Gubes UI Ungkap Penyebab Lulusan Jurusan Favorit Mendominasi Pengangguran S1

Smallest Font
Largest Font

Fenomena pengangguran di tingkat sarjana kini justru didominasi oleh para lulusan dari jurusan-jurusan populer. Studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap sejumlah program studi favorit menyumbang angka pengangguran S1 cukup tinggi, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Laporan bertajuk 'Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?' mencatat enam jurusan yang paling banyak ditemukan dalam kelompok pengangguran sarjana. Jurusan tersebut meliputi manajemen, hukum, ekonomi, pendidikan, akuntansi, serta ilmu komputer.

Kondisi ini terjadi lantaran perguruan tinggi negeri maupun swasta membuka kuota penerimaan yang sangat besar untuk keenam jurusan itu. Setiap angkatan bahkan bisa menampung hingga ratusan mahasiswa baru, sehingga menciptakan ledakan jumlah lulusan.

Persaingan ketat pun tak terhindarkan saat para lulusan memasuki pasar kerja. Pada posisi awal karier, lulusan rumpun bisnis harus berebut kesempatan kerja tidak hanya dengan sesama lulusannya, tetapi juga dengan lulusan dari bidang lain seperti hukum, ekonomi, hingga komunikasi.

Ketua Departemen Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Manneke Budiman, menilai situasi ini dipicu oleh anggapan keliru di tengah masyarakat. Banyak orang meyakini bahwa memilih jurusan tertentu otomatis menjamin masa depan finansial yang mapan.

"Saya pikir karena akibat salah kaprah. Masyarakat itu masih mengira kalau orang belajar manajemen, ilmu hukum, itu udah jaminan kaya," ungkap Manneke kepada detikedu, Selasa (11/8/2026).

Manneke mencontohkan persepsi publik yang menganggap profesi pengacara selalu mendatangkan penghasilan ratusan dolar per jam, padahal realitas di lapangan tidak selalu demikian. Ia juga menambahkan bahwa ketersediaan lapangan kerja untuk profesi tertentu sangat terbatas.

"Dan profesi-profesi spesifik seperti hakim, jaksa itu tergantung pada formasi ASN," ujarnya.

Guru Besar Ilmu Susastra tersebut menegaskan bahwa hasil studi LPEM FEB UI berbasis data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) ini hendaknya menyadarkan publik. Menurutnya, tidak ada bidang keilmuan yang benar-benar aman dari dinamika ekonomi.

"Tdak ada ilmu yang kebal terhadap kondisi ekonomi yang tidak pasti, yang naik turun atau yang cenderung menuju ke arah krisis," tegas Guru Besar Ilmu Susatra itu.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed