Jardine Foundation dan UGM Sediakan 20 Beasiswa Pascasarjana 2026

Smallest Font
Largest Font

Jardine Foundation dan Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan program beasiswa pascasarjana di Jakarta pada Senin (31/8/2026). Kerja sama ini menyediakan 20 kuota beasiswa mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Program bantuan pendidikan dari yayasan milik Jardine Matheson ini berfokus pada bidang keberlanjutan seperti perubahan iklim, kesehatan, dan pertanian. Selain menanggung biaya kuliah, pihak yayasan juga menyiapkan dukungan jejaring alumni serta peluang pengembangan karier bagi penerima beasiswa.

Director of Jardine Matheson Holdings Ltd, Anthony Nightingale, menyampaikan komitmennya untuk memberikan kesempatan kerja praktik bagi para penerima beasiswa.

"Khususnya untuk skema lokal di Indonesia, menurut saya, relevan untuk membuka peluang magang atau bahkan kerja di masa mendatang di perusahaan-perusahaan di dalam grup kami," tutur Anthony Nightingale di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan jaringan alumni menjadi fokus penting dalam pelaksanaan program ini.

"Di samping itu, baik untuk alumni program Oxford, Cambridge, dan dalam negeri, kami akan memperkuat jejaring alumni dan menengok pengayaan seperti apa yang dapat kami sediakan dalam kegiatannya. Menurut kami, ini sangat penting," imbuh Anthony Nightingale.

Inisiatif ini juga melibatkan mentoring langsung untuk mengasah kepemimpinan para mahasiswa.

Senior Advisor Jardine Foundation, Retno Marsudi, menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam membimbing para peserta.

"Dalam pembicaraan (dengan UGM), ada pembicaraan mengenai mentoring, dan saya bilang 'I'm more than happy to be one of the mentors untuk anak-anak'," tutur Retno Marsudi.

Pihak kampus menyambut baik kolaborasi ini untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi mahasiswa dari berbagai daerah.

Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia, MMedEd, SpOG(K), PhD, menegaskan bahwa beasiswa ini mengutamakan keterwakilan wilayah dan pemerataan talenta.

"UGM berkomitmen untuk ikut mempersiapkan itu sehingga mendapatkan bukan hanya talenta terbaik, tetapi juga untuk mendistribusikan talenta-talenta itu untuk seluruh negeri," ucap Ova Emilia.

Tahapan pendaftaran saat ini sedang berlangsung di tingkat universitas untuk menyaring kandidat terbaik.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr Danang Sri Hadmoko SSi MSc, mengungkapkan bahwa pendaftar terdiri dari 151 calon mahasiswa magister dan 50 calon mahasiswa doktor.

"Satu hal, value yang ingin kita tularkan adalah bahwa mereka mendapatkan beasiswa itu punya tanggung jawab dan juga punya social responsibility setelah itu. Harapannya mereka ketika nanti sukses, juga akan menularkan itu juga, memberikan beasiswa juga kepada anak-anak muda nanti, generasi-generasi selanjutnya," tutur Danang Sri Hadmoko.

Fasilitas pendukung seperti Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM seluas 9 hektare juga disiapkan untuk pelatihan kapasitas peserta.

"Kalau secara fisik fasilitasnya adalah bangunannya itu sudah ada 9 hektare bangunan di sana, kemudian tanahnya luasnya 5 hektare, di situ kita mengundang industri, kita mengundang international agency juga ada di situ, jadi nanti akan kita buatkan ekosistem di situ, jadi kolamnya akan ada di situ semua," imbuh Danang Sri Hadmoko.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed