SDN Purwoyoso 01 Semarang Hanya Terima Tiga Siswa Baru

Smallest Font
Largest Font

SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang hanya mendapatkan tiga orang siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai hari Selasa (14/7/2026), akibat kondisi demografi wilayah sekitar yang minim usia anak sekolah.

Dilansir dari Detikcom, sekolah dasar yang terletak di Kecamatan Ngaliyan ini tetap menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara meriah guna menyambut para murid baru tersebut.

Kepala SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang, Hajar Riatiani, menjelaskan bahwa awalnya terdapat lima calon siswa yang mendaftar secara daring, namun hanya tiga orang yang menyelesaikan proses daftar ulang.

"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa saja," kata Hajar.

Pihak sekolah menyatakan tidak berkecil hati dengan jumlah murid yang sangat minim dan berkomitmen untuk tetap memberikan penyambutan serta pembelajaran yang maksimal.

"Kita tetap semangat, tidak ngelokro, tidak kendor, pembukaan tetap semeriah mungkin, biar anak-anak semangat untuk kembali belajar," tegas Hajar.

Hajar menambahkan bahwa sepinya peminat bukan disebabkan oleh minimnya fasilitas sekolah, melainkan karena kawasan sekitar didominasi oleh penduduk lanjut usia serta banyaknya warga yang pindah ke wilayah perbatasan.

"Tapi sedikitnya siswa ini karena lingkungan demografi. Di sekitar sekolah ini sudah tidak ada perumahan yang produktif. Rata-rata penduduknya sudah lansia, tidak punya anak usia masuk SD," tutur Hajar.

Kondisi ini diperparah dengan harga rumah di Kota Semarang yang tinggi sehingga memicu perpindahan penduduk, serta sekolah-sekolah di sekitar yang juga mengalami kekurangan siswa.

"Kemudian sekolah sekitar kita juga masih kekurangan siswa. Jadi kita tidak mendapat limpahan dari sekolah sekitarnya," tutur Hajar.

Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengungkapkan hasil survei Dinas Pendidikan yang menunjukkan kecenderungan orang tua saat ini lebih memilih sekolah swasta.

"Ternyata surveinya membuktikan bahwa orang tua itu nyaman kalau anak-anak sekolah di tempat yang memang fasilitasnya canggih. Sementara sebagian besar SD kita kalah canggih sama SD-SD swasta," jelas Agustina.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan mengusulkan adanya peningkatan fasilitas fisik dan penambahan akses internet di sekolah-sekolah negeri.

"Mereka mengusulkan bangkunya diperbaiki, internetnya diperkuat dan fasilitas lainnya ditingkatkan. Kalau memang anggarannya cukup ya boleh saja," kata Agustina.

Agustina membantah bahwa terjadi penurunan jumlah anak usia sekolah secara umum di Kota Semarang karena angka pertumbuhan penduduk daerah tersebut dinilai masih positif.

"Nggak lah. Pertumbuhan penduduk kita masih plus, bukan menuju nol. Memang ada wilayah tertentu yang kondisinya seperti itu, tapi secara umum jumlah anak usia SD masih ada," tegas Agustina.

Menurutnya, ketersediaan opsi sekolah swasta yang semakin menjamur menjadi alasan utama pergeseran pilihan masyarakat saat ini.

"Kalau dulu semuanya ditampung di SD negeri. Sekarang ada pilihan sekolah swasta," ujar Agustina.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow