Buku Musik Tidak Salah Ketik Mengapa Ada Nada yang Memakai Tanda Pugar dan Kres

Smallest Font
Largest Font

Banyak pemula kebingungan saat melihat simbol seperti pagar atau huruf b kecil di tengah baris notasi, sehingga muncul pertanyaan "kenapa ada nada yang pakai tanda pugar" atau kres dalam sebuah lagu. Lembaran musik Anda tidak salah cetak, melainkan sedang menggunakan tanda kromatis musik untuk mengubah ketinggian nada bawaan.

Memahami tanda aksidental atau kromatis ini adalah kunci utama agar Anda bisa membaca notasi dengan akurat tanpa salah menebak nada dasar. Artikel ini akan membedah definisi, sejarah unik di balik warnanya, hingga panduan praktis menerapkan simbol-simbol tersebut dalam sebuah komposisi musik.

Secara harfiah, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan kata kromatis sebagai sesuatu yang berkenaan dengan warna, atau menurut tangga nada yang turun dan naik setengah nada. KBBI juga menyerap istilah asing accidentals menjadi kata Aksidental dalam pembendaharaan bahasa kita.

Dalam dunia seni musik sendiri, nada dasar yang kita kenal pada umumnya berjumlah 7 nada utama. Namun, tanda kromatis musik atau aksidental hadir sebagai tanda khusus untuk menunjukkan adanya perubahan, kenaikan, penurunan, atau pengembalian nada ke bentuk semula.

Kroma berarti warna. Pada masa lalu, apabila seorang memainkan sebuah nada dengan 100 cent atau setengah nada lebih tinggi, nada yang dinaikkan itu diberi warna merah, dan jika ia ingin menurunkan nada tersebut 100 cent atau setengah nada, diberi warna biru. Sekarang warna-warna tersebut tidak digunakan lagi dan digantikan dengan tanda warna atau tanda kroma.

Kutipan di atas disampaikan oleh N. Simanungkalit dalam buku Teknik Vokal Paduan Suara (2008: 17). Nilai 100 cent dalam sistem akustik musik modern memang setara dengan jarak setengah nada, yang menjadi landasan pergerakan tangga nada kromatis.

Simbol Utama Aksidental yang Wajib Anda Kuasai

Dalam praktik menulis atau membaca notasi, kita tidak lagi menggunakan tinta merah atau biru seperti musisi abad pertengahan. Sebagai gantinya, para komposer menggunakan simbol grafis khusus yang disisipkan tepat di depan nota yang ingin diubah.

Arti Simbol Kres (Sharp)

Simbol kres menyerupai tanda pagar (#) dalam pengetikan modern. Jika Anda melihat simbol ini, maka Anda harus menaikkan nada tersebut sebanyak setengah nada atau 100 cent dari posisi asalnya.

Arti Simbol Mol (Flat)

Kebalikan dari kres, simbol mol menyerupai huruf b kecil yang sedikit lancip di bagian bawahnya. Fungsi utamanya adalah menurunkan pitch dari suatu nada sebanyak setengah nada penuh.

Fungsi Tanda Pugar (Natural)

Tanda pugar memiliki bentuk seperti kotak terbuka dengan dua garis vertikal yang menonjol. Simbol ini berfungsi membatalkan efek kres atau mol yang sudah berjalan sebelumnya, mengembalikan nada ke kondisi naturalnya.

Untuk memudahkan Anda membandingkan karakteristik visual dan fungsi matematis dari setiap simbol aksidental ini, mari perhatikan rangkuman data berikut ini.

Karakteristik dan Efek Nilai Jarak Nada pada Tanda Aksidental
Nama Tanda KromatisBentuk Visual SimbolPerubahan Jarak Nada
Kres (Sharp)#+100 cent (Naik setengah)
Mol (Flat)b-100 cent (Turun setengah)
Pugar (Natural)0 cent (Kembali semula)

Panduan Menggunakan Tanda Kromatis dalam Teks Lagu

Membaca simbol ini di atas kertas membutuhkan ketelitian langkah demi langkah agar tidak menghasilkan nada yang sumbang saat dimainkan. Dari pengalaman saya menangani aransemen paduan suara, banyak pemula terjebak karena tidak tahu batas berlakunya sebuah tanda aksidental.

Ikuti urutan langkah logis di bawah ini untuk mengidentifikasi dan memainkan perubahan nada dengan benar saat membaca teks lagu.

  1. Periksa Tanda Mula di Awal Garis Paranada: Sebelum membaca baris musik, lihat apakah ada simbol kres atau mol yang bertumpuk di sebelah lambang kunci g atau kunci f. Jika ada, berarti seluruh nada tersebut di sepanjang lagu otomatis berubah.
  2. Temukan Aksidental Insidental di Dalam Birama: Jika simbol kres atau mol muncul mendadak di tengah lagu, perhatikan nota yang tepat berada di belakang simbol tersebut. Lakukan penyesuaian pitch secara instan.
  3. Terapkan Aturan Batas Birama: Ingat bahwa tanda aksidental insidental hanya berlaku untuk nota yang sama di dalam satu kotak birama yang sama. Begitu melewati garis pembatas birama, efek simbol tersebut otomatis hangus.
  4. Cari Tanda Pugar untuk Pembatalan Cepat: Jika komposer ingin membatalkan efek kres di tengah birama yang sama, mereka akan menulis tanda pugar. Di sinilah jawaban mengapa fungsi tanda pugar sangat krusial sebagai penghenti instruksi sebelumnya.
Cara Membaca Not Balok Dengan Mudah Untuk Pemula Tanda Accidental | Galastick Lesson

Kesalahan Umum Saat Membaca Simbol Kromatis

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, pemula kerap keliru mengartikan arti simbol pagar dalam teks lagu pop sebagai tanda chord, padahal pada not balok fungsinya murni sebagai pengubah tinggi nada. Mereka juga sering lupa mengembalikan nada ke posisi natural setelah berganti birama baru.

Kesalahan lain yang jamak terjadi adalah tertukarnya arah pembacaan. Penulis buku Teknik Termudah Menulis dan Membaca Not Balok, Soewito M., D. S., mengingatkan dalam karyanya bahwa posisi penulisan simbol aksidental pada garis paranada harus sejajar dengan letak kepala not balok tersebut, bukan ditaruh sembarangan di atas atau di bawahnya.

Membiasakan mata melihat perubahan interval 100 cent ini membutuhkan latihan pendengaran yang konsisten. Dengan memahami fungsi aksidental pada not balok secara mendalam, Anda tidak akan lagi bingung melihat perubahan melodi yang dinamis dalam lembaran musik.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed