Pendaftaran STIN 2026 Dibuka: Cek Syarat Kuota dan Jadwal Seleksi
Badan Intelijen Negara (BIN) kembali membuka penerimaan taruna baru untuk sekolah kedinasan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) tahun ajaran 2026, dilansir dari Detikcom.
Proses pendaftaran secara online dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 30 Agustus 2026 melalui portal resmi PTB STIN.
Calon peserta wajib memenuhi kualifikasi kewarganegaraan, riwayat hukum, serta fisik yang telah ditentukan panitia seleksi.
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
- Tidak pernah terlibat tindak pidana dan berkelakuan baik yang dibuktikan dengan SKCK.
- Berpendidikan minimal SMA/sederajat (bukan Paket C).
- Lulusan 2024, 2025, dan 2026 wajib memiliki nilai rata-rata ijazah minimal 85, serta nilai matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa asing minimal 85.
- Bagi lulusan 2026 yang belum memiliki ijazah, nilai rata-rata rapor semester 1-5 minimal 85 untuk mapel matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa asing.
- Ijazah luar negeri harus mendapat pengesahan dari kementerian yang menangani urusan pendidikan.
- Mampu mengoperasikan komputer (aplikasi perkantoran dan internet).
- Belum pernah menikah, belum pernah melahirkan (perempuan), belum memiliki anak biologis (laki-laki), serta bersedia tidak menikah selama pendidikan.
- Tidak bertato/memiliki bekas tato. Perempuan tidak bertindik di tempat tidak lazim, dan laki-laki tidak bertindik di bagian tubuh mana pun.
- Sehat jasmani, rohani, dan tidak pernah mengalami patah tulang.
- Jika berkacamata, maksimal ukuran 1 (plus maupun minus), serta tidak memliki kondisi buta warna.
- Tinggi badan minimal 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan dengan berat badan seimbang. Peserta dengan tinggi kurang wajib memiliki prestasi terbukti saat seleksi.
- Usia per 31 Desember 2026 minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun 0 bulan 0 hari.
- Mendapat surat persetujuan orang tua atau wali.
- Bukan merupakan personel atau mantan personel TNI/Polri/PNS, serta belum pernah mengikuti pendidikan pembentukan TNI/Polri/PNS.
- Bersedia tinggal di asrama dan menandatangani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 16 tahun sejak lulus.
- Tidak sedang terikat ikatan dinas dengan instansi lain dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia atau instansi yang ditentukan BIN.
- Memiliki kartu BPJS Kesehatan aktif. Bagi yang sudah bekerja tetap, wajib mendapat rekomendasi kepala instansi dan bersedia mengundurkan diri jika diterima.
Persyaratan Jurusan Pendidikan
Lulusan SMA/sederajat dapat mendaftar pada Program Studi Sarjana Agen Intelijen dan Sarjana Analis Intelijen.
Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Keamanan dan Intelijen Siber menerima lulusan SMK/MAK dari rumpun keahlian komputer, jaringan, multimedia, telekomunikasi, hingga teknologi informasi.
Kuota dan Jadwal Seleksi
Pada penerimaan tahun ini, STIN membuka kuota sebanyak 100 taruna baru dengan proporsi 85 persen laki-laki dan 15 persen perempuan.
| Program Studi | Jumlah Kuota |
|---|---|
| Sarjana Agen Intelijen | 60 orang |
| Sarjana Analis Intelijen | 20 orang |
| Sarjana Terapan Keamanan dan Intelijen Siber | 20 orang |
Tahapan seleksi administrasi dilaksanakan pada 18 Agustus hingga 1 September 2026.
Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dijadwalkan pada 22 September sampai 7 Oktober 2026, dilanjutkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Oktober 2026.
Seluruh tahapan pendaftaran tidak dipungut biaya, kecuali biaya pelaksanaan SKD sesuai ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 100 ribu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow