Guru MIN 3 Sinjai Buat Aplikasi Cepein Bantu Akses Capaian Pembelajaran

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kesenjangan akses Capaian Pembelajaran (CP) mendorong Muh Sarjan, seorang guru MIN 3 Sinjai, menciptakan platform berbasis website bernama Cepein. Aplikasi sederhana ini diluncurkan untuk membantu para tenaga pendidik madrasah menyusun perangkat mengajar dengan lebih praktis.

Masalah utama yang dihadapi para pengajar muncul karena adanya tiga keputusan resmi dari dua kementerian berbeda. Regulasi tersebut meliputi Keputusan Kepala BSKAP Kemendikdasmen Nomor 046/H/KR/2025 untuk mata pelajaran umum, Keputusan Kepala BKPDM Kemendikdasmen Nomor 020 Tahun 2026 untuk mata pelajaran agama, serta Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025 khusus mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab di madrasah, sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Kondisi itu memaksa para pengajar memilah ribuan halaman dokumen secara manual setiap kali hendak menyusun modul ajar atau RPP. Kehadiran Cepein memungkinkan pengguna mencari, memfilter, serta mengutip teks CP yang dibutuhkan hanya dalam hitungan detik.

"Ini bukan soal guru yang kurang cekatan dalam mengoprasikan teknologi. Ini kesenjangan struktural yang dampaknya jatuh ke pekerjaan administratif guru sehari-hari, berulang setiap kali menyusun perangkat mengajar yang tentunya melelahkan. Saya dan rekan-rekan guru di madrasah mengalami persoalan tersebut secara langsung," kata Muh Sarjan, guru MIN 3 Sinjai yang membuat aplikasi tersebut, dikutip dari Kemenag pada Senin (31/8/2026).

Sarjan yang merupakan lulusan S1 Pendidikan Guru MI UIN Alauddin Makassar memanfaat teknologi AI untuk membantu mengekstrak teks verbatim dan menyusun sebagian kode program. Tantangan terbesarnya terletak pada penyatuan tiga dokumen resmi berformat beda yang totalnya mencapai ribuan halaman.

"Saya beberapa kali terkena limit penggunaan AI yang saya gunakan untuk membaca dan mengolah dokumen dalam jumlah besar. Prosesnya harus dikerjakan secara bertahap dan dicicil, tidak bisa diselesaikan dalam sekali proses. Saya juga harus utak-atik sendiri tampilan dan struktur website, coba-coba sampai terasa pas dipakai, semuanya dikerjakan di sela kesibukan mengajar dan keluarga," ungkapnya.

Sistem pada laman ini memuat CP fase fondasi hingga CP SLB yang biasanya paling sulit ditemukan. Pengguna cukup memilih kelas, fase, dan mata pelajaran agar teks CP yang relevan langsung tampil di layar beserta tombol salin.

Respon positif juga terlihat di kolom komentar akun Instagram pribadinya saat membagikan informasi mengenai laman tersebut. Banyak pengajar mengonfirmasi bahwa mereka menghadapi kendala administratif serupa.

"Yang sebenarnya dibutuhkan guru bukan dokumen yang lebih baik, tapi cara mengakses yang sama sekali berbeda: bisa difilter, bisa langsung disalin, tanpa harus membongkar file panjang setiap kali butuh satu potongan teks saja, dan yang paling penting, bisa di akses kapan saja. Dari situ saya putuskan bentuknya harus aplikasi berbasis website, bukan lagi berkas," sebutnya.

Refleksi Kesenjangan Akses Regulasi

Layanan digital ini disediakan secara gratis demi menutup kendala yang dirasakan langsung oleh rekan sejawatnya. Dari proses pembuatan platform ini, Sarjan membagikan dua poin refleksi penting.

Pertama, ia menyoroti jalur regulasi CP yang terpisah sehingga kesenjangan akses rawan berulang di titik lain. Menurutnya, unifikasi akses idealnya menjadi tanggung jawab pembuat kebijakan, bukan sekadar inisiatif personal guru yang memiliki kemampuan pemrograman dasar.

"Kedua, sambil menunggu itu, guru hari ini sebenarnya punya opsi yang dulu tidak ada: alat untuk membangun solusinya sendiri jauh lebih terjangkau dibanding lima atau sepuluh tahun lalu," ungkapnya.

"Saya bukan orang dengan keahlian teknis istimewa, dan proses membangun Cepein pun jauh dari mulus, penuh coba-coba dan berkali-kali mentok karena keterbatasan alat yang saya pakai. Tapi kesenjangan yang saya alami cukup nyata untuk dijadikan alasan mencoba menutupnya sendiri, alih-alih menunggu," sambungnya,

Sarjan berkomitmen untuk terus mengembangkan platform Cepein agar dapat memangkas beban kerja administratif tenaga pendidik di lapangan.

"Dan selama menunggu perbaikan yang lebih besar, guru tidak harus diam saja menghadapinya," pungkasnya.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed