Gagal Panen karena Penyakit? Pelajari Soal Prakarya Kelas 9 Budidaya Ikan Hias Ini

Smallest Font
Largest Font

Mengatasi tingkat kematian benih yang tinggi sering menjadi masalah nyata yang dihadapi oleh para pemula saat mendalami dunia akuakultur. Melalui pemahaman mendalam terhadap soal prakarya kelas 9, Anda dapat menguasai teori sekaligus aplikasi praktis untuk menjaga kelangsungan hidup komoditas air ini.

Artikel ini menyajikan pembahasan komprehensif mengenai teknik penyiapan media, identifikasi patogen, hingga ekosistem pendukungnya. Format evaluasi mandiri ini dirancang untuk memperkuat pemahaman teknis Anda sekaligus sebagai persiapan menghadapi ujian akademis.

Budidaya Jenis Komoditas Ikan Hias Prakarya Kelas 9 Semester 2 | Sahabat TV Kita

Kumpulan Soal Pilihan Ganda Budidaya Ikan Hias dan Kunci Jawaban

Memahami aspek teoritis melalui latihan soal ujian sekolah prakarya smp sangat membantu dalam memetakan sejauh mana penguasaan materi teknis Anda. Berikut adalah kumpulan latihan soal prakarya kelas 9 smp/mts semester 2 bab 3 yang terdiri dari 15 butir soal pilihan ganda lengkap dengan kunci jawabannya.

Soal Nomor 1 sampai 5: Manajemen Media dan Pemilihan Komoditas

1. Mengapa pengisian air pada wadah budidaya dilakukan selama 2-3 hari sebelum penebaran ikan?
A. Agar volume air berkurang akibat penguapan alamiah
B.

Memberikan waktu bagi mikroorganisme patogen untuk berkembang biak
C. Menstabilkan kondisi air dan menumbuhkan pakan alami seperti plankton
D. Memudahkan proses pembersihan lumut di dinding wadah
Kunci Jawaban: C

2. Berapa lama durasi ideal untuk persiapan wadah sebelum sebar benih ikan dilakukan agar kondisi air stabil?
A. Jam saja setelah air dimasukkan
B. 2-3 hari sebelum penebaran
C.

Minimal 1 minggu penuh
D. Segera setelah wadah dicuci bersih tanpa penundaan
Kunci Jawaban: B

3. Di antara jenis ikan berikut, manakah yang memiliki senjata berbisa di sebelah depan sirip dada yang juga berfungsi untuk melompat dan berjalan di atas tanah?
A. Ikan mas
B.

Ikan lele
C. Ikan patin
D. Ikan koi
Kunci Jawaban: B

4. Selain lele, jenis ikan konsumsi air tawar yang memiliki kekerabatan dekat dan sering dibudidayakan secara intensif adalah...
A. Ikan patin
B.

Ikan gurame
C. Ikan bandeng
D. Ikan tenggiri
Kunci Jawaban: A

5. Metode budidaya ikan dalam ember atau yang populer dengan istilah Teknik Budikdamber merupakan inovasi sederhana yang sangat cocok diterapkan untuk masyarakat di wilayah...
A. Pesisir pantai
B.

Perkebunan kelapa sawit
C. Perkotaan dengan lahan terbatas
D. Pegunungan tinggi
Kunci Jawaban: C

Soal Nomor 6 sampai 10: Pemeliharaan dan Ekosistem Perairan

6. Kegiatan merawat ikan hias harian yang paling krusial untuk mencegah penumpukan amonia berlebih di dalam air adalah...
A. Mengganti seluruh air setiap hari
B.

Mengatur pemberian pakan secara terjadwal dan efisien
C. Menambahkan tanaman air imitasi sebanyak mungkin
D. Mematikan sistem aerasi pada malam hari
Kunci Jawaban: B

7. Jenis wadah budidaya berupa tambak air payau biasanya digunakan untuk memelihara komoditas tertentu. Contoh ikan yang dapat dipelihara di tambak air payau adalah...
A.

Ikan mas
B. Ikan tenggiri
C. Ikan lele
D.

Ikan patin
Kunci Jawaban: B

8. Alat penunjang utama yang berfungsi untuk menyuplai oksigen terlarut di dalam wadah budidaya ikan hias adalah...
A. Filter mekanis
B.

Aerator
C. Heater
D. Termometer
Kunci Jawaban: B

9. Salah satu tanda fisik yang paling mencolok ketika ikan hias mengalami stres akibat penurunan kualitas air adalah...
A. Nafsu makan meningkat tajam
B.

Warna tubuh menjadi lebih cerah
C. Ikan cenderung diam di dasar atau menggantung di permukaan air
D. Gerakan renang semakin lincah dan aktif
Kunci Jawaban: C

10. Apa langkah pertama yang harus dilakukan jika ditemukan satu ekor ikan hias yang menunjukkan gejala klinis terserang penyakit?
A. Membakar wadah budidaya
B.

Memanen seluruh isi wadah secara prematur
C. Mengisolasi ikan yang sakit ke dalam wadah karantina khusus
D. Memberikan pakan dalam jumlah dua kali lipat
Kunci Jawaban: C

Soal Nomor 11 sampai 15: Penyakit Ikan dan Integrasi Pengetahuan Bahan Keras

11. Gejala bintik putih pada kulit, sirip, dan insang ikan menandakan adanya infeksi parasit eksternal. Bagaimana ciri ikan terkena penyakit trichodiniasis yang membedakannya dari infeksi parasit biasa?
A.

Munculnya lapisan lendir berlebih dan ikan sering menggosokkan badannya ke dinding wadah
B. Sirip ikan menjadi kaku dan berwarna keemasan
C. Ikan kehilangan penglihatan secara total dalam waktu singkat
D.

Tubuh ikan membengkak penuh dengan cairan bening
Kunci Jawaban: A

12. Langkah pengobatan yang efektif sebagai cara mengobati bintik putih pada ikan hias akibat serangan protozoa Ichthyophthirius multifiliis adalah...
A. Menurunkan suhu air sekondusif mungkin hingga mendekati titik beku
B.

Meningkatkan suhu air secara bertahap disertai pemberian larutan garam krosok atau obat antiparasit khusus
C. Membiarkan air wadah mengering dengan sendirinya
D. Memberikan pakan hidup berupa jentik nyamuk dalam jumlah besar
Kunci Jawaban: B

13. Dalam materi prakarya, selain budidaya, kita juga mempelajari kerajinan. Daerah di tanah air dapat dikenali melalui benda kerajinannya karena memiliki daya tarik dan ciri khas tersendiri, contohnya daerah yang terkenal dengan anyaman dari...
A.

Logam mulia
B. Rotan
C. Plastik daur ulang
D.

Kain sutra
Kunci Jawaban: B

14. Terkait materi pengetahuan bahan keras dan kerajinan, apa saja bahan keras alami untuk kerajinan yang sering ditemukan di sekitar lingkungan kita selain kayu?
A. Kaca dan botol plastik
B.

Kaleng aluminium dan kawat
C. Bambu, rotan, dan batu
D. Fiberglass dan gips
Kunci Jawaban: C

15. Mengapa pemahaman tentang bahan keras alami seperti bambu atau kayu juga penting bagi seorang pembudidaya ikan?
A. Karena bahan tersebut digunakan sebagai pakan alternatif ikan hias
B.

Untuk membuat struktur peneduh, rak akuarium, atau penyangga wadah budidaya secara mandiri
C. Sebagai media utama untuk mengobati bintik putih pada ikan
D. Guna menggantikan fungsi aerator elektronik dalam menyuplai oksigen
Kunci Jawaban: B

Dari pengalaman saya menangani berbagai jenis media akuakultur, fase kritis yang menentukan hidup atau matinya biota air terletak pada preparasi awal. Banyak pemula langsung menceburkan benih baru ke dalam wadah yang baru diisi air karena tidak sabar, yang berujung pada kematian massal akibat sindrom tangki baru.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ikuti urutan langkah sterilisasi dan pengondisian media berikut demi menjaga ekosistem tetap stabil:

  1. Bersihkan wadah budidaya secara menyeluruh dari sisa kotoran atau bahan kimia pabrik tanpa menggunakan deterjen keras.
  2. Lakukan pengisian air bersih ke dalam wadah budidaya hingga mencapai volume ideal yang dibutuhkan jenis ikan.
  3. Diamkan air tersebut selama 2-3 hari sebelum penebaran ikan dilakukan untuk menguapkan kandungan kaporit dan memicu pertumbuhan mikroorganisme baik.
  4. Nyalakan sistem aerasi dan filtrasi selama masa tunggu agar sirkulasi oksigen terlarut tersebar secara merata.
  5. Lakukan proses aklimatisasi dengan mengapungkan kantong plastik berisi benih ikan di permukaan air wadah selama 15-20 menit sebelum dilepaskan sepenuhnya.
Kesalahan umum yang saya lihat adalah menganggap semua air jernih itu aman. Air yang jernih belum tentu memiliki parameter pH dan hardness yang sesuai dengan kebutuhan biologis komoditas hias.

Untuk memudahkan pemetaan kebutuhan sarana berdasarkan metode, tabel di bawah ini merinci perbedaan alat penunjang utama yang wajib disiapkan.

Perbandingan Kebutuhan Alat dan Karakteristik Metode Budidaya Perikanan
Parameter KomparasiMetode Ember TradisionalMetode Akuarium IntensifMetode Tambak Air Payau
Alat Utama WadahEmber PlastikAkuarium KacaKolam Tanah / Terpal
Jenis Komoditas UtamaIkan Lele / PatinIkan Hias / KoiIkan Tenggiri / Bandeng
Sistem Sirkulasi UdaraManual / Aerator MiniAerator & Filter SetKincir Air Mekanis
Tingkat Kepadatan BenihTerbatasSedangTinggi

Identifikasi Gejala Patogen dan Penanganan Penyakit

Mencegah kontaminasi patogen jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Ketika ikan peliharaan menunjukkan tanda-tanda anomali, Anda harus bertindak cepat sebelum infeksi menyebar ke seluruh populasi wadah.

Kenali beberapa tanda klinis serangan penyakit merugikan berikut ini:

  • White Spot (Bintik Putih): Ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih menyerupai taburan garam di area permukaan kulit, ekor, dan insang.
  • Trichodiniasis: Memiliki ciri ikan memproduksi lendir secara berlebihan, frekuensi pernapasan meningkat cepat, dan ikan sering menggosokkan badannya ke benda keras.
  • Fin Rot (Busuk Sirip): Pinggiran sirip terlihat mengikis, berubah warna menjadi putih atau kemerahan, dan robek secara tidak beraturan.

Dilansir dari laporan teknis perikanan yang dihimpun oleh Scribd, penanganan penyakit akibat parasit protozoa membutuhkan peningkatan suhu lingkungan secara terkontrol guna memutus siklus hidup patogen tersebut. Mengisolasi ikan yang terinfeksi ke dalam tangki karantina dan menambahkan garam ikan dengan dosis terukur merupakan opsi pertolongan pertama yang paling aman sebelum memberikan obat-obatan kimia komersial.

Kombinasi antara sanitasi wadah yang konsisten, pengontrolan pakan agar tidak menyisakan limbah organik, serta ketelitian dalam membaca indikasi stres pada biota air akan meminimalkan risiko kerugian fatal dalam usaha budidaya Anda.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed