Masih Layakkah Meminang Xiaomi Black Shark 4 untuk Gaming di Tahun 2026
Keputusan meminang Xiaomi Black Shark 4 untuk kebutuhan gaming di tahun 2026 mungkin memicu keraguan besar mengingat usia perangkat ini yang tidak lagi muda. Saya melihat banyak gamer masih melirik perangkat ini karena daya pikat tombol trigger fisik dan harganya yang makin terjangkau kok. Namun, apakah spesifikasi yang diusungnya masih mampu melibas game berat masa kini atau justru sudah keteteran?
Mari kita bedah secara kritis dan objektif.
Xiaomi Black Shark 4 mengandalkan chipset Snapdragon 870 yang dikombinasikan dengan sistem pendinginan yang telah ditingkatkan. Chipset ini merupakan versi penyempurnaan dari lini legendaris terdahulu yang dikenal memiliki stabilitas suhu sangat baik.
Berdasarkan data teknis, kapasitas pendinginan pada perangkat ini dirancang 30% lebih tinggi dibanding model pendahulunya.
Peningkatan efisiensi termal ini terjadi berkat penerapan sistem pendinginan independen yang dipasang secara terpisah pada komponen chip 5G, SoC, dan juga chip pengisian daya.
Langkah desain ini terbukti krusial untuk mencegah penurunan performa atau throttling saat Anda bermain game dalam durasi panjang. Suhu yang terjaga membuat frame rate tetap stabil tanpa gangguan stuttering yang menjengkelkan lho. Namun, saya harus mengingatkan bahwa Snapdragon 870 bukanlah chipset flagship modern untuk standar tahun 2026.
Anda tetap bisa memainkan game kompetitif dengan lancar, tetapi jangan harap bisa menyentuh pengaturan grafis rata kanan pada game open-world generasi terbaru.
Jika Anda mengincar performa yang lebih buas untuk melibas arsitektur game yang lebih kompleks, melirik saudaranya yaitu Black Shark 4 Pro yang dipersenjatai Snapdragon 888 mungkin menjadi opsi yang lebih logis, meski tentu ada konsekuensi suhu yang lebih panas.
Sensasi Layar Super Amoled 144 Hz dan Responsivitas Tinggi
Sektor visual menjadi salah satu daya tarik utama dari ponsel gaming ini.
Xiaomi Black Shark 4 dibekali panel Super Amoled berukuran 6,7 inci yang mampu menyajikan kontras warna yang pekat. Layar berukuran 6,7 inci ini sudah mendukung taut rafraîchissement atau refresh rate hingga 144 Hz.
Kelebihannya, refresh rate 144 Hz ini tidak bersifat kaku karena Anda dapat mengubahnya secara manual ke opsi 60, 90, atau 120 Hz sesuai kebutuhan penggunaan untuk menghemat daya baterai. Fleksibilitas ini sangat menyenangkan menurut saya.
Sebab, tidak semua aplikasi atau game di luar sana sudah mendukung optimasi hingga 144 Hz. Satu hal yang membuat layar perangkat ini terasa begitu istimewa bagi para pemain game kompetitif adalah tingkat sampel sentuh atau touch sampling rate yang mencapai angka 720 Hz. Angka 720 Hz ini menjamin respons yang sangat instan.
Setiap ketukan atau geseran jari Anda di atas permukaan panel Super Amoled 6,7 inci ini akan langsung diterjemahkan menjadi aksi di dalam game tanpa penundaan yang berarti.
Dalam skenario game tembak-menembak, respons sekian milidetik ini sering kali menjadi penentu antara kemenangan dan kekalahan.
Sistem Pengisian Daya Ekstrem 120 Watt
Urusan manajemen daya pada Xiaomi Black Shark 4 patut mendapatkan apresiasi tersendiri.
Ponsel ini menggendong baterai dengan kapasitas sebesar 4500 mAh. Kapasitas 4500 mAh mungkin terasa standar untuk ukuran perangkat gaming saat ini.
Namun, konfigurasi sistem pengisian dayanya sangat mengagumkan. Xiaomi menyematkan teknologi charger dengan daya pengisian daya baterai hingga 120 W.
Berdasarkan data pengujian yang dilaporkan oleh GSMArena, charger 120 W ini mampu mengisi baterai berkapasitas 4500 mAh dari kondisi kosong hingga terisi penuh dalam waktu pengisian daya penuh sekitar 15 menit saja. Waktu pengisian sekitar 15 menit ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa memanjakan pengguna. Anda hanya perlu meninggalkan ponsel sejenak untuk membuat kopi, dan ketika kembali, baterai sudah siap digunakan bertempur lagi.
Kecepatan ini mereduksi dampak negatif dari kapasitas baterai yang hanya 4500 mAh tersebut.
Meskipun demikian, ada harga yang harus dibayar dari teknologi pengisian kilat ini. Proses transfer daya 120 W berpotensi menghasilkan panas berlebih jika lingkungan sekitar Anda kurang kondusif. Untungnya, keberadaan pendinginan independen pada chip pengisian daya yang tadi saya sebutkan cukup membantu meredam risiko panas ekstrem tersebut.
Kemampuan Kamera dan Sisi Kekurangan Perangkat
Sebagai perangkat yang lahir dengan DNA gaming yang kental, sektor fotografi jelas bukan menjadi fokus utama pengembangan Xiaomi Black Shark 4.
Ponsel ini dilengkapi dengan konfigurasi kamera yang tergolong minimalis untuk standar masa kini. Kamera utama pada perangkat ini mengusung resolusi sebesar 48 megapiksel.
Kamera utama 48 megapiksel ini masih bisa diandalkan untuk sekadar mengabadikan momen sehari-hari dalam kondisi pencahayaan yang ideal atau terang. Detail foto yang dihasilkan cukup baik dengan reproduksi warna yang tidak terlalu mengecewakan.
Namun, situasi akan berbanding terbalik ketika Anda mencoba mengambil foto dalam kondisi pencahayaan yang temaram atau low-light. Sinyal noise akan mulai bermunculan dan ketajaman gambar akan menurun drastis. Ketidakhadiran fitur penstabil gambar berbasis optik atau OIS membuat Anda harus menjaga tangan tetap stabil agar foto tidak buram.
Hal ini menegaskan bahwa perangkat ini memang dirancang murni untuk bermain game, bukan untuk kebutuhan konten kreator visual.
Berikut adalah ringkasan perbandingan spesifikasi mekanis antara kedua varian dalam keluarga seri ini berdasarkan data dari GSMArena.
| Komponen Spesifikasi | Xiaomi Black Shark 4 | Xiaomi Black Shark 4 Pro |
|---|---|---|
| Chipset / Prosesor | Snapdragon 870 | Snapdragon 888 |
| Kamera Utama | 48 megapiksel | – |
| Kapasitas Baterai | 4500 mAh | 4500 mAh |
| Daya Pengisian Ulang | 120 W | 120 W |
| Waktu Isi Daya Penuh | 15 menit | 15 menit |
| Ukuran Layar | Super Amoled 6,7 inci | Super Amoled 6,7 inci |
| Touch Sampling Rate | 720 Hz | 720 Hz |
Selain masalah kamera, kekurangan lain yang perlu Anda perhatikan adalah bobotnya yang cukup tebal dan berat.
Desain bodi yang bongsor ini merupakan konsekuensi dari penempatan komponen pendingin internal yang masif serta mekanisme tombol trigger fisik. Bagi sebagian orang, penggunaan dalam jangka waktu lama tanpa istirahat dapat membuat pergelangan tangan terasa cepat lelah sih.
Sistem antarmuka bawaannya juga dipenuhi dengan berbagai visual animasi gaming yang mungkin terasa terlalu ramai bagi pengguna yang menyukai tampilan bersih.
Rekomendasi Akhir
Xiaomi Black Shark 4 tetap menjadi opsi perangkat gaming bekas yang sangat menarik jika Anda bisa mendapatkannya dengan harga yang rasional. Kombinasi layar Super Amoled 144 Hz yang responsif, trigger fisik mekanis, serta charger 120 W yang mampu mengisi penuh daya dalam waktu sekitar 15 menit adalah paket fitur yang jarang ditemukan pada ponsel kelas menengah keluaran terbaru. Perangkat ini sangat cocok bagi gamer dengan anggaran terbatas yang memprioritaskan kenyamanan kendali fisik dan kecepatan pengisian daya di atas segalanya.
Namun, bagi Anda yang mencari kemampuan kamera mumpuni untuk dokumentasi harian atau menginginkan dukungan pembaruan sistem operasi jangka panjang, ponsel gaming tua ini jelas bukan pilihan yang bijak karena masa dukungannya yang sudah habis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow