Alasan Xiaomi Mi 10 Pro Masih Menjadi Standar Flagship Kritis

Smallest Font
Largest Font

Xiaomi Mi 10 Pro sempat mengguncang pasar global saat diumumkan pada 13 Februari 2020 dengan membawa ambisi besar sebagai perangkat premium sejati. Sebagai pengamat yang kritis, saya melihat langkah berani Xiaomi ini bukan sekadar ikut-ikutan tren, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa mereka mampu bersaing di kasta tertinggi.

Ekspektasi tinggi langsung membubung ketika melihat label harga Eropa yang menyentuh angka 999 euro untuk spesifikasi RAM 8GB dan internal storage 256GB. Angka ini setara dengan kisaran 1.085 hingga 1.100 dolar AS, sebuah lompatan harga yang sangat berani bagi merek yang awalnya dikenal dengan proposisi nilai murahnya.

Apakah harga tersebut sebanding dengan apa yang didapatkan? Mari kita bedah secara mendalam aspek demi aspek dari perangkat ikonik ini.

Flagship Xiaomi yang Sesungguhnya | GadgetIn

Desain Fisik dan Kenyamanan Genggaman

Saat pertama kali melihat data dimensinya, perangkat ini terasa cukup masif namun tetap proporsional untuk standar ponsel modern. Dengan tinggi 162,6 mm, lebar 74,8 mm, dan ketebalan berkisar antara 8,96 mm hingga 9 mm, Xiaomi Mi 10 Pro memiliki volume estimasi sebesar 108,98 cm³.

Bobotnya yang mencapai 208 gram memberikan kesan kokoh saat berada di tangan, meskipun bagi sebagian orang mungkin akan terasa sedikit melelahkan untuk penggunaan durasi lama. Berdasarkan data fisik yang dilaporkan oleh GSM Arena dan NanoReview, rancang bangun perangkat ini memang dirancang untuk menyasar segmen premium yang menginginkan durabilitas tinggi.

Menurut saya, distribusi bobotnya sudah cukup baik sehingga tidak terasa berat ke atas saat Anda menggunakannya untuk mengetik.

Layar merupakan jendela utama interaksi, dan di sini Xiaomi menyematkan panel berukuran 6,67 inci berteknologi AMOLED atau Super AMOLED. Resolusi yang diusung adalah FHD+ sebesar 1080 x 2340 piksel dengan kerapatan layar mencapai 386 ppi serta aspek rasio 19,5:9.

Meskipun memiliki screen-to-body ratio yang tinggi sebesar 89,8% dan mendukung fitur modern seperti HDR10+, DCI-P3, Always-On Display, serta DC Dimming, ada satu catatan kritis dari saya. Layar ini hanya mendukung refresh rate 90Hz statis tanpa kemampuan adaptive refresh rate.

Dari spesifikasinya, menurut saya ketiadaan fitur adaptive refresh rate membuat konsumsi daya layar tetap tinggi terlepas dari apa pun aktivitas yang sedang ditampilkan di layar.

Namun, kecerahan maksimal yang mencapai 800 nits dan touch sampling rate 180 Hz setidaknya memberikan kompensasi visual yang sangat mulus dan responsif di bawah terik matahari.

Performa Snapdragon 865 yang Konsisten

Dapur pacu perangkat ini ditenagai oleh arsitektur CPU Snapdragon 865 yang dibangun di atas fabrikasi 7nm oleh TSMC. Format prosesor 8 core ini memiliki pembagian klaster yang sangat spesifik untuk efisiensi dan performa ekstrem.

Mari kita lihat rincian arsitektur inti dari chipset kelas atas ini:

  • 1 core Kryo 585 Prime Cortex-A77 dengan kecepatan @2,84 GHz sebagai inti performa tertinggi.
  • 3 core Kryo 585 Gold Cortex-A77 dengan kecepatan @2,42 GHz untuk menangani beban kerja berat harian.
  • 4 core Kryo 585 Silver Cortex-A55 dengan kecepatan @1,8 GHz yang bertugas menjaga efisiensi daya saat mode siaga atau komputasi ringan.

Arsitektur ini didukung oleh max clock hingga 2840 MHz, L3 cache sebesar 4 MB, GPU Adreno 650 untuk pengolahan grafis intensif, serta NPU Hexagon 698 untuk pemrosesan kecerdasan buatan. Kombinasi ini memastikan bahwa segala jenis aplikasi maupun game berat dapat dieksekusi tanpa kendala lag yang berarti.

Kamera dan Pengujian DXOMARK yang Mengesankan

Sektor fotografi adalah jualan utama dari Xiaomi Mi 10 Pro, dan pengujian laboratorium independen memberikan konfirmasi atas kualitasnya. Berdasarkan laporan dari situs resmi DXOMARK, perangkat ini diuji menggunakan dua protokol berbeda yang merangkum kemampuan sensornya secara objektif.

Pada pengujian Protokol Lama, perangkat ini berhasil mengamankan skor total 124, dengan rincian skor foto 134 dan skor video 104. Skor yang tinggi ini langsung menempatkannya di jajaran elit ponsel kamera global.

Ketika DXOMARK memperbarui metodologi pengujian mereka ke Versi 4 pada Oktober 2020, Xiaomi Mi 10 Pro justru mencatatkan kenaikan skor total menjadi 128. Di dalam pengujian Versi 4 tersebut, skor foto tercatat sebesar 130 dengan catatan bahwa hasil tekstur, reproduksi warna, dan efek bokeh sangat memuaskan.

Kemampuan pembesaran gambar juga tergolong superior dengan skor zoom sebesar 89 berkat dukungan tele-lens yang unggul. Sementara untuk sektor perekaman, skor video mencapai 110, di mana performa fokus otomatis, detail tekstur, serta minimalisasi noise menjadi aspek yang paling menonjol.

Komparasi Performa Kamera di Kelasnya

Untuk memberikan perspektif yang lebih adil mengenai posisi performa kamera Xiaomi Mi 10 Pro, kita bisa membandingkannya dengan perangkat lain yang diuji menggunakan protokol Versi 4 yang sama dari DXOMARK.

Berikut adalah tabel perbandingan skor pengujian kamera untuk melihat peta persaingan kualitas fotografi:

Perbandingan Skor Pengujian Kamera Berdasarkan Protokol DXOMARK Versi 4
Nama PerangkatSkor TotalSkor FotoSkor Video
Asus Smartphone for Snapdragon Insiders109
Xiaomi Mi 10 Pro128130110
Oppo Reno6 Pro 5G (Snapdragon)99

Melihat data di atas, Xiaomi Mi 10 Pro jelas berada jauh di atas Oppo Reno6 Pro 5G (Snapdragon) yang hanya meraih skor 99, serta unggul signifikan dari Asus Smartphone for Snapdragon Insiders yang mencatatkan skor 109 di kategorinya.

Daya Tahan Baterai dan Teknologi Pengisian Daya

Satu hal yang cukup unik dan mengundang pertanyaan kritis dari saya adalah keputusan Xiaomi terkait kapasitas baterai. Berbeda dengan saudaranya, Xiaomi Mi 10 yang dibekali baterai lebih besar yaitu 4780 mAh, Xiaomi Mi 10 Pro justru memiliki kapasitas baterai yang lebih kecil, tepatnya sebesar 4500 mAh.

Langkah ini tampaknya diambil untuk mengakomodasi komponen sistem pendingin yang lebih masif atau arsitektur pengisian daya yang lebih kompleks. Sebagai kompensasinya, Xiaomi meningkatkan kemampuan pengisian daya menggunakan kabel (USB-C) hingga kecepatan 50W pada Xiaomi Mi 10 Pro, berbanding terbalik dengan Xiaomi Mi 10 yang tertahan di angka 30W.

Untuk pengisian daya nirkabel, keduanya sama-asama mendukung hingga 30W, serta dilengkapi dengan fitur reverse charging hingga 10W untuk mengisi daya aksesori audio atau perangkat lain dalam kondisi darurat.

Konektivitas dan Ketersediaan Wilayah

Mengenai manajemen kartu seluler, perangkat ini mendukung penggunaan 2 kartu Nano-SIM melalui sistem Dual SIM stand-by, atau pengguna bisa memilih kombinasi antara satu Nano-SIM dengan kartu memori eksternal microSD untuk memperluas ruang penyimpanan data Anda.

Berdasarkan laporan awal dari TechRadar dan CNET, ketersediaan wilayah untuk Xiaomi Mi 10 Pro mencakup pasar Australia, beberapa negara di Eropa, serta kawasan Asia. Rencana peluncuran resmi di Inggris (UK) dipastikan tersedia, namun untuk pasar Amerika Serikat (US) detail rilis resminya belum diumumkan secara rinci pada saat peluncuran globalnya.

Langkah distribusi yang bertahap ini sering kali memicu kekecewaan konsumen di wilayah yang terlambat mendapatkan unit resmi.

Secara keseluruhan, Xiaomi Mi 10 Pro mengukuhkan diri sebagai perangkat yang matang dari segi performa komputasi dan kapabilitas pencitraan gambar, meskipun keputusan pemangkasan kapasitas baterai dan ketiadaan teknologi adaptive refresh rate pada layar AMOLED-nya tetap menjadi catatan yang tidak boleh diabaikan oleh calon pengguna premium.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed