Cara Sholat Jamak Dzuhur di Waktu Ashar Sesuai Aturan Fikih Terbaru

Smallest Font
Largest Font

Cara sholat jamak dzuhur di waktu ashar atau yang dikenal dengan istilah jamak takhir merupakan solusi ibadah yang sangat meringankan bagi umat muslim. Melalui keringanan ini, Anda tidak perlu khawatir kehilangan waktu ibadah di tengah mobilitas yang tinggi atau kondisi darurat. Banyak umat muslim masih bingung mengenai urutan pelaksanaan dan pelafalan niat yang tepat saat menggabungkan dua waktu sholat ini.

Memahami aspek fikih secara mendalam akan membuat ibadah Anda menjadi sah dan menenangkan jiwa selama perjalanan atau kondisi sulit. Kementerian Agama melansir informasi penting mengenai aturan sholat jamak ini guna memberikan panduan yang jelas bagi masyarakat. Sholat jamak didefinisikan sebagai pelaksanaan dua sholat fardhu dalam satu waktu sekaligus.

Keringanan ini bukanlah hal baru melainkan fasilitas hukum islam yang bersumber langsung dari dalil-dalil sahih. Berdasarkan informasi resmi Kementerian Agama yang dirilis pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, esensi dari kemudahan ini adalah menjaga agar sholat lima waktu tidak ditinggalkan dalam keadaan apa pun.

Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam kitab Al-Fiqhu 'Ala a-Madzahib al-Arba'ah memberikan penjelasan yang sangat spesifik mengenai hal ini. Menurut beliau, salat jamak adalah penggabungan dua salat tertentu secara taqdim yakni di waktu salat pertama, maupun secara takhir yaitu di waktu salat kedua. Penjelasan senada juga dikemukakan oleh Muhammad Anis Sumaji dalam buku 125 Masalah Salat. Beliau menegaskan bahwa salat jamak merupakan penggabungan atau pengumpulan dua salat fardhu dalam satu waktu yang sama demi kemaslahatan umat.

M. Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari memberikan catatan penting bagi kita semua. Mereka menyebutkan bahwa salat jamak merupakan keringanan yang boleh dilakukan dan boleh juga tidak dilakukan, tergantung kebutuhan masing-masing individu.

Salat jamak adalah bentuk kasih sayang Allah agar hambanya tidak merasa terbebani dalam beribadah saat situasi tidak mendukung.

Landasan hukum mengenai cara gabung sholat dzuhur dan ashar ini bersumber langsung dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW sewaktu safar. Ibnu Abbas melalui Riwayat Hadits Bukhari dan Muslim memberikan kesaksian yang sangat kuat terkait praktik ibadah ini.

"Rasulullah SAW menggabungkan antara shalat Dzuhur dan Ashar jika beliau dalam perjalanan dan menggabungkan antara Magrib dan Isya."

Kategori Sholat dan Syarat Boleh Ibadah Jamak

Tidak semua sholat fardhu bisa digabungkan seenaknya oleh seorang muslim karena ada batasan ketat yang diatur oleh syariat. Kategori sholat yang boleh dijamak hanya mencakup Dzuhur dengan Ashar, serta Maghrib dengan Isya saja. Ketentuan ini bersifat mutlak dan tidak bisa dimodifikasi berdasarkan logika manusia sendiri.

Berdasarkan hukum fikih, sholat Subuh tidak dapat dijamak dengan sholat apa pun, baik sebelum maupun sesudahnya. Dalam praktik sehari-hari, NU Online Jabar merinci dengan jelas mengenai sebab-sebab yang memperbolehkan seorang muslim menjamak sholatnya. Terdapat tiga sebab utama yang diakui dalam mazhab Syafi'i, yaitu perjalanan jauh, hujan deras, dan kondisi sakit.

Pertanyaan yang sering muncul dari masyarakat adalah "bolehkah jamak sholat karena sakit?". Jawabannya adalah boleh, selama penyakit tersebut menyebabkan kesulitan besar jika harus sholat tepat waktu.

Bagi Anda yang menjamak sholat karena faktor cuaca buruk, ada landasan hukum yang sangat kuat dari riwayat masa lalu. Abu Salamah bin Abdurrahman melalui Riwayat Hadits Bukhari menyampaikan sunnah yang berlaku saat cuaca ekstrem melanda. "Termasuk sunnah jika hari hujan, untuk menjamak antara salat Maghrib dan Isya.

Rasulullah SAW menjamak salat Maghrib dan Isya di malam yang hujan dengan lebat." Untuk faktor perjalanan, ulama sepakat menetapkan batas minimal jarak sholat jamak yang harus dipenuhi oleh seorang musafir. Jarak minimal perjalanan yang membolehkan seseorang menjamak sholat menurut ulama adalah kurang lebih 4 barid atau setara dengan 48 mil yang dikonversikan menjadi 80,64 km.

Kriteria dan Aturan Dasar Pelaksanaan Sholat Jamak
Parameter FikihKetentuan UtamaKeterangan Tambahan
Pasangan Jamak 1Dzuhur dan AsharBisa taqdim atau takhir
Pasangan Jamak 2Maghrib dan IsyaBisa taqdim atau takhir
Sholat SubuhTidak bisa dijamakWajib tepat waktu
Jarak Safar Minimal80,64 kmSetara 4 barid atau 48 mil
Sebab Non-SafarSakit dan Hujan LebatSesuai ketentuan ulama

Dari pengalaman saya mendampingi jamaah, banyak orang keliru menghitung jarak tempuh perjalanan mereka. Jarak 80,64 km ini dihitung dari batas luar wilayah domisili Anda, bukan dari pintu kamar rumah Anda saat berangkat.

Syarat Sah Pelaksanaan Jamak Takhir

Ketika Anda memilih cara sholat jamak dzuhur di waktu ashar, maka Anda sedang menerapkan metode jamak takhir. Metode ini menuntut kepatuhan pada aturan main yang sedikit berbeda dengan jamak taqdim.

NU Online menyebutkan ada empat syarat untuk jamak taqdim, namun untuk jamak takhir ketentuannya lebih longgar dalam hal urutan sholat. Syarat paling krusial dalam jamak takhir adalah adanya niat untuk menunda sholat pertama yang dilakukan pada waktu sholat pertama tersebut. Artinya, saat waktu dzuhur tiba, Anda harus sudah berniat di dalam hati bahwa sholat dzuhur tersebut akan dilaksanakan nanti di waktu ashar. Kesalahan umum yang saya lihat adalah orang-orang langsung melewati waktu dzuhur begitu saja tanpa ada niat menunda dalam hatinya.

Jika Anda melewati waktu dzuhur tanpa berniat menjamaknya di waktu ashar, maka status sholat dzuhur Anda menjadi qadha yang berdosa. Oleh karena itu, kesadaran niat di waktu pertama adalah kunci sah atau tidaknya jamak takhir Anda. Syarat berikutnya adalah Anda harus masih berada dalam status musafir atau dalam kondisi udzur hingga sholat kedua selesai dikerjakan. Jika sebelum sholat ashar selesai Anda sudah sampai di rumah, maka gugurlah hak jamak takhir Anda.

Tata Cara Sholat Jamak Dzuhur di Waktu Ashar Langkah demi Langkah

Pelaksanaan cara sholat jamak dzuhur di waktu ashar memerlukan ketelitian dalam urutan perbuatannya. Mengenai jumlah rakaat sholat jamak, masing-masing sholat Dzuhur dan Ashar berjumlah 4 rakaat, sehingga totalnya menjadi 8 rakaat saat dijamak. Namun, jika Anda memenuhi syarat safar, jumlah rakaat ini dapat dipotong atau di-qashar menjadi total 4 rakaat saja.

Untuk panduan kali ini, kita akan membahas metode jamak takhir murni tanpa qashar dengan total 8 rakaat. Berdasarkan pendapat terkuat dalam mazhab Syafi'i, Anda boleh memilih untuk mengerjakan sholat dzuhur terlebih dahulu atau sholat ashar terlebih dahulu. Namun, mendahulukan sholat dzuhur jauh lebih utama demi menjaga urutan waktu sholat asli.

Berikut adalah tata cara sholat jamak takhir untuk dzuhur dan ashar yang dapat Anda ikuti secara berurutan:

  1. Membaca niat sholat jamak takhir untuk dzuhur di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Lafal niatnya adalah: "Ushallii fardhadz dzuhri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'al 'ashri jam'a takhiiri lillaahi ta'aalaa."
  2. Melaksanakan sholat dzuhur secara sempurna sebanyak 4 rakaat hingga salam seperti biasa.
  3. Setelah salam sholat dzuhur, segera berdiri kembali untuk melaksanakan sholat berikutnya tanpa diselingi obrolan atau dzikir yang panjang.
  4. Membaca niat sholat jamak takhir untuk ashar di dalam hati saat takbiratul ihram. Lafal niatnya adalah: "Ushallii fardhal 'ashri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'ad dzuhri jam'a takhiiri lillaahi ta'aalaa."
  5. Melaksanakan sholat ashar secara sempurna sebanyak 4 rakaat hingga gerakan salam terakhir.

Sangat disarankan untuk mengumandangkan iqamah sebelum memulai sholat pertama dan kembali mengumandangkan iqamah sebelum sholat kedua. Hal ini meniru kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu memisahkan dua sholat jamak dengan satu kali iqamah masing-masing.

Tata Cara Jamak Takhir dan Qashar Shalat Dzuhur dan Ashar | IRSSAT Official
Dalam kasus yang sering saya temui di rest area jalan tol, banyak orang terburu-buru melakukan sholat jamak tanpa thuma'ninah. Ingatlah bahwa sholat jamak adalah bentuk keringanan waktu, bukan keringanan untuk mengurangi kekhusyukan dan kesempurnaan gerakan sholat Anda.

Jika Anda berada dalam perjalanan kelompok, sholat jamak juga sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah. Imam cukup melafalkan niat sholat jamak dengan menambahkan statusnya sebagai imam di akhir lafal niat sebelum takbir.

Prinsip utama dari pengerjaan dua sholat ini adalah berkesinambungan atau muwalat, meskipun dalam jamak takhir aturan ini tidak seketat jamak taqdim. Jeda waktu yang terlalu lama di antara kedua sholat tanpa alasan syar'i bisa merusak keabsahan penggabungan sholat tersebut. Pastikan kondisi kesucian fisik Anda dari hadats besar dan kecil tetap terjaga dengan baik dari rakaat pertama dzuhur hingga rakaat terakhir ashar. Menguasai tata cara sholat jamak takhir ini menjamin ketenangan ibadah Anda di mana pun kaki melangkah menembus jarak.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed