Kenapa Titik Didih Termometer Celsius Berada di Angka 100 Derajat?

Smallest Font
Largest Font

Mengukur suhu dengan termometer Celsius menggunakan ukuran titik beku dan titik didih air sebagai acuan utama dalam menentukan skala derajatnya. Banyak orang sering kali bingung bagaimana pembagian skala ini dibuat dan mengapa angka nol serta seratus dipilih sebagai batas parameter utama. Memahami struktur fundamental dari alat ukur ini sangat penting, baik untuk keperluan edukasi, eksperimen laboratorium, maupun aplikasi praktis sehari-hari.

Skala Celsius yang kita gunakan saat ini tidak serta-merta muncul begitu saja tanpa adanya dasar perhitungan fisik yang matang.

Diusulkan pertama kali pada tahun 1742 oleh ahli astronomi Anders Celsius (1701–1744), sistem ini awalnya memiliki logika yang terbalik dari sekarang. Berdasarkan catatan sejarah, Anders Celsius awalnya mengusulkan titik beku air berada pada angka 100 derajat dan titik didih pada angka 0 derajat.

Dari pengalaman saya mengajar konsep fisika, banyak siswa terkejut mengetahui fakta bahwa skala ini sengaja dibalik agar lebih intuitif bagi pengguna. Pembalikan skala tersebut terjadi pada tahun 1747 atas hasutan Linnaeus atau Daniel Ekström, sehingga 0 derajat menjadi titik beku dan 100 derajat menjadi titik didih.

Sistem ini awalnya dikenal dengan nama centigrade karena pembagian skalanya yang terdiri dari seratus bagian di antara dua titik kecukupan tersebut. Nama centigrade secara resmi diganti menjadi Celsius pada tahun 1948 oleh Konferensi Umum tentang Berat dan Ukuran ke-9 (CR 64). Langkah ini diambil demi menghormati jasa Anders Celsius sekaligus menyelaraskan nomenklatur satuan internasional agar seragam dengan skala suhu lainnya.

Cara Kalibrasi Termometer Celsius Menggunakan Dua Titik Acuan

Membuat atau menguji keakuratan termometer Celsius menggunakan ukuran tetap membutuhkan prosedur kalibrasi yang sangat ketat dan sistematis.

Dalam kasus yang sering saya temui di laboratorium, ketidakakuratan hasil ukur biasanya terjadi karena mengabaikan kondisi tekanan udara sekitar saat kalibrasi. Sebab, desain dasar termometer Celsius mengharuskan titik beku berada pada 0 derajat dan titik didih pada 100 derajat pada tekanan atmosferik standar. Berikut adalah langkah-langkah berurutan untuk melakukan kalibrasi skala termometer Celsius secara presisi di lingkungan terkontrol:

  1. Siapkan wadah berisi es batu murni yang dihancurkan dan campur dengan sedikit air suling untuk membuat fase campuran seimbang.
  2. Celupkan bagian reservoir termometer ke dalam campuran es tersebut, lalu tunggu hingga posisi cairan di dalam pipa kapiler berhenti bergerak.
  3. Tandai posisi ujung cairan tersebut dengan garis halus, yang secara resmi ditetapkan sebagai titik tetap bawah atau 0 derajat Celsius.
  4. Panaskan air suling di wadah terpisah menggunakan pemanas hingga air tersebut mencapai fase mendidih secara sempurna dan konstan.
  5. Pindahkan reservoir termometer ke dalam uap di atas air mendidih, pastikan alat ukur tidak menyentuh langsung dinding dasar wadah.
  6. Tunggu sampai cairan pengisi termometer memuai dan berhenti naik, lalu tandai posisi tertingginya sebagai titik tetap atas atau 100 derajat Celsius.
  7. Bagi jarak antara tanda titik tetap bawah dan titik tetap atas tersebut menjadi 100 bagian yang sama panjang menggunakan penggaris presisi.

Setiap satu bagian dari pembagian seratus celah tersebut merepresentasikan nilai sebesar satu derajat Celsius yang siap digunakan mengukur objek lain.

Definisi resmi saat ini menyatakan 0,01 derajat Celsius berada pada triple point air dan satu derajat adalah 1/273,16 dari perbedaan suhu antara triple point air dan nol absolut.

Karakteristik Fisik dan Batas Pengukuran Suhu Lingkungan

Aplikasi penggunaan termometer Celsius sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografis dan kondisi lingkungan di mana alat tersebut digunakan sehari-hari.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah menggunakan termometer raksa standar untuk mengukur suhu ekstrem di wilayah kutub tanpa memikirkan titik beku cairan raksanya.

Padahal, variasi suhu di muka bumi sangat dinamis dan membutuhkan pemahaman sifat termal yang baik agar instrumen tidak mengalami kerusakan.

  • Daerah tropis memiliki suhu udara tertinggi di muka bumi, sehingga membutuhkan kapasitas ruang muai pipa kapiler termometer yang lebih longgar.
  • Suhu udara akan semakin rendah ke arah kutub, menuntut penggunaan cairan pengisi termometer berupa alkohol karena raksa bisa membeku.
  • Dataran rendah cenderung memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan dataran tinggi atau pegunungan akibat kerapatan molekul udara yang menahan panas.

Fenomena alam ini juga memengaruhi bagaimana cuaca terbentuk di sekitar kita akibat perubahan derajat suhu udara yang terukur.

Semakin tinggi suhu udara, maka penguapan air semakin tinggi, uap air yang ditahan semakin banyak, dan reaksi kimia di udara terjadi lebih cepat. Sebaliknya, semakin rendah suhu udara, kemampuan menahan uap airnya juga rendah sehingga kondisi udara di wilayah tersebut menjadi jenuh.

Ketika mencapai batas maksimum akibat penurunan suhu tersebut, kondensasi atau pengembunan terjadi dan hujan akan turun membasahi permukaan bumi.

Perbandingan Parameter Skala Termometer Celsius dengan Jenis Lain

Untuk memahami posisi ukuran termometer Celsius dalam sains, kita perlu melihat bagaimana perbandingannya dengan skala internasional yang lain.

Melalui perbandingan ini, kita bisa melihat bahwa perbedaan utama terletak pada pemilihan angka untuk titik beku dan titik didih air.

Data terstruktur di bawah ini menunjukkan perbedaan angka yang digunakan oleh masing-masing jenis termometer pada tekanan atmosfer standar.

Perbandingan Titik Tetap Bawah dan Atas pada Berbagai Skala Termometer
Nama Skala TermometerTitik Beku Air (Batas Bawah)Titik Didih Air (Batas Atas)Jumlah Skala Pembagi
Celsius0100100
Reamur08080
Fahrenheit32212180
Kelvin273373100

Melihat tabel di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa termometer Celsius memiliki jumlah skala pembagi yang sama persis dengan skala Kelvin. Hal ini mempermudah proses konversi ilmiah karena satu satuan derajat Celsius memiliki magnitudo perubahan yang setara dengan satu satuan Kelvin. Pembacaan klinis seperti suhu tubuh manusia normal yang berada di kisaran 36,5 derajat Celsius didasarkan pada ketepatan pembagian seratus skala ini.

Dilansir dari Ruangguru, angka 36,5 derajat Celsius merupakan salah satu contoh ukuran suhu tubuh manusia yang diukur menggunakan alat pengukur suhu berupa termometer klinis.

Pemilihan komponen pengisi termometer dan metode kalibrasi yang tepat memastikan keandalan hasil ukur demi menjaga keselamatan pasien maupun akurasi riset.

Konversi Skala Termometer Celcius Reamur Fahrenheit dan Kelvin | Belajar 43

Penentuan ukuran skala pada termometer Celsius terbukti memberikan efisiensi tinggi dalam dunia sains berkat pembagian sistem seratus bagian yang logis.

Keterikatan erat antara angka nol dengan titik beku serta angka seratus dengan titik didih air menjadikannya standar universal yang mudah dipahami.

Menguasai prinsip kalibrasi dua titik acuan ini memastikan instrumen pengukur suhu Anda tetap berada dalam batas akurasi tertinggi saat digunakan sehari-hari.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow