Sering Pindah Cabang Kerja Tapi Jabatan Sama? Kenali 4 Contoh Mobilitas Lateral Ini

Smallest Font
Largest Font

Menghadapi mutasi kerja ke kota lain dengan posisi jabatan yang persis sama sering kali menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah perkembangan karier Anda. Banyak profesional merasa bingung ketika mengalami pergeseran posisi yang tidak memberikan kenaikan pangkat maupun peningkatan pendapatan bulanan secara signifikan. Fenomena perpindahan posisi yang sejajar ini dikenal luas sebagai mobilitas lateral dalam ilmu sosiologi dan manajemen sumber daya manusia.

Memahami dinamika pergerakan horizontal ini sangat krusier agar Anda tidak kehilangan motivasi kerja dan mampu memanfaatkan momentum untuk memperluas jangkauan keahlian.

Secara mendasar, apa itu mobilitas lateral merujuk pada perpindahan posisi individu atau kelompok dalam struktur sosial secara horizontal atau sejajar. Berdasarkan data sosiologis yang dilansir oleh Gramedia, pergerakan ini sama sekali tidak mengubah status sosial maupun tingkat ekonomi seseorang secara signifikan.

Dari pengalaman saya menangani berbagai kasus manajemen talenta, banyak pekerja keliru menganggap pergerakan horizontal ini sebagai langkah mundur dalam karier mereka. Padahal, pergerakan ini sangat berbeda dengan pergeseran vertikal naik yang membawa promosi jabatan atau pergeseran vertikal turun yang menurunkan pangkat seseorang.

Mobilitas lateral menguji kelenturan kompetensi seseorang dalam menghadapi ekosistem kerja baru tanpa mengubah derajat sosialnya.

Untuk memahami konsep pergerakan ini secara utuh, para sosiolog terkemuka telah merumuskan definisi mengenai pergerakan sosial secara umum. Sosiolog William Kornblum mendefinisikan mobilitas sosial sebagai perpindahan individu, keluarga, dan kelompok sosial dari satu lapisan ke lapisan sosial lainnya. Sementara itu, Michael S. Bassis mengartikan mobilitas sosial sebagai perpindahan ke atas atau ke bawah lingkungan sosial ekonomi yang mengubah status sosial seseorang.

Pandangan lain dari H. Edward Ransford menyatakan bahwa mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hierarki.

Kimball Young dan Raymond W. Mack mengartikan mobilitas sosial sebagai suatu mobilitas dalam struktur sosial yang mengatur organisasi kelompok sosial. Lebih lanjut, Soejarno Soekanto menyatakan mobilitas sosial ialah gerak dari suatu posisi sosial ke posisi sosial lainnya yang bervariasi.

Terakhir, Robert M.Z. Lawang berpendapat bahwa mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari lapisan satu ke lapisan lain atau dari satu dimensi ke dimensi lainnya.

Berdasarkan kesimpulan para ahli tersebut, terdapat tiga hal pokok menyangkut mobilitas sosial yang patut Anda cermati:

  • Adanya perubahan kelas sosial, baik bergerak ke arah atas maupun ke arah bawah.
  • Fenomena ini dialami oleh manusia secara individu maupun secara kelompok.
  • Adanya dampak sosial terhadap kelas sosial baru yang diperoleh oleh individu tersebut.
Penjelasan Lengkap Mobilitas Sosial | SayaBisa

Empat Contoh Mobilitas Lateral dalam Kehidupan Sehari-hari

Pergerakan horizontal ini dapat termanifestasikan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari penugasan profesional hingga perubahan lokasi geografis tempat tinggal.

Berikut adalah beberapa contoh konkret pergerakan lateral yang jamak ditemui dalam dinamika masyarakat modern:

1. Mutasi Antar Cabang dengan Posisi yang Sama

Seorang manajer operasional bank di Jakarta dipindahkan untuk memimpin kantor cabang baru di Surabaya dengan posisi dan fasilitas yang identik.

Dalam kasus yang sering saya temui, kepindahan ini tidak mengubah tingkat pendapatan ataupun derajat struktural sang manajer di dalam korporasi.

2. Perpindahan Departemen Secara Horizontal

Seorang staf bagian humas atau hubungan masyarakat dialihkan menjadi staf bagian pemasaran digital di dalam satu perusahaan yang sama.

Meskipun rumpun pekerjaannya berubah, tingkat kepangkatan dan golongan gajinya tetap berada pada level staf yang setara.

3. Migrasi Tempat Tinggal ke Kawasan Setara

Seseorang memutuskan untuk pindah rumah dari kompleks perumahan kelas menengah di pinggiran kota ke kompleks perumahan sejenis di kota lain.

Perpindahan geografis ini tidak menaikkan atau menurunkan status ekonomi keluarga tersebut karena nilai lingkungan barunya relatif sama.

4. Pergantian Profesi dengan Gaji Sebanding

Seorang guru mata pelajaran sosiologi di sebuah sekolah menengah atas memutuskan pindah mengajar ke sekolah menengah atas swasta lainnya.

Tindakan ini murni pergeseran lateral karena peran, tanggung jawab instruksional, serta skala pendapatan yang diterima tidak mengalami lonjakan.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Lateral Masyarakat

Mengapa seseorang memilih atau terpaksa mengambil jalur pergerakan horizontal ini dan tidak memilih lompatan vertikal yang lebih menguntungkan? Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial jenis lateral ini, baik yang berasal dari dorongan internal maupun eksternal organisasi.

Memahami akar penyebab ini membantu Anda mengantisipasi arah kebijakan manajemen maupun keputusan pribadi secara lebih matang dan taktis. Berikut adalah tiga faktor utama pendorong pergerakan lateral yang dirangkum dari studi sosiologi Gramedia:

  1. Kebutuhan Finansial dan Ekonomi: Upaya mencari lokasi operasional atau tempat tinggal yang memiliki efisiensi biaya hidup lebih menguntungkan secara keuangan jangka panjang.
  2. Keinginan Mencari Kenyamanan Lingkungan: Dorongan psikologis untuk menghindari kejenuhan kerja atau mencari atmosfer sosial yang lebih kondusif bagi kesehatan mental.
  3. Tuntutan Tugas dan Kebijakan Organisasi: Keputusan mutasi dari manajemen korporasi demi penyegaran organisasi atau pemenuhan kebutuhan tenaga ahli di cabang tertentu.

Panduan Menghadapi Adaptasi Akibat Pergerakan Lateral

Meskipun pergerakan ini tidak menggeser kedudukan ekonomi Anda, fenomena ini tetap membawa tantangan adaptasi lingkungan yang sangat besar. Kesalahan umum yang saya lihat adalah meremehkan proses transisi karena merasa jenis pekerjaan yang dilakukan masih sama seperti sebelumnya. Faktanya, kegagalan beradaptasi dengan budaya lokal atau ritme kerja di tempat baru bisa memicu penurunan performa yang fatal.

Gunakan matriks perbandingan karakteristik pergerakan sosial berikut untuk melihat posisi adaptasi Anda saat ini:

Perbandingan Karakteristik Mobilitas Vertikal dan Horizontal
Karakteristik FaktorMobilitas VertikalMobilitas Lateral Horizontal
Perubahan PendapatanSangat SignifikanRelatif Stabil
Tingkat JabatanBerubah HierarkiTetap Setara
Fokus Utama TantanganTanggung Jawab BaruAdaptasi Lingkungan

Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat menerima keputusan pergeseran sejajar adalah memetakan pemangku kepentingan utama di lingkungan kerja baru. Pelajari budaya komunikasi kelompok lokal karena setiap cabang perusahaan biasanya memiliki sub-budaya unik yang berbeda dengan kantor pusat. Selanjutnya, manfaatkan posisi baru ini sebagai laboratorium gratis untuk memperluas jaringan profesional dan portofolio kerja Anda di berbagai medan lapangan.

Fleksibilitas dalam menyerap ilmu baru di posisi sejajar justru akan menjadi fondasi kokoh ketika peluang promosi vertikal terbuka di masa depan.

Menghadapi pergeseran horizontal memerlukan ketahanan mental yang kuat karena Anda harus membangun reputasi dari awal di hadapan rekan kerja yang baru. Jadikan fase pergerakan lateral ini sebagai instrumen taktis untuk memperkaya diversifikasi keahlian sehingga nilai profesional Anda semakin kompetitif di pasar tenaga kerja terkini.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow