BRIN Kembangkan Limbah Rimpang Jahe Menjadi Biobriket Berkualitas

Smallest Font
Largest Font

Peneliti dari Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Anny Sulaswatty beserta tim sukses mengolah limbah rimpang jahe (Zingiber officinale) menjadi biobriket berkualitas tinggi. Inovasi ramah lingkungan ini diproyeksikan untuk mendukung masa transisi menuju energi bersih, seperti dikutip dari Detikcom.

Bahan baku energi alternatif ini berasal dari limbah padat sisa proses hidrodistilasi rimpang jahe yang diekstrak menjadi bahan bakar padat. Selanjutnya, ampas tersebut melewati fase karbonisasi sebelum dicetak memakai beragam jenis perekat.

"Melalui proses pirolisis, limbah ini dapat ditingkatkan kualitasnya" tuturnya Prof Anny dalam laman BRIN dikutip Sabtu (11/7/2026).

Tim riset mendeteksi bahwa variasi bahan perekat memengaruhi karakteristik fisik, mekanik, serta termal dari biobriket yang dihasilkan. Parameter ini mencakup kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, karbon tetap, densitas, kuat tekan, laju pembakaran, dan nilai kalor.

"Melalui optimasi jenis perekat, penelitian ini bertujuan menghasilkan biobriket yang memenuhi standar mutu bahan bakar padat. Memiliki performa pembakaran yang stabil, serta berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai tambah," jelasnya.

Prosedur pembuatan dimulai dengan mengeringkan limbah penyulingan jahe, lalu dilanjutkan ke proses karbonisasi demi menghasilkan biochar. Arang hayati tersebut kemudian dikombinasikan dengan aneka jenis perekat, dicetak, dan diuji karakteristiknya.

Proses karbonisasi terbukti mampu menaikkan kadar karbon, merekayasa gugus fungsi permukaan, sekaligus membentuk struktur biochar yang memiliki lebih banyak pori. Pemilihan formula perekat yang akurat menghasilkan kepadatan serta kekuatan mekanik biobriket yang optimal.

Pemanfaatan inovatif ini menjadi jalan keluar atas penumpukan sisa produksi penyulingan jahe yang berisiko mencemari ekosistem sekitar. Melalui sentuhan teknologi, sisa bahan baku herba tersebut kini bertransformasi menjadi sumber energi padat terbarukan.

Prof Anny berharap riset ini menjadi fondasi kuat dalam mempercepat hilirisasi teknologi pemanfaatan limbah biomassa di Indonesia. Sistem ini berpotensi diterapkan pada klaster produksi minyak atsiri, industri jamu herbal, hingga sektor UMKM yang memproduksi limbah jahe skala besar.

"Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan limbah secara optimal, memperkuat implementasi ekonomi sirkular, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia," harapnya.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow