Dokumen RPP Lebih dari 100 Halaman Bikin Boros Ini Cara Menyusun 1 Lembar

Smallest Font
Largest Font

Menyusun perangkat pembelajaran sering kali menjadi beban administratif yang sangat melelahkan bagi para tenaga pendidik di Indonesia. Kehadiran rpp 1 lembar k13 menjadi jawaban konkret untuk mengatasi tumpukan kertas administrasi yang selama ini menyita waktu berharga para guru. Sebelum adanya kebijakan penyederhanaan, dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran sering kali membuat ruang kerja penuh dengan berkas tebal.

Berdasarkan regulasi terdahulu, struktur perangkat mengajar ini sangat kaku dan memuat belasan komponen wajib. Kondisi regulasi yang kompleks tersebut akhirnya berubah total demi meningkatkan efisiensi kinerja guru di kelas. Pemerintah mengambil langkah taktis untuk memangkas jalur birokrasi penulisan dokumen mengajar ini secara signifikan.

Perubahan format administrasi mengajar ini tidak terjadi begitu saja tanpa adanya payung hukum yang kuat. Pemerintah menerbitkan aturan baru untuk menggantikan kebijakan lama yang dinilai kurang adaptif terhadap kebutuhan guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan baru melalui Surat Edaran Mendikbud No 14 Tahun 2019. Kebijakan ini mengarahkan penyederhanaan RPP agar guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Langkah penyederhanaan ini mencabut sebagian ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan No 22 Tahun 2016. Regulasi lama tersebut mengatur bahwa standar penyusunan RPP awalnya terdiri dari 13 komponen sebelum akhirnya disederhanakan.

Kebijakan baru ini memberikan kemerdekaan penuh bagi guru untuk fokus pada esensi pembelajaran, bukan pada tebalnya dokumen laporan.

Selain itu, terdapat pula Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses. Peraturan yang memuat penjelasan selengkapnya mengenai RPP luring ini menjadi acuan dasar dalam melihat bagaimana perkembangan dokumen perencanaan mengajar dari waktu ke waktu.

Dampak Nyata Penyederhanaan Dokumen Administrasi

Sebelum Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019 berlaku, kondisi administrasi di sekolah-sekolah sangat memberatkan dari sisi logistik. Guru menghabiskan banyak energi hanya untuk mencetak ratusan lembar berkas sebelum masuk ke dalam kelas. Kondisi RPP Sebelum Tahun 2019 menunjukkan beban yang luar biasa besar bagi ekosistem sekolah. RPP tingkat SMP/MTs untuk satu mata pelajaran dalam 1 semester dapat mencapai lebih dari 100 halaman dokumen cetak.

Bayangkan saja berapa banyak kertas dan tinta yang harus dihabiskan untuk mencetak seluruh berkas tersebut. Estimasi Biaya RPP Lama membuktikan bahwa proses pembuatan dan pencetakan dokumen RPP format lama menghabiskan biaya lebih dari Rp200.000 dalam satu tahap pembuatan. Dengan format yang jauh lebih ringkas, pengeluaran sekolah maupun pribadi guru dapat ditekan seminimal mungkin.

Anggaran yang tadinya habis untuk kertas kini bisa dialihkan untuk membeli media pembelajaran yang jauh lebih interaktif. Melalui kebijakan penyederhanaan ini, jumlah komponen RPP dipangkas secara drastis oleh pemerintah. Penyederhanaan memangkas 13 komponen standar menjadi hanya 3 komponen pokok/inti yang wajib dicantumkan oleh guru.

Perbandingan Perubahan Struktur Dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Parameter PerbandinganFormat Regulasi LamaFormat Regulasi Baru
Dasar Aturan UtamaPermendikbud No 22 Tahun 2016SE Mendikbud No 14 Tahun 2019
Jumlah Komponen Wajib13 Komponen3 Komponen Inti
Rata-rata Volume BerkasLebih dari 100 Halaman1 Halaman Cetak
Estimasi Biaya CetakLebih dari Rp200.000

Komponen Utama dalam Format RPP Singkat Menurut Nadiem Makarim

Meskipun bentuknya mengalami penyusutan yang sangat masif, dokumen ini tetap harus fungsional. Guru tidak boleh menghilangkan esensi dari sebuah perencanaan belajar mengajar yang bermutu di dalam kelas.

Berdasarkan komponen inti rpp se mendikbud, hanya ada tiga bagian utama yang wajib ditulis secara jelas. Bagian-bagian ini merupakan fondasi utama agar proses transfer ilmu di dalam ruang kelas tetap berjalan dengan terukur.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diletakkan pada bagian paling atas setelah identitas sekolah dan mata pelajaran. Bagian ini merumuskan hasil akhir yang ingin dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar bersama guru.

Perumusan tujuan ini harus diambil dari Kompetensi Dasar (KD) yang berlaku pada kurikulum. Guru harus menuliskannya dengan kata kerja operasional yang dapat diukur dan diamati secara langsung selama sesi kelas berlangsung.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Bagian kedua ini berisi rincian aktivitas yang akan dilakukan oleh guru bersama para siswa di kelas. Langkah-langkah ini biasanya dibagi menjadi tiga sub-bagian utama, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Dalam menyusun kegiatan, aspek efisiensi waktu harus menjadi perhatian utama sang pendidik. Guru perlu memastikan bahwa setiap menit aktivitas yang tertulis benar-benar berdampak langsung pada pencapaian tujuan pembelajaran.

Penilaian Pembelajaran atau Asesmen

Bagian terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah instrumen penilaian atau asesmen untuk mengukur ketercapaian belajar murid. Penilaian ini tidak melulu berbentuk tes tertulis yang kaku di akhir bab.

Guru dapat menyusun penilaian sikap melalui observasi selama diskusi, penilaian pengetahuan lewat kuis singkat, hingga penilaian keterampilan melalui produk atau performa. Semua dibuat sesederhana mungkin tanpa kolom rubrik yang berbelit-belit.

Panduan membuat RPP Satu Lembar dari Kemdikbud 2020 | Situs Edukasi

Langkah Praktis Menyusun RPP Satu Halaman

Berdasarkan pengalaman saya di lapangan, masih banyak guru yang merasa kebingungan saat hendak memangkas tulisan mereka. Mengubah kebiasaan menulis panjang menjadi ringkas memang memerlukan trik khusus agar poin penting tidak terlewat.

Pertanyaan seperti "apa saja isi rpp satu lembar" sering kali muncul dari para sejawat pendidik ketika workshop. Berikut adalah urutan langkah logis yang dapat Anda ikuti untuk menyusun dokumen satu halaman secara efektif:

  1. Tuliskan identitas sekolah secara ringkas di bagian paling atas dokumen, meliputi nama sekolah, mata pelajaran, kelas, semester, materi pokok, dan alokasi waktu yang ditentukan.
  2. Tentukan satu atau dua tujuan pembelajaran utama yang paling menggambarkan target kompetensi pada hari itu, hindari menulis tujuan yang terlalu beranak-pinak.
  3. Rancang kegiatan inti pembelajaran dengan menggunakan poin-poin tebal (bullet points) agar mudah dibaca sekilas saat Anda sedang berdiri mengajar di depan kelas.
  4. Sematkan metode atau model pembelajaran yang digunakan langsung di dalam kalimat kegiatan, sehingga tidak memerlukan baris khusus yang memakan ruang kertas.
  5. Tuliskan bentuk asesmen secara spesifik namun ringkas pada bagian akhir, lengkap dengan tanda tangan kepala sekolah dan guru mata pelajaran sebagai pengesahan sah.

Dari pengalaman saya menangani berbagai berkas administrasi sekolah, kesalahan umum yang saya lihat adalah guru masih sering memasukkan materi rangkuman ke dalam RPP. Hal tersebut sangat keliru karena materi pembelajaran seharusnya diletakkan pada lampiran terpisah atau buku teks siswa.

Implementasi Format Ringkas pada Berbagai Jenjang Sekolah

Penerapan format ringkas ini memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi untuk disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Pola penyusunan pada sekolah dasar tentu akan sedikit berbeda dengan sekolah menengah akibat perbedaan struktur kurikulum.

Untuk tingkat dasar, aturan cakupan RPP Kelas 3 SD Semester 2 terdiri dari 4 tema, yaitu Tema 5, Tema 6, Tema 7, dan Tema 8. Seluruh tema tersebut harus dipecah lagi ke dalam unit-unit yang lebih kecil dan praktis. Sebagai contoh nyata pada pembagian Tema 8 Kelas 3 SD/MI, materi di dalamnya terdiri dari 4 Subtema, yaitu ST 1, ST 2, ST 3, dan ST 4.

Guru kelas harus mampu mengemas setiap subtema tersebut ke dalam format satu halaman yang padat informasi. Sementara itu, fleksibilitas juga terlihat pada cakupan RPP SMP yang meliputi jenjang kelas 7, 8, 9 untuk Semester 1 dan Semester 2 pada semua mata pelajaran umum maupun muatan lokal. Melalui format baru ini, guru bidang studi di tingkat menengah dapat membuat contoh rpp satu halaman smp yang jauh lebih fokus pada praktik atau eksperimen laboratorium.

Tips Mengoptimalkan Desain RPP 1 Lembar Agar Tetap Rapi

Memasukkan banyak informasi ke dalam satu halaman cetak menuntut kemampuan tata letak dokumen yang baik. Jika Anda tidak berhati-hati, tampilan dokumen justru akan menjadi sangat rapat dan sulit untuk dibaca.

Pengaturan ukuran huruf dan margin kertas memegang peranan yang sangat krusial dalam proses desain ini. Gunakan jenis huruf yang bersih dan tegas seperti Arial atau Calibri dengan ukuran maksimal 11 pt agar teks tidak meluap ke halaman kedua.

  • Atur margin kertas menjadi ukuran sempit (narrow) yaitu 1,27 cm pada semua sisi untuk memaksimalkan area mengetik.
  • Manfaatkan fitur tabel tanpa garis tepi (borderless table) untuk merapikan baris identitas sekolah agar sejajar secara vertikal.
  • Gunakan spasi baris 1,0 atau maksimal 1,15 agar jarak antar paragraf kegiatan tidak terlalu memakan ruang kosong.

Alternatif lain yang bisa dicoba adalah membagi lembar kerja menjadi dua kolom horizontal untuk bagian langkah kegiatan dan penilaian. Cara ini sangat efektif untuk menyiasati ruang kosong yang sering tersisa di sisi kanan kertas.

Bagi guru yang tidak memiliki banyak waktu untuk mendesain dari awal, opsi terbaik adalah melakukan download rpp k13 revisi terbaru melalui platform resmi kemendikbud. Langkah ini jauh lebih aman daripada mengarang format sendiri yang berisiko keluar dari substansi tiga komponen inti.

Format administrasi yang ringkas ini terbukti mampu memotong rantai birokrasi penulisan dokumen yang selama ini membelenggu kreativitas mengajar para guru di Indonesia. Efisiensi kertas dan efektivitas fokus mengajar menjadi pencapaian terbesar dari implementasi kebijakan penyederhanaan komponen ini.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow