Akademisi IPB Bantah Kemunculan Uban Tanda Tubuh Lawan Kanker
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Yenny Rachmawati, M Biomed, menepis anggapan yang menyebut kemunculan uban merupakan pertanda tubuh sedang melawan sel kanker. Ia menegaskan warna rambut tidak dapat dijadikan indikator risiko kanker seseorang, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (1/9/2026).
Pernyataan tersebut merespons klaim yang menyebutkan perubahan warna rambut berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh dalam menghentikan pertumbuhan sel kanker.
"Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang," ujar dr Yenny dalam laman IPB University.
Warna rambut manusia pada dasarnya dihasilkan oleh melanosit yang memproduksi pigmen melanin di folikel rambut. Seiring bertambahnya usia, jumlah sel punca melanosit akan berkurang sehingga tubuh kekurangan pigmen dan membuat rambut berwarna putih atau abu-abu.
Anggapan uban berhubungan dengan kanker berawal dari sebuah penelitian pada tahun 2025. Riset tersebut menemukan bahwa kerusakan DNA memiliki dua potensi dampak, yaitu memutihnya rambut atau terbentuknya lesi yang berisiko mengarah pada kanker kulit melanoma.
Meskipun terdapat temuan awal tersebut, bukti ilmiah skala luas hingga kini belum menunjukkan adanya korelasi langsung antara uban prematur dan peningkatan risiko kanker.
"Oleh karena itu, kita tidak perlu mengaitkan kemunculan uban dengan kemampuan tubuh menghentikan kanker. Pemahaman yang tepat ini penting agar kita tidak mengabaikan faktor risiko kanker hanya karena rambut mulai memutih," tutur dr Yenny.
Faktor utama penyebab kemunculan uban adalah usia dan genetik, disusul oleh stres oksidatif, kebiasaan merokok, polusi, serta paparan lingkungan. Selain itu, uban yang muncul lebih dini juga bisa dipicu oleh kekurangan zat besi, defisiensi vitamin B12, gangguan tiroid, atau penyakit autoimun.
Apabila kemunculan uban terjadi sangat cepat pada usia muda dan diiringi indikasi medis lain, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh disarankan untuk mengidentifikasi potensi gangguan nutrisi.
"Pencegahan kanker tetap perlu dilakukan tanpa melihat warna rambut, antara lain dengan pola hidup sehat, menghindari rokok, melindungi kulit dari paparan ultraviolet berlebihan, serta memperhatikan perubahan tahi lalat atau lesi kulit yang mencurigakan," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow