Panduan Praktis Sholat Tarawih 8 Rakaat Lengkap Sesuai Sunnah di Rumah
Cara tarawih 8 rakaat menjadi panduan ibadah yang banyak dicari oleh umat muslim saat memasuki bulan suci Ramadan untuk menghidupkan malam dengan ibadah yang sah. Melaksanakan sholat sunnah ini secara mandiri atau berjamaah dengan jumlah delapan rakaat memiliki landasan dalil yang kuat dan dapat dipraktikkan dengan mudah.
Sholat Tarawih dilaksanakan pada malam hari setelah sholat Isya dan sebelum sholat Witir di bulan Ramadan. Ibadah ini menjadi momen penting untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui rangkaian rakaat yang khusyuk.
Terdapat beberapa variasi jumlah rakaat sholat Tarawih yang umum diamalkan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia, yaitu 8 rakaat, 20 rakaat, hingga 36 rakaat. Perbedaan jumlah rakaat ini merupakan ruang lingkup ijtihad yang luas dan tidak perlu menjadi bahan perdebatan yang memecah belah umat.
Ustadz H. M. Rizkon Hakiki, Lc., Al Hafidz menyatakan bahwa perbedaan jumlah rakaat sholat Tarawih, baik 8 rakaat atau 20 rakaat, sama-sama dibolehkan karena masing-masing memiliki landasan dalil yang sahih. Pandangan ini menegaskan keluwesan dalam menjalankan ibadah sunnah malam hari di bulan suci.
Perbedaan jumlah rakaat sholat Tarawih (8 rakaat atau 20 rakaat) sama-sama dibolehkan karena masing-masing memiliki landasan dalil yang sahih.
Bagi yang mengamalkan 8 rakaat, landasan utamanya merujuk pada kebiasaan Rasulullah ﷺ dalam melaksanakan sholat malam. Berdasarkan hadis riwayat Abu Salamah dari Aisyah R.A, sholat malam Rasulullah ﷺ tidak lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadan maupun bulan lainnya.
Aisyah R.A selaku istri Rasulullah SAW memberikan kesaksian langsung mengenai tata cara ibadah beliau. Kesaksian ini menjadi pegangan utama bagi umat Islam yang memilih formasi delapan rakaat dalam tarawihnya.
"Beliau tak menambah pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat: shalat empat rakaat, yang betapa bagus dan lama, lantas shalat empat rakaat, kemudian tiga rakaat..."
Sementara itu, praktik sholat Tarawih 20 rakaat dengan 10 kali salam merujuk pada tradisi para sahabat pada masa Umar bin Khattab R.A. Pada masa itu, beliau menghidupkan malam Ramadan berjamaah di masjid untuk menyatukan umat dalam satu imam.
Persiapan Sebelum Memulai Sholat Tarawih
Sebelum mendirikan sholat, Anda perlu memastikan seluruh syarat sah sholat telah terpenuhi dengan baik. Dari pengalaman saya mendampingi jamaah, kekhusyukan sering kali terganggu karena persiapan yang kurang matang di awal waktu.
Berikut adalah beberapa aspek penting yang wajib disiapkan sebelum melaksanakan sholat Tarawih:
- Memastikan kesucian badan, pakaian, dan tempat sholat dari najis.
- Menutup aurat secara sempurna sesuai ketentuan syariat Islam.
- Mengetahui masuknya waktu sholat yang dimulai setelah Isya.
- Menghadap ke arah kiblat dengan posisi tegak dan mantap.
Beberapa literatur klasik dan modern juga menyediakan panduan lengkap mengenai ibadah ini. Buku atau kitab yang membahas rakaat sholat Tarawih antara lain Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq yang mengutip riwayat Jabir RA dalam Shahih Ibnu Khuzaimah dan Shahih Ibnu Hibban.
Selain itu, terdapat buku Tuntunan Shalat Sunat Tarawih dan Witir Kemenag Provinsi Jambi (2021). Panduan praktis lainnya bisa ditemukan dalam Panduan Shalat Praktis & Lengkap oleh Ustaz Syaifurrahman El-Fati, Buku Pintar Agama Islam karya Abu Aunillah Al-Baijury, dan Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Jazimah.
Tata Cara Tarawih 8 Rakaat Langkah demi Langkah
Pelaksanaan sholat Tarawih dengan jumlah 8 rakaat umumnya dikerjakan dengan formasi 2 rakaat demi 2 rakaat yang diakhiri dengan salam. Skema ini merujuk pada keterangan Ibnu ‘Abbas R.A mengenai kebiasaan sholat malam Nabi.
"Kasulullah ﷺ mengejakan sholat antara selesai dari Isya sampai fajar sebanyak sebelas rakaat, beliau mengucapkan salam setiap dua rakaat."
Berdasarkan dalil tersebut, pengerjaan sholat tarawih dilakukan sebanyak 4 kali berpasangan (total 8 rakaat) lalu disempurnakan dengan sholat witir.
Berikut adalah urutan langkah demi langkah yang dapat Anda eksekusi langsung di rumah:
- Membaca niat sholat Tarawih di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram.
- Melakukan Takbiratul Ihram dilanjutkan membaca doa Iftitah, Surah Al-Fatihah, dan surat pendek Al-Qur'an.
- Melakukan ruku' dengan tumakninah dan membaca doa ruku'.
- Bangkit melakukan iktidal secara tegak dan membaca doa iktidal.
- Melakukan sujud pertama dengan khusyuk dan membaca doa sujud.
- Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah.
- Melakukan sujud kedua dengan membaca doa sujud.
- Bangkit berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama.
- Duduk tasyahud akhir pada rakaat kedua.
- Mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri untuk mengakhiri satu sesi (2 rakaat).
Langkah-langkah di atas diulangi sebanyak 4 kali sesi sholat sehingga menghasilkan total 8 rakaat sholat Tarawih yang sempurna. Pastikan setiap gerakan dilakukan dengan tenang dan tidak terburu-buru.
Kesalahan umum yang sering saya lihat adalah rukun tumakninah yang sering terabaikan karena mengejar kecepatan waktu. Padahal, ketenangan dalam setiap perpindahan gerakan merupakan kunci utama diterimanya ibadah sholat sunnah ini.
Rangkuman Formasi Pelaksanaan Sholat Malam
Untuk memudahkan pemahaman mengenai visualisasi pembagian rakaat, Anda dapat melihat skema pembagian waktu dan rakaat sholat malam secara berurutan. Pola ini membantu Anda mengelola waktu ibadah dengan lebih terstruktur.
| Sesi Sholat | Jumlah Rakaat | Jumlah Salam |
|---|---|---|
| Sesi Tarawih 1 | 2 | 1 |
| Sesi Tarawih 2 | 2 | 1 |
| Sesi Tarawih 3 | 2 | 1 |
| Sesi Tarawih 4 | 2 | 1 |
| Sesi Witir Penutup | 3 | 1 |
Data di atas menunjukkan struktur pengerjaan yang sistematis agar total rakaat malam berjumlah 11 rakaat secara keseluruhan sesuai petunjuk sunnah. Model ini sangat adaptif untuk diterapkan bagi Anda yang memiliki keterbatasan waktu di malam hari.
Menyempurnakan Tarawih dengan Sholat Witir
Setelah merampungkan seluruh rangkaian 8 rakaat sholat Tarawih, ibadah malam tersebut wajib ditutup dengan mendirikan sholat Witir. Sholat Witir berfungsi sebagai pengunci atau pemungkas ibadah malam hari agar jumlah total rakaat menjadi ganjil.
Pengerjaan sholat Witir sebagai penutup tarawih 8 rakaat umumnya dilakukan sebanyak 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam. Anda juga diperbolehkan melakukannya dengan format 2 rakaat salam kemudian ditambah 1 rakaat salam.
Dari pengalaman saya menangani bimbingan ibadah, konsistensi dalam menutup malam dengan Witir memberikan dampak psikologis yang menenangkan sebelum beristirahat tidur. Pelaksanaan yang tertib akan menjaga kualitas ibadah Ramadan Anda tetap berada pada performa terbaiknya.
Doa Setelah Menggandakan Pahala Tarawih
Seusai mengucapkan salam terakhir pada sholat Witir, jamaah dianjurkan tidak langsung beranjak pergi meninggalkan sajadah. Sempatkan waktu sejenak untuk melafalkan wirid, istighfar, dan doa Kamilin sebagai bentuk permohonan ampunan yang mendalam.
Membaca doa setelah tarawih menjadi sarana terbaik untuk menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi selama mendirikan sholat. Isilah momen tersebut dengan permohonan agar iman ditetapkan dan amal ibadah puasa serta sholat malam diterima sepenuhnya oleh Allah SWT.
Pilihan variasi jumlah rakaat sholat Tarawih mencerminkan kekayaan khazanah fikih Islam yang bersumber dari dalil-dalil yang dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya. Fokus utama yang harus dijaga oleh setiap muslim adalah kualitas kekhusyukan dan keikhlasan dalam mendirikan ibadah, bukan sekadar terjebak pada kuantitas angka hitungan rakaat semata.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow