Alur Siklus Akuntansi Mengapa Transaksi Keuangan Harus Masuk Jurnal Dahulu

Smallest Font
Largest Font

Sebelum dicatat di buku besar akuntansi biasanya transaksi akan dicatat terlebih dahulu ke dalam jurnal umum atau jurnal khusus berdasarkan bukti transaksi yang sah. Langkah awal ini sangat krusial agar seluruh aktivitas keuangan terekam secara kronologis dan tidak ada yang terlewat. Banyak pemilik bisnis pemula mengabaikan tahap ini karena dianggap merepotkan dan memilih langsung melompat ke buku besar.

Kesalahan tersebut fatal.

Berdasarkan pengalaman saya menangani sistem keuangan perusahaan dagang, langsung mengisi buku besar tanpa rekam jejak jurnal akan membuat pelacakan eror menjadi mimpi buruk saat audit. Siklus akuntansi berjalan secara berulang dalam setiap periode akuntansi, yang umumnya berdurasi bulanan, triwulanan, atau tahunan.

Urutan siklus akuntansi yang benar menuntut ketelitian tinggi sejak hari pertama transaksi terjadi. Jangan sampai terbalik.

Proses ini berfungsi mengubah transaksi harian menjadi laporan keuangan untuk analisis dan pengambilan keputusan bisnis, serta memastikan transaksi tercatat berdasarkan urutan waktu, bukti transaksi, dan jenis akun yang sesuai.

1. Analisis Bukti Transaksi

Setiap kali ada uang keluar atau masuk, Anda harus mengumpulkan buktinya seperti nota, faktur, atau kuitansi.

Periksa keaslian dan nominalnya secara jeli.

2. Pencatatan ke Dalam Jurnal

Inilah jawaban dari pertanyaan pembaca mengenai tahapan sebelum masuk buku besar.

Semua bukti yang valid langsung dimasukkan ke jurnal.

Pencatatan ini memisahkan posisi debit dan kredit secara berpasangan.

3. Posting ke Buku Besar

Setelah selesai dijurnal, barulah saldo dipindahkan ke masing-masing akun di buku besar.

Langkah ini merupakan tahapan akuntansi setelah jurnal umum yang wajib dilewati.

Apa Perbedaan Jurnal dan Buku Besar dalam Praktik Lapangan

Memahami apa perbedaan jurnal dan buku besar sangat penting agar Anda tidak bingung saat menyusun pembukuan.

Jurnal bertindak sebagai buku harian tempat mencatat segala kejadian secara urut waktu tanpa memandang jenis akunnya. Sebaliknya, buku besar berfungsi mengelompokkan catatan tersebut. Menurut Accountingtools, menyatakan bahwa buku besar adalah merupakan suatu kumpulan kode akun dalam akuntansi yang bertujuan untuk merangkum seluruh transaksi yang terjadi dalam menjalankan bisnis.

Buku besar juga disebut sebagai tahap terakhir dalam pencatatan akuntansi (book of final entry) yang menggabungkan dan mengklasifikasikan data dari jurnal.

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, perbedaan mendasar keduanya terletak pada fungsi analisis versus fungsi ringkasan. Berikut adalah tabel ringkasan untuk mempermudah pemahaman Anda:

Perbandingan Karakteristik Fungsi Jurnal dan Buku Besar Akuntansi
KarakteristikJurnal UmumBuku Besar
Sifat PencatatanKronologis harianTempat pengelompokan akun
Urutan ProsesTahap pertamaTahap kedua setelah jurnal
Sumber DataBukti transaksi asliData dari jurnal

Panduan Langkah Demi Langkah Cara Membuat Buku Besar Perusahaan Dagang

Untuk mempermudah proses pemindahan, Anda perlu mengikuti instruksi teknis yang terstruktur.

Gunakan langkah-langkah logis berikut ini dalam operasional harian Anda.

DASAR AKUNTANSI : Buku Besar | Nurhaflah Soraya
  1. Siapkan jurnal umum atau jurnal khusus yang sudah selesai diisi pada periode berjalan dan pastikan total debit-kreditnya seimbang.
  2. Buat lembar akun buku besar terpisah untuk setiap kode akun, misalnya akun kas, piutang, utang, hingga modal.
  3. Pindahkan tanggal transaksi dari jurnal ke kolom tanggal yang tersedia di dalam lembar akun buku besar tujuan.
  4. Masukkan nominal angka debit atau kredit dari jurnal ke kolom debit atau kredit di buku besar secara konsisten.
  5. Hitung saldo akhir secara kumulatif setiap kali ada mutasi data baru yang masuk ke akun tersebut.

Dari pengalaman saya, jumlah akun yang dicatat dalam buku besar dapat berbeda-beda antarperusahaan, tergantung pada kekayaan, keuangan, jenis kegiatan bisnis, volume transaksi, dan kebutuhan informasi khusus perusahaan.

Perusahaan berskala besar biasanya membutuhkan detail yang lebih mendalam.

Oleh karena itu, gunakan Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger) yang merupakan akun tambahan berbentuk kumpulan kartu atau buku untuk mengelompokkan informasi secara lebih rinci terkait akun utang, piutang, atau persediaan barang dagang yang tidak tercermin secara detail di buku besar utama.

Informasi pengelolaan laporan keuangan ini bertujuan edukatif. Terapkan prinsip akuntansi secara hati-hati sesuai dengan regulasi standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

Melakukan pencatatan jurnal dengan disiplin tinggi merupakan kunci utama menghasilkan buku besar yang bersih dan bebas dari selisih angka.

Pastikan setiap transaksi harian memiliki dokumen pendukung yang valid sebelum dilakukan penjurnalan, guna menghindari masalah saat dilakukan pemeriksaan atau audit berkala oleh tim internal maupun eksternal perusahaan.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow