Buku Jurnalistik 2019 Bongkar Alasan Mengapa Berita Harus Bersifat Faktual

Smallest Font
Largest Font

Saya sering kali gemas melihat tumpukan informasi di media sosial yang isinya cuma opini tanpa dasar yang jelas. Bagi saya pribadi, memahami kata kunci arti faktual adalah benteng pertama agar kita tidak gampang terseret arus hoaks.

Ketika membaca sebuah informasi, kita sering kali disodori klaim sepihak yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Tulisan yang baik harus berpijak pada kenyataan yang solid, bukan sekadar karangan indah yang menghibur pembaca saja.

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia literasi, saya menilai pemahaman mengenai sifat ini sangat krusial. Mari kita bedah secara mendalam apa makna sebenarnya dari sifat penting yang satu ini.

Secara mendasar, istilah ini bukan sebuah konsep abstrak yang maknanya bisa kita raba-raba sendiri secara bebas. Berdasarkan informasi resmi dari database utama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring yang mengacu pada KBBI Daring Edisi III, arti faktual adalah berdasarkan kenyataan atau mengandung kebenaran.

Artinya, apa pun yang disebut dengan istilah ini tidak boleh melenceng dari apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Kita tidak bisa menambahkan asumsi pribadi ke dalamnya.

Penjelasan ini diperkuat oleh Direktorat SMP Kemdikbud yang menegaskan bahwa istilah tersebut berarti bukan berdasarkan imajinasi atau khayalan belaka. Sesuatu yang khayalan jelas masuk ranah fiksi, bukan realitas.

Faktual berarti semua informasi yang disajikan harus mengacu pada kejadian nyata yang bisa diverifikasi oleh siapa saja secara terbuka.

Melalui buku berjudul Kemahiran Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi yang diterbitkan pada tahun 2021, Yunus Abidin, dkk juga memberikan pandangan yang sejalan. Menurut mereka, arti dari istilah ini adalah sesuai dengan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.

Jadi, tanggung jawab seorang penulis tidak main-main saat menyematkan sifat ini pada karyanya. Ada beban moral dan metodologis yang wajib dipenuhi.

Mengapa Berita Harus Bersifat Faktual dalam Dunia Jurnalistik?

Dalam industri media, sifat ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar sama sekali oleh redaksi. Pertanyaan kritis seperti "mengapa berita harus bersifat faktual?" sering kali diajukan oleh masyarakat yang mulai meragukan kredibilitas media massa saat ini.

Jawaban mendasar atas pertanyaan tersebut bisa kita temukan dalam buku Jurnalistik Dasar: Jurus Jitu Menulis Berita, Feature Biografi, Artikel Populer, dan Editorial. Buku ini ditulis oleh Khoirul Muslimin dan diterbitkan pada tahun 2019 lalu.

Pada halaman 36 di buku tersebut, Khoirul Muslimin menjelaskan bahwa berita harus disusun berdasarkan fakta dan peristiwa asli atau faktual. Tanpa adanya peristiwa asli, sebuah tulisan tidak layak disebut sebagai produk jurnalistik komersial.

Mari kita lihat perbandingan istilah kebahasaan ini agar kita tidak salah kaprah dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Perbandingan Konsep Informasi Berdasarkan Literatur Bahasa dan Jurnalistik
Konsep SifatSumber AtribusiInti Definisi Kebahasaan
FaktualKBBI Daring Edisi IIIBerdasarkan kenyataan atau mengandung kebenaran
PertanggungjawabanYunus Abidin dkk (2021)Sesuai dengan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan
Dasar BeritaKhoirul Muslimin (2019)Disusun berdasarkan fakta dan peristiwa asli
Kesesuaian InformasiAmbar Setyowati dkk (2020)Informasi yang diberikan sesuai dengan fakta

Kekurangan dari teks yang mengabaikan kaidah ini adalah hilangnya kepercayaan publik dalam waktu singkat. Sekali media menyebarkan berita bohong, runtuh sudah reputasi yang dibangun bertahun-tahun.

Memahami Batasan Tegas Antara Faktual dan Aktual

Banyak orang masih bingung dan sering mencampuradukkan kedua istilah ini dalam percakapan sehari-hari. Padahal, ada jurang pemisah yang sangat jelas di antara keduanya.

Untuk memahami maksud dari kedua kata ini, kita bisa berkaca pada analogi waktu dan kejadian sehari-hari. Sesuatu yang nyata belum tentu menjadi perbincangan hangat saat ini juga.

Karakteristik Utama Sifat Faktual

Karakteristik pertama adalah sifatnya yang permanen dan tidak berubah oleh berjalannya waktu. Sebuah peristiwa yang terjadi puluhan tahun lalu tetap berstatus nyata jika didukung bukti sahih.

Sebagai contoh, peristiwa sejarah masa lalu adalah sesuatu yang nyata terjadi. Namun, peristiwa masa lalu tersebut sudah tidak hangat lagi untuk dibahas hari ini.

Karakteristik Utama Sifat Aktual

Di sisi lain, aktual merujuk pada kehangatan dan kebaruan suatu peristiwa yang sedang terjadi sekarang. Informasi ini memiliki kedaluwarsa yang sangat cepat.

Sebagai contoh konkret, sebuah berita mengenai penanganan awal penyakit COVID-19 pada tahun 2023 sudah tidak aktual lagi jika disajikan hari ini tanpa adanya pembaruan data medis terkini.

Fakta dan Opini, Bagaimana Membedakannya? | Bank Soal kejarcita

Penerapan Sifat Nyata dalam Struktur Teks Berita

Teks berita memiliki struktur baku yang membedakannya dengan jenis tulisan fiksi seperti cerpen atau novel roman. Taufiqur Rahman memberikan definisi yang sangat presisi mengenai hal ini.

Dalam bukunya yang berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan yang diterbitkan pada tahun 2018, beliau menuliskan sebuah penegasan penting.

"Teks berita adalah teks yang melaporkan kejadian, peristiwa, atau informasi yang telah atau sedang terjadi."

Pandangan ini diperkuat pula oleh Ambar Setyowati dkk dalam Jurnal Pendidikan Konvergensi yang diterbitkan pada tahun 2020. Mereka menyatakan bahwa sifat ini berarti informasi yang diberikan wajib sesuai dengan fakta di lapangan.

Oleh karena itu, penulisan laporan atau berita tidak boleh menggunakan kalimat yang bersayap atau penuh spekulasi. Struktur teks harus langsung menyampaikan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Berikut adalah beberapa ciri utama yang wajib ada dalam sebuah produk tulisan yang berbasis kenyataan nyata:

  • Sajian data utama berasal dari narasumber kompeten yang kredibel.
  • Tidak memuat opini subjektif atau penilaian sepihak dari penulis.
  • Dapat dibuktikan kebenarannya melalui verifikasi ulang secara langsung.
  • Menggunakan bahasa yang lugas, efektif, dan tidak bertele-tele.

Bagi saya, tulisan yang tidak memenuhi kriteria di atas patut kita pertanyakan keabsahannya. Kita harus menjadi pembaca yang kritis di tengah kepungan informasi.

Menilai sebuah teks berdasarkan data dari Khoirul Muslimin (2019) dan Taufiqur Rahman (2018) memberikan kita pijakan yang kokoh. Sifat nyata bukan sekadar tren penulisan, melainkan fondasi utama dari sebuah kebenaran informasi yang kita konsumsi sehari-hari.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow