Studi DNA Ungkap Manusia Purba Sebar Babi Melintasi Garis Wallace
Hewan di Indonesia umumnya sangat jarang menyeberangi Garis Wallace. Meski begitu, populasi babi justru ditemukan tersebar secara merata di kedua sisi garis imajiner tersebut, mulai dari wilayah Asia Tenggara hingga Polinesia terpencil.
Sebuah riset ilmiah yang terbit di jurnal Science pada 1 Januari 2026 membongkar misteri persebaran luas mamalia ini. Berdasarkan analisis DNA spesimen arkeologis dan spesies yang masih hidup, migrasi babi terjadi akibat campur tangan manusia sejak masa lampau.
Penggunaan materi genetik purba dari lebih dari 700 sampel genom babi memungkinkan para peneliti memetakan titik awal pergerakan hewan tersebut, seperti dilansir dari Detikcom.
"Sangat menarik bahwa kita dapat menggunakan DNA purba dari babi untuk mengungkap lapisan aktivitas manusia di wilayah yang sangat kaya keanekaragaman hayati ini," ujar Profesor Laurent Frantz, penulis senior studi dari Queen Mary University of London.
Jalur migrasi ini diketahui membentang mulai dari Taiwan menuju Filipina, lalu meluas ke Maluku, Papua Nugini, hingga kepulauan kecil seperti Vanuatu dan Polinesia. Bukti terawal pemindahan spesies babi oleh manusia tercatat di wilayah Indonesia.
Peneliti menduga penghuni purba Sulawesi pada 50.000 tahun lalu telah membawa babi berkutil ke Timor Leste sebagai persediaan buruan. Hal tersebut diperkuat oleh bukti arkeologis berupa lukisan dinding gua yang ditemukan di kawasan Sulawesi.
Dalam perkembangannya, sebagian babi domestik terlepas ke alam bebas dan menjadi liar. Di daerah seperti Pulau Komodo, terjadi perkawinan silang antara babi domestik dan babi berkutil hasil bawaan penduduk purba.
"Penelitian ini mengungkapkan apa yang terjadi ketika manusia memindahkan hewan dalam jarak yang sangat jauh, melintasi salah satu batas alam paling mendasar di dunia. Pergerakan ini menyebabkan munculnya babi dengan perpaduan berbagai leluhur," papar Dr David Stanton dari Universitas Cardiff dan Universitas Queen Mary London, penulis utama studi.
Proses evolusi dan percampuran genetik hewan ini sempat sulit terdeteksi oleh para ahli secara teknis.
"Pola-pola ini secara teknis sangat sulit untuk diuraikan, tetapi pada akhirnya membantu kita memahami bagaimana dan mengapa hewan-hewan tersebar di seluruh kepulauan Pasifik," imbuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow