Rp6.700.000,00 |
| Pendapatan WNA di Indonesia (Lula) | Gaji Pokok | Rp8.900.000,00 |
| Pendapatan WNI Luar Negeri (Mawar) | Gaji Pokok | Rp11.000.000,00 |
Data di atas membuktikan bahwa uang hanya berfungsi mencatat nilai moneter secara dingin dan matematis. Uang sama sekali tidak berfungsi untuk mengukur kebahagiaan, memonopoli moralitas, atau menjadi alat pemuas ego personal di luar sistem transaksi komersial yang sah.
Berdasarkan konsensus ilmu ekonomi, yang bukan merupakan fungsi uang antara lain adalah sebagai alat untuk memonopoli sumber daya alam secara ilegal, sebagai komoditas spekulasi murni tanpa underlying asset, serta sebagai tolok ukur derajat kemanusiaan seseorang.
Oleh karena itu, ketika Anda dihadapkan pada pertanyaan mengenai batasan fungsi finansial ini, pastikan untuk menolak segala bentuk pemanfaatan uang yang keluar dari jalur regulasi resmi yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia dan otoritas penegak hukum lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow