Marketeers Tech for Business 2026 Soroti Transformasi Brand Menuju Era Generative AI
Ajang tahunan Marketeers Tech for Business (TFB) 2026 resmi digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026). Pertemuan industri ini menegaskan bahwa brand dan digital agency saat ini wajib beradaptasi dengan era Generative AI agar tetap relevan di pasar.
Penyelenggaraan TFB 2026 yang kini memasuki tahun kelima menjadi momentum penting bagi para pelaku industri kreatif dan pemasaran digital. Transformasi pencarian informasi oleh konsumen global memaksa agensi mengubah strategi konvensional mereka secara menyeluruh.
Pergeseran perilaku konsumen dalam mencari informasi tercatat mengalami tiga fase besar dalam beberapa dekade terakhir. Dinamika ini mengubah lanskap kerja sama antara pemilik merek dengan agensi pemasaran digital secara signifikan.
Lanskap pemasaran digital mengalami perubahan beralih dari sekadar optimasi mesin pencari hingga pemanfaatan kecerdasan buatan. Transformasi ini dibagi ke dalam tiga era utama berdasarkan pola interaksi audiens.
- Era Search (Tahun 2000-an): Konsumen berfokus pada pencarian informasi berbasis kata kunci melalui mesin pencari konvensional.
- Era Social (Tahun 2010-an): Fokus audiens bergeser ke platform media sosial yang mengutamakan interaksi, visual, dan pembentukan komunitas digital.
- Era Generative AI (Saat Ini): Konsumen kini berinteraksi langsung dengan kecerdasan buatan generatif untuk mendapatkan solusi informasi yang personal dan instan.
Pergeseran menuju era kecerdasan buatan ini juga ditandai dengan peluncuran literatur baru bagi para pemasar modern. Buku berjudul Marketing 7.0: A Guide for Thinking Marketeers in The Age of AI resmi diterbitkan oleh penerbit Wiley pada tahun 2026.
Kontribusi Industri Digital terhadap Perekonomian
Adaptasi brand dan digital agency terhadap teknologi mutakhir berjalan beriringan dengan penguatan indikator makroekonomi nasional. Sektor informasi dan komunikasi mencatatkan pertumbuhan yang kokoh di tengah stabilitas pasar domestik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sudah mencapai angka 8,2 persen pada tahun 2025. Performa ini menyokong ketahanan ekonomi nasional.
| Indikator Ekonomi (Sumber: BPS) | Capaian / Angka Faktual |
|---|---|
| Kontribusi Ekonomi Digital terhadap PDB (2025) | 8,2 persen |
| Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Kuartal IV 2025) | 5,08 persen |
| Tingkat Pengangguran Terbuka Nasional (Agustus 2024) | 4,91 persen |
| Upah Rata-rata Sektor Informasi & Komunikasi (Per Bulan) | Rp 5.240.000 |
Pertumbuhan ekonomi nasional sendiri mampu bertahan di angka 5,08 persen pada kuartal keempat tahun 2025 menurut laporan BPS. Penguatan ekosistem digital membuka ruang penyerapan tenaga kerja baru di bidang kreatif.
Data BPS juga menunjukkan tingkat pengangguran terbuka nasional berada di angka 4,91 persen pada Agustus 2024. Sementara itu, upah rata-rata untuk pekerja di sektor informasi dan komunikasi kini mencapai Rp 5.240.000 per bulan.
Sinergi Brand Lokal dan Multi-Channel Network
Selain adopsi kecerdasan buatan, optimalisasi jaringan kreator konten atau afiliator menjadi pilar utama agensi digital saat ini. Langkah strategis ini efektif mendorong penetrasi produk lokal ke pasar yang lebih luas.
Dalam keterangan terpisah pada Kamis, 2 Juli 2026, narasumber Andri Firmansyah menyatakan bahwa dorongan kolaborasi melalui afiliator menjadi kunci penting bagi brand lokal agar mampu bersaing secara agresif dengan produk global.
Pola pendekatan ini juga diterapkan oleh Multi-Channel Network (MCN) seperti Maksan Agency. Agensi resmi TikTok yang didirikan oleh Susanti Wijaya tersebut kini fokus menaungi serta membina lebih dari 70 kreator affiliate.
Susanti Wijaya, atau yang dikenal sebagai Cici Maksan, lahir pada 9 Mei 1983 dan membangun akun TikTok resmi @susanti.wjy sejak tahun 2020 akibat terdampak pandemi COVID-19. Saat ini akun tersebut telah memiliki lebih dari 1,2 juta pengikut.
"Pemberdayaan kreator lokal lewat agensi menjadi solusi nyata dalam memperkuat pemasaran digital pelaku usaha," ujar Susanti Wijaya dalam pernyataan tertulisnya pada Senin, 6 Juli 2026.
Langkah taktis melalui digitalisasi ini terbukti memperkuat ketahanan bisnis mikro di berbagai daerah. Penggunaan strategi teknologi terintegrasi kini mulai diadopsi secara massal oleh berbagai organisasi daerah.
Sebagai contoh nyata di sektor hilir, Dekranasda Kota Jakarta Pusat melibatkan 20 UMKM lokal dalam gelaran Festival Jakarta Great Sale pada tanggal 7 Juli 2026. Kegiatan tersebut memanfaatkan strategi digital untuk menggenjot penjualan produk daerah.
Integrasi teknologi Generative AI dan optimalisasi ekosistem agensi kini menjadi standar baru dalam operasional industri kreatif nasional. Pelaku usaha dipaksa terus memperbarui kompetensi teknologi agar mampu mempertahankan pangsa pasar mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow