Kemendikdasmen dan LPDP Lepas 50 Guru SMK Magang ke Jerman
Sebanyak 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) resmi dilepas oleh Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk mengikuti program pemagangan di Jerman pada Selasa (1/9/2026), dilansir dari Detikcom.
Program yang berjalan atas kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini memberikan fasilitas uang saku dan biaya hidup sebesar 1.400 euro atau setara Rp28 juta per bulan untuk setiap peserta.
Alokasi dana tersebut dikucurkan guna menunjang kebutuhan operasional harian, mencakup akomodasi, katering, serta biaya transportasi peserta selama menjalani program selama tiga bulan.
"1,400 euro dikonversi (jadi) 28 juta rupiah per bulan. Nanti ditotal, dikali 3, sekitar Rp 80 jutaan. Kami harapkan bantuan dari LPDP dapat dimanfaatkan untuk bapak dan ibu bisa hidup sehat," jelas Kepala Divisi Kerjasama dan Pengembangan Beasiswa, Agam Bayu Suryanto di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Selasa(1/9/2026).
Pihak LPDP memastikan bahwa peluang pengembangan akademis tetap terbuka lebar bagi para tenaga pendidik sekembalinya mereka dari masa magang.
"Nanti kalau pulang dari magang silahkan kalau mau ambil studi lanjut S2 bisa berkesempatan untuk ikut berkompetisi seleksi beasiswa S2 LPDP. Yang masih S2 boleh ambil lanjut S3 di LPDP," jelas Agam.
Keberlanjutan program serupa di masa mendatang akan sangat bergantung pada hasil pemantauan serta dampak nyata yang dihasilkan oleh para peserta.
"Kalau kami, di LPDP, nanti mengevaluasi program ini dan ingin ada keberlanjutan, sudah ada bukti tentang kebermanfaatan dan outcome yang berdampak," tuturnya.
Faktor imunitas dan pemenuhan gizi peserta juga menjadi perhatian utama selama menetap di kawasan Eropa.
"Jadi makan daging, telur, minum susu. Jadi uangnya jangan dihemat-hemat, disisihkan ditabung ya, bapak dan ibu. Gunakan semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan," ujarnya.
Selain peningkatan kompetensi teknis, penjalinan jejaring internasional di negara tempat Presiden RI ke-3 BJ Habibie menuntut ilmu tersebut dinilai sebagai pencapaian krusial.
"Nah, itu yang mahal, bapak ibu, jejaring dan hubungannya. Dan juga, pengalaman belajar di negara tempat Prof Bacharuddin Jusuf Habibie belajar," sambungnya.
Pelaksanaan magang terbagi di dua tempat, yakni 34 guru di Dresden University of Technology untuk spesialisasi konstruksi manufaktur, serta 16 guru di FESTO untuk keahlian mekatronika, elektronika industri, otomasi industri, dan teknik tenaga listrik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow