Alumni LPDP Berbagi Tips Hadapi Wawancara Beasiswa
Tahapan wawancara seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menuntut para pelamar untuk menunjukkan kejujuran serta autentisitas diri daripada sekadar mengejar jawaban sempurna. Hal itu disampaikan oleh alumni LPDP, Rosi Setyo Nugroho, dalam acara MyAmerica MyStory di Jakarta pada Jumat (13/6/2026), dilansir dari Detikcom.
Penilaian utama dalam proses ini bertumpu pada kemampuan kandidat untuk meyakinkan pewawancara mengenai tujuan studi dan komitmen mereka. Rosi Setyo Nugroho yang merupakan lulusan NYU Robert F Wagner Graduate School of Public Service menegaskan bahwa sikap apa adanya menjadi modal krusial.
"Kejujuran adalah kuncinya," ujar Rosi Setyo Nugroho.
Ketidaktahuan terhadap materi tertentu di luar bidang studi dinilai lebih baik diakui secara terbuka daripada memalsukan informasi. Pewawancara kadangkala memberikan pertanyaan acak, seperti topik rantai pasok global kepada pelamar berlatar belakang kesehatan, guna menguji respons kandidat.
"Jika Anda tidak tahu, mengatakan 'saya tidak tahu' dengan baik jauh lebih baik," kata Rosi Setyo Nugroho.
Sikap mau belajar lebih dihargai oleh tim penguji dibandingkan dengan jawaban yang manipulatif. Keselarasan informasi juga menjadi poin penting karena pewawancara melakukan verifikasi silang antara jawaban lisan dengan esai serta dokumen pendaftaran yang telah dikirimkan sebelumnya.
"Ketika Anda membuat kebohongan, Anda akan membuat kebohongan yang lain," ujar Rosi Setyo Nugroho.
Tim penguji LPDP yang telah menghadapi ribuan peserta memiliki keahlian untuk mendeteksi ketidaksesuaian argumen. Oleh karena itu, pelamar disarankan menjaga konsistensi antara pengalaman masa lalu, tujuan program magister atau doktor, serta rencana kontribusi nyata pascapendidikan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow