Kemendikdasmen Naikkan Target Revitalisasi Sekolah Jadi 71744 Unit

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menaikkan target revitalisasi sekolah secara signifikan dari 11.744 menjadi 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026. Penambahan sasaran sebanyak 60.000 sekolah ini memperluas keterlibatan hingga 1,1 juta tenaga kerja lokal, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Sabtu (25/7/2026).

Target awal program revitalisasi dianggarkan sebesar Rp14 triliun untuk 11.744 sekolah. Pada pertengahan Juni 2026, pemerintah mencatat pengerjaan target awal tersebut telah mencapai sekitar 70 persen, dengan beberapa fasilitas siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

Proses perbaikan sarana pendidikan ini menerapkan mekanisme swakelola yang dikerjakan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan. Skema mandiri ini dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi warga lokal sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di tingkat daerah.

"Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam rilis Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan penyelesaian bertahap untuk fasilitas yang telah memasuki tahap akhir perbaikan fisik agar siap menyambut siswa baru.

"Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," ucap dia.

Pemerintah menetapkan tiga fokus utama penerima bantuan tahun ini, yaitu sekolah terdampak bencana, kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta bangunan dengan tingkat kerusakan berat. Salah satu penerima bantuan prioritas adalah SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan sejak Januari 2026.

"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto.

Kementerian akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta guna menandatangani Perjanjian Kerja Sama sebagai komitmen pembenahan sarana belajar mengajar.

"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," ucap Gogot.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow