TNI Tumpas Gerombolan DI TII Jawa Barat Lewat Operasi Pagar Betis

Smallest Font
Largest Font

Tentara Nasional Indonesia bersama masyarakat berhasil menumpas tuntas pemberontakan Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia di Jawa Barat lewat strategi taktis militer. Keberhasilan penumpasan gerombolan pimpinan Kartosuwiryo ini dipastikan setelah pengepungan masif yang berlangsung sejak 7 Agustus 1949 resmi berakhir pada 4 Juni 1962. Operasi militer berskala besar ini sukses merebut kembali seluruh wilayah kekuasaan Darul Islam.

Aparat keamanan juga berhasil memblokade pangkalan utama gerombolan yang selama bertahun-tahun merugikan masyarakat di wilayah Priangan Timur. Latar belakang pemberontakan ditii ini berawal dari pertemuan Kartosuwiryo dengan Panglima Laskar Sabilillah dan Raden Oni Syahroni pada awal tahun 1948. Pertemuan tersebut menjadi cikal bakal gerakan yang merongrong kedaulatan Republik Indonesia di wilayah Jawa Barat.

Pemerintah merespons ancaman keamanan tersebut dengan mengeluarkan Peraturan Nomor 59 Tahun 1948 untuk penumpasan DI/TII. Kodam III/Siliwangi kemudian menjadikan tahun 1958 sebagai momentum kebangkitan pemikiran untuk pemulihan keamanan secara menyeluruh.

Konsep Perang Wilayah disahkan melalui Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 yang merupakan manifestasi dari Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 30 Ayat 1. Strategi ini memadukan kekuatan militer profesional dengan keterlibatan warga dalam operasi pagar betis secara langsung.

Tahapan Perencanaan Operasi Siliwangi

TNI menerapkan sejumlah rencana operasi yang terukur untuk meredam mobilitas musuh. Penyesuaian taktik ini dilakukan karena gerombolan kerap bergerak masuk keluar hutan di daerah pegunungan.

  • Rencana Pokok 211 (RP 211): Dirancang secara khusus dengan fokus utama untuk membatasi gerak dari lawan di lapangan.
  • Rencana Operasi 212 (RO 212): Dikeluarkan pada 1 Desember 1959 guna menyesuaikan mobilitas taktis dari pasukan DI/TII.
  • Rencana Operasi 2121 (RO 2121): Diluncurkan pada Februari 1961 sebagai program percepatan dari RO 212 sebelumnya.

Peluncuran RO 2121 berhasil memotong target penyelesaian pemulihan keamanan di Jawa Barat secara signifikan. Target penumpasan yang awalnya diprediksi selesai pada tahun 1965 berhasil dipercepat menjadi tahun 1962.

Keterlibatan Warga dan Tokoh Agama

Sejarah ditii jawa barat mencatat bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari dukungan penuh tokoh masyarakat lokal. Para ulama di wilayah terdampak sepakat membantu pemerintah demi mengembalikan kedamaian daerah. Dukungan tersebut konkret dengan dibentuknya Badan Musyawarah Alim Ulama (BMAU) pada 18 Maret 1957. Pembentukan badan ini berlangsung di Gedung Mitra Batik Tasikmalaya dan menjadi motor penggerak perlawanan rakyat terhadap ideologi radikal gerombolan.

Operasi Pagar Betis Strategi Brutal yang Mengakhiri DI TII Tahun 1962 | Teluk Bone
Masyarakat bersama TNI kemudian membuat barisan rapat yang mengepung wilayah pegunungan yang disinyalir menjadi tempat persembunyian musuh. Pola pagar betis ini menutup ruang logistik dan komunikasi gerombolan hingga mereka kelaparan dan menyerah.

Daftar Wilayah Pengepungan Operasi Militer

Pengepungan taktis dilakukan di berbagai titik strategis yang menjadi basis pertahanan gerombolan Kartosuwiryo. Berikut adalah data wilayah operasi militer yang dihimpun selama masa penumpasan.

Kombinasi taktik pergerakan pasukan dan pembatasan logistik memaksa sisa-sisa pasukan pemberontak turun gunung. Kemenangan mutlak ini memastikan kembalinya stabilitas keamanan bagi warga Jawa Barat setelah belasan tahun berada dalam bayang-bayang teror gerombolan.

Data Wilayah Utama Pelaksanaan Operasi Pagar Betis
NoNama Wilayah OperasiCakupan Area Spesifik
1Gunung GeberSektor Pertahanan Barat
2Gunung GalunggungKabupaten Tasikmalaya
3Priangan TimurTasikmalaya dan Ciamis

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow