Kemendikdasmen Lepas 50 Guru SMK Magang Tiga Bulan ke Jerman

Smallest Font
Largest Font

Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan pelepasan 50 guru SMA dan SMK penerima program magang ke Jerman di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Dilansir dari Detikcom, para peserta diproyeksikan menjalani pemagangan selama tiga bulan sejak 3 September hingga 20 November 2026. Para peserta berhasil lolos setelah melalui tahapan seleksi ketat selama kurang lebih dua bulan.

Salah satu guru terpilih, Lingga Nurahman yang merupakan tenaga pengajar teknik otomasi industri di SMKN 1 Cilegon, menyampaikan rencana kerjanya usai merampungkan program tersebut. "Pertama, kita akan diseminasikan hal-hal best practice, praktik baik, yang kita pelajari di sana, pada rekan-rekan sejawat, di lingkungan internal maupun eksternal. Di lingkungan internal, terutama di sekolah saya sendiri, SMKN 1 Cilegon," ujar Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon.

Pengajar yang telah mengabdi selama 12 tahun ini berencana memperluas jangkauan pembagian ilmunya ke skala regional hingga nasional. Lingga memproyeksikan transfer pengetahuan tersebut menyasar forum guru teknik ketenagalistrikan serta teknik elektronika se-Banten hingga tingkat se-Indonesia.

"Kemudian dilanjutkan dengan revitalisasi workshop atau bengkel, sehingga bisa minimal mengikuti perkembangan teknologi workshop yang ada di sana. Selanjutnya program teaching factory, yang mana teaching factory ini banyak sekali tantangannya, terutama di SMP jurusan teknik otomasi industri, yang kurang lebih agak berat untuk mengikuti ketertinggalan teknologi dari Jerman," jelas Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon. Lingga juga menyoroti alasan utama minat belajarnya di negara tujuan pemagangan tersebut. Negara Eropa barat itu dinilainya sebagai rujukan utama perkembangan sistem pendidikan vokasi dunia.

"karena Jerman sendiri adalah pusat atau kiblatnya dari pendidikan vokasi dunia. Sehingga saya berharap saya dapat mempelajari berbagai macam teknologi, terutama kontrol otomasi," tutur Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon. Lingga ditempatkan di Technische Universiteit Dresden (TU Dresden) untuk mengikuti magang sekaligus perkuliahan selama 1,5 bulan. Kredit semester yang didapat dari universitas tersebut dapat dikonversikan jika ia melanjutkan jenjang magister di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Secara tidak langsung bisa dikonversi juga ini, sebagai program S2 kerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Jadi konversi ini bisa 1 semester, sehingga nanti bisa dilanjutkan di UNY 1 semester lagi, kemudian sidang tesis," urai Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon. Sebelum dinyatakan lolos keberangkatan, Lingga melakukan serangkaian persiapan teknis maupun administratif secara mandiri.

Tahapan persiapan tersebut melingkupi penguasaan bahasa asing hingga pengumpulan portofolio kompetensi pendukung. "Persiapan-persiapan yang saya lakukan terutama terkait bahasa dulu, ya. Karena kita kan bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, jadi kita perlu persiapan bahasa.

Kemudian persiapan pengumpulan dokumen-dokumen, sertifikat-sertifikat yang perlu dilengkapi karena memang ada persyaratan teknis terkait di bidang saya sendiri otomasi," jelas Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon.

Berbagai sertifikasi teknis telah dilampirkan Lingga saat mendaftar, mencakup sertifikasi Programmable Logic Controller (PLC), elektroakustik hidrolik, dan kontrol otomasi. Selain itu, ia turut menyiapkan kebutuhan logistik pribadi seperti pakaian dan makanan selama menetap di Jerman.

Alokasi peserta magang dibagi menjadi dua kelompok tujuan kemitraan industri dan akademis. Sebanyak 16 guru bidang keahlian mekatronika, elektronika industri, otomasi industri, dan teknik tenaga listrik ditempatkan di FESTO, sedangkan 34 guru bidang konstruksi manufaktur ditempatkan di Dresden University of Technology. Pelaksanaan magang ini mencakup fase pembekalan keberangkatan, pelatihan, praktik observasi mitra, imersi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut usai kembali ke Indonesia. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut berkolaborasi menyediakan bantuan biaya hidup sebesar 1.400 euro atau setara Rp28 juta per bulan bagi setiap peserta untuk mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal, transportasi, dan konsumsi.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed