Kemendikdasmen Kembali Gelar Ekshibisi AI pada OSN 2026

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menyelenggarakan cabang Ekshibisi Artificial Intelligence dalam Olimpiade Sains Nasional 2026 di Jakarta pada Kamis (4/6/2026), dilansir dari Detikcom.

Langkah ini diambil oleh pemerintah karena melihat perkembangan teknologi informasi yang bergerak dengan sangat cepat di masyarakat.

"Memang sudah tidak bisa ditunda lagi, dengan mempertimbangkan begitu pesatnya perkembangan teknologi informasi, apalagi terkait dengan kecerdasan artifisial," jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti.

Penyelenggaraan cabang baru ini dipastikan memiliki mekanisme yang berbeda jika dibandingkan dengan sembilan cabang lomba konvensional lainnya.

"Pelaksanaannya berbeda dengan 9 cabang lainnya, yang mana 9 cabang lainnya ini diselenggarakan secara berjenjang. Namun, untuk ekshibisi AI kita lakukan secara terpusat, sehingga pendaftar langsung nanti diseleksi dan akan diambil untuk tingkat nasional," tutur Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono.

Irene memaparkan bahwa Indonesia sebelumnya telah mengirimkan delegasi ke International Olympic Artificial Intelligence 2025 yang diambil dari pemenang OSN Matematika dan Informatika 2024.

"Nah ternyata anak-anak OSN informatika dan matematika ini mempunyai fondasi yang kuat. Fondasi yang cukup untuk bisa bersaing lagi di IOAI. Jadi dua juara yang mendapat medali tahun 2024 kita bina, kita seleksi," jelas Irene.

Sistem seleksi ini kemudian diperbarui sejak tahun lalu agar proses penjaringan peserta berjalan lebih sesuai dengan jalurnya.

"Nah tahun 2025 ketika kita mengadakan Ekshibisi AI, kita mengirimkan untuk tahun 2026 ini. Jadi kita sudah punya calon sendiri nih dari ajang yang sudah sesuai jalurnya," ujarnya.

Puspresnas bersama Kemendikdasmen kini tengah menyusun panduan teknis perlombaan agar para peserta dapat mendalami bidang ini dengan lebih spesifik.

"Jadi ekshibisi AI ini, kami sedang menyusun panduan dan akan kita sosialisasikan. Harapannya sih, paling lambat ya pertengahan bulan Juni kita akan sosialisasikan," ungkap Irene.

Materi ujian dalam ajang ini akan mengacu pada silabus IOAI yang berfokus pada kemampuan penerapan logika dan matematika dalam penyelesaian masalah cerita komputasional.

Materi tersebut meliputi pemikiran komputasional dan logis, pemrograman dengan python, representasi dan visualisasi data, dasar-dasar aljabar, probabilitas, statistika, aljabar linear dan matriks, serta kalkulus dan optimasi.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow