FTTM ITB Catat Waktu Tunggu Kerja Alumni Kurang dari 4 Bulan

Smallest Font
Largest Font

Tingkat persaingan masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) tercatat sangat ketat pada 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari Detikcom, dari total 139.399 pendaftar di seluruh jalur, ITB hanya menerima 5.468 mahasiswa atau setara dengan tingkat keketatan 3,9 persen.

Sekolah Bisnis Manajemen (SBM), Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), serta Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) menjadi tiga fakultas yang paling diminati. Pada seleksi tahun 2026, peminat FTTM mencapai 13.639 orang, sementara jumlah calon mahasiswa yang diterima dan melakukan daftar ulang tercatat sebanyak 395 orang.

FTTM ITB memayungi empat program studi, yakni Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Metalurgi, dan Teknik Geofisika. Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB kemudian memetakan masa transisi para lulusannya ke dunia kerja melalui laporan Tracer Study ITB 2025.

Studi penelusuran tersebut melibatkan alumni angkatan 2018 sebagai responden utama. Pemilihan angkatan ini didasarkan pada rentang waktu satu hingga tiga tahun setelah kelulusan yang dinilai ideal untuk memotret karier awal para alumni.

Laporan ini diisi oleh 88 alumni Teknik Perminyakan dari total 93 orang, 56 alumni Teknik Geofisika dari total 59 orang, 70 alumni Teknik Metalurgi dari total 73 orang, serta 84 alumni Teknik Pertambangan dari total 85 orang.

Hasil laporan menunjukkan bahwa lulusan Teknik Pertambangan mencatatkan median waktu tunggu paling cepat untuk memperoleh pekerjaan pertama, yaitu dalam kurun waktu satu bulan setelah lulus.

Lulusan Teknik Perminyakan menyusul dengan masa tunggu median dua bulan setelah lulus. Sementara itu, lulusan Teknik Metalurgi mencatatkan waktu tunggu median tiga bulan, dan lulusan Teknik Geofisika selama empat bulan.

"Median waktu tunggu alumni untuk memperoleh pekerjaan pertama kurang dari 4 bulan setelah lulus, meskipun terdapat variasi pada masing-masing program studi. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan FTTM memiliki daya saing yang baik dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja." tulis Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB.

Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB mencatat sepuluh kategori saluran yang digunakan alumni FTTM ITB untuk mendapatkan pekerjaan. Jalur tersebut meliputi pencarian melalui internet atau iklan online, relasi seperti dosen, orang tua, saudara, dan teman, hingga dihubungi langsung oleh perusahaan.

Saluran lainnya mencakup ITB Career Center, penampilan kerja atau magang, bekerja di tempat yang sama saat kuliah, bursa kerja, iklan media cetak, membangun bisnis mandiri, serta melamar langsung ke perusahaan tanpa informasi lowongan.

Sebagian besar alumni FTTM memperoleh pekerjaan pertama mereka melalui internet dan relasi. Lulusan Teknik Perminyakan paling banyak memanfaatkan jaringan relasi, dengan 59 persen responden terdata mendapat pekerjaan dari jalur tersebut. Sebaliknya, alumni Teknik Geofisika lebih banyak mendapatkan pekerjaan melalui internet atau iklan daring.

Rincian data penyerapan informasi kerja menunjukkan 50,5 persen alumni Teknik Geofisika (42 responden) mendapat kerja via internet, 33,3 persen via relasi, dan 12,1 persen via ITB Career Center. Pada Teknik Metalurgi (54 responden), sebanyak 42,6 persen memanfaatkan internet, 29,7 persen via relasi, dan 12,9 persen via ITB Career Center.

Sementara itu, alumni Teknik Pertambangan (74 responden) mencatatkan 46,5 persen memperoleh kerja melalui internet, 35,4 persen melalui relasi, dan 8,1 persen dihubungi langsung oleh pihak perusahaan. Adapun bidang pekerjaan para alumni FTTM ini terbagi ke dalam lima kategori jenis usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow