Chatib Basri Raih Posisi Visiting Professor di London School of Economics

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Chatib Basri, kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Ekonom senior ini kini dipercaya menduduki posisi sebagai Visiting Professor of Practice di Centre for Economic Transition Expertise (CETEx).

Pusat riset dan kebijakan tersebut berada di bawah naungan Global School of Sustainability, London School of Economics and Political Science (LSE). Seperti dikutip dari Detikcom, rekam jejak ini memperpanjang kiprah akademiknya di luar negeri setelah sebelumnya menjadi Visiting Scholar di Center for International Development, Harvard University.

"Saya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari Harvard Center for International Development dan kini juga bergabung dengan the London School of Economics and Political Science sebagai Visiting Professor of Practice di CETEx (Centre for Economic Transition Expertise)," katanya, dikutip dari akun resmi X Chatib @ChatibBasri, Minggu (21/6/2026).

Chatib menyebut kesempatan ini akan menjadi caranya untuk terus bertukar gagasan, memperluas cara pandang, dan belajar dengan sejawatnya.

"Ilmu pengetahuan mengajarkan saya bahwa dunia selalu lebih rumit daripada teori yang kita gunakan untuk menjelaskannya. Itu sebabnya saya selalu merasa belum lulus dari sekolah ketidaktahuan. Belum selesai juga bodohnya," katanya.

Latar belakang pendidikan Chatib memang sangat kuat di bidang ekonomi. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia (UI) dengan dukungan beasiswa, kemudian melanjutkan studi magister ekonomi pembangunan dan meraih gelar Ph.D bidang ekonomi di Australian National University.

Selepas menyelesaikan pendidikan S3, Chatib aktif sebagai asisten peneliti di Departemen Ekonomi, Research School of Pacific and Asian Studies dari tahun 1994 hingga 2001.

Data dari Harvard menunjukkan ia pernah menjabat Ash Center Senior Fellow di Harvard Kennedy School, Pacific Leadership Fellow di UC San Diego, NTUC Professor di RSIS-NTU Singapura, serta Thee Kian Wie Distinguished Visiting Professor di Australian National University.

Di ranah lembaga internasional, Chatib mengemban tugas sebagai Co-Chair of the Pandemic Fund untuk World Bank yang didukung oleh WHO. Ia juga menjadi anggota Governing Board di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS).

Selain itu, kepakarannya dalam perdagangan internasional dan makroekonomi membuatnya dipercaya masuk dalam berbagai dewan penasihat dunia. Beberapa di antaranya meliputi World Bank Advisory Council on Gender and Development, serta Independent High-Level Expert Group on Climate Finance untuk COP.

Kiprah di Pemerintahan dan Sektor Korporasi

Langkah Chatib di sektor publik dimulai sejak tahun 2004 saat menjadi penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Kariernya terus menanjak hingga menjadi Wakil Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010), Sherpa Summit G-20 di Washington (2008), dan Wakil Ketua Komite Ekonomi Presiden (2010-2012).

Puncak karier birokrasinya tercapai saat ia ditunjuk memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sebelum akhirnya diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia periode Mei 2013 hingga Oktober 2014.

Di luar pemerintahan, Chatib juga memiliki portofolio luas di sektor swasta dan konsultan. Ia tercatat pernah menjadi Komisaris Independen di PT Astra International, PT Semen Gresik, PT Astra Otoparts, PT Indika Energy Tbk, serta Direktur Non-Eksekutif Independen di Axiata Group Bhd pada rentang tahun 2005 hingga 2012.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed