Sejarah Menunjukkan Konsep Oldefo Soekarno Guncang Geopolitik Global
Presiden Soekarno memperkenalkan doktrin politik luar negeri baru yang membagi kekuatan dunia ke dalam dua kelompok besar pada masa Demokrasi Terpimpin dekade 1960-an. Langkah ini mengubah arah diplomasi Indonesia secara drastis di panggung internasional.
Gagasan tersebut memetakan konfrontasi ideologis antara kelompok negara mapan dan negara-negara baru. Pembagian ini menjadi basis bagi kebijakan konfrontatif Indonesia terhadap tatanan dunia lama yang dianggap tidak adil.
Berdasarkan catatan sejarah Indonesia, apa yang dimaksud dengan nefo dan oldefo merujuk pada kategorisasi sosiologis-politik global yang digagas oleh Soekarno. Konsep ini membagi dunia bukan berdasarkan blok Barat kapitalis dan blok Timur komunis, melainkan berdasarkan tingkat kemerdekaan dan watak imperialisme.
Karakteristik Oldefo Kekuatan Lama yang Dominan
Arti oldefo dan nefo secara harfiah menggambarkan dua kutub yang bertolak belakang. Oldefo merupakan singkatan dari Old Established Forces, yang merujuk pada negara-negara kapitalis Barat yang mapan secara ekonomi dan militer. Kelompok ini mencakup negara-negara imperialis seperti Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya yang dinilai cenderung mempertahankan status quo kolonialisme.
Karakteristik Nefo Kekuatan Baru yang Progresif
Sebaliknya, Nefo atau New Emerging Forces adalah kelompok yang terdiri dari negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin, serta negara-negara sosialis yang sedang berkembang. Kelompok ini dianggap sebagai kekuatan baru yang progresif, revolusioner, dan berjuang keras untuk mencapai kemerdekaan penuh serta keadilan internasional tanpa intervensi asing.
Latar Belakang Gagasan dan Dampak Geopolitik
Untuk jelaskan konsep oldefo dan nefo pencetusnya soekarno, masyarakat perlu melihat situasi Perang Dingin yang sedang memuncak kala itu. Soekarno menilai tatanan dunia yang dikendalikan oleh kekuatan lama hanya melestarikan eksploitasi terhadap bangsa miskin.
Dilansir dari laman Wikipedia, manifestasi dari penolakan terhadap Oldefo ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang atau GANEFO (Games of the New Emerging Forces) pada tahun 1963 di Jakarta sebagai tandingan Olimpiade.
Kebijakan ini juga menjelaskan mengapa indonesia keluar dari blok barat zaman soekarno dan mengambil jarak dari lembaga-lembaga bentukan Barat. Soekarno memandang lembaga internasional seperti PBB kerap dikendalikan oleh Oldefo untuk menekan kedaulatan negara-negara berkembang.
Korelasi dengan Isu Regional Kontemporer
Doktrin geopolitik ini tidak hanya berhenti pada retorika di mimbar diplomasi, melainkan langsung berwujud tindakan militer dan politik luar negeri yang agresif di kawasan Asia Tenggara.
Krisis Federasi Malaysia
Terdapat hubungan oldefo nefo dengan konfrontasi malaysia yang sangat erat pada periode 1962 hingga 1966. Soekarno memandang pembentukan Federasi Malaysia oleh Inggris sebagai proyek neokolonialisme yang bertujuan mengamankan pangkalan militer Barat di Asia Tenggara.
Puncak Ketegangan Regional
Pemerintah Indonesia saat itu menilai Malaysia sebagai bagian dari kaki tangan Oldefo yang mengepung kekuatan Nefo di Asia Tenggara. Pandangan radikal ini mendorong munculnya komando Ganyang Malaysia untuk menggagalkan pembentukan negara federasi tersebut.
Konsep pembagian kekuatan global ini tercatat dalam dokumen sejarah penentu arah politik Indonesia pra-1966. Tatanan dunia baru yang dicita-citakan Soekarno hancur setelah peralihan kekuasaan ke masa Orde Baru yang mengubah haluan diplomasi Indonesia menjadi lebih pragmatis dan dekat dengan Barat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow