Panglima TNI Tegaskan Tiga Ancaman Global yang Harus Diantisipasi Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Panglima TNI menegaskan tiga ancaman global utama yang harus diantisipasi oleh seluruh jajaran prajurit demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan dalam pelaksanaan Pengajian Eksekutif Tokoh Masyarakat Malang Raya oleh Yayasan Sabilillah pada Jumat, 23 Februari 2018 malam. Acara yang berlangsung di Auditorium KH Masjkur Yayasan Sabilillah Malang, Jawa Timur tersebut menjadi momentum penting untuk membedah tantangan keamanan negara.

Panglima TNI menjabarkan secara rinci bentuk ancaman global indonesia yang saat ini sedang berkembang pesat di dunia internasional. Menurut Panglima TNI, perkembangan situasi dunia saat ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh personel militer. Langkah antisipasi dini mutlak diperlukan agar stabilitas keamanan nasional tetap terjaga dari dinamika geopolitik luar yang dinamis.

Dalam pemaparannya, Panglima TNI menyebutkan bahwa bentuk ancaman saat ini telah bergeser dan tidak lagi bersifat konvensional. Berikut adalah tiga klaster ancaman global yang menjadi fokus perhatian utama:

  • Cyber crime atau kejahatan siber yang menyasar infrastruktur kritis negara.
  • Konflik asimetris dan perang proksi (proxy war) yang memanfaatkan pihak ketiga.
  • Ancaman biologis serta perebutan sumber daya alam akibat lonjakan populasi dunia.

Panglima TNI menambahkan bahwa cara tni hadapi cyber crime terus ditingkatkan melalui penguatan satuan siber khusus. Hal ini menjadi krusial mengingat serangan siber dapat melumpuhkan sistem strategis pemerintahan tanpa adanya mobilisasi pasukan fisik.

TNI Cetak Kader Strategis Hadapi Ancaman Nyata dan Konflik Global | Puspen TNI

Implementasi Tugas Pokok Pertahanan Negara

Guna menghadapi ancaman tersebut, institusi militer terus menyelaraskan operasional dengan regulasi yang berlaku. Landasan pergerakan pasukan didasarkan pada mandat konstitusi mengenai apa saja tugas pokok tni di bidang pertahanan.

Operasi Militer Selain Perang

Selain tugas pertempuran, kesiapan personel juga difokuskan pada misi-misi non-kombatan. Prajurit wajib memahami dengan jelas mengenai apa itu operasi militer selain perang yang mencakup penanggulangan bencana hingga pengamanan objek vital.

Penanganan Gejolak Sosial Dalam Negeri

Konteks pengamanan ini juga mencakup stabilitas internal di masa-masa krusial. Salah satu contoh historisnya adalah mengapa tni ikut amankan demo bbm pada beberapa waktu lalu, yakni demi mencegah potensi kerusuhan massa yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Atribusi kebijakan ini juga pernah mengemuka pada 20 Maret 2012, saat rilis artikel terkait rencana pengamanan unjuk rasa bahan bakar minyak dikeluarkan oleh polkam.go.id. Keterlibatan tersebut didasarkan atas permintaan bantuan dari kepolisian demi menjaga stabilitas nasional.

Korelasi Kesejahteraan dan Kedaulatan Negara

Tantangan keamanan juga sangat dipengaruhi oleh kondisi domestik masyarakat. Kerawanan sosial di dalam negeri dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi kepentingan asing yang ingin memecah belah bangsa.

Panglima TNI mengingatkan adanya dampak kesenjangan sosial bagi negara yang bisa memicu konflik internal. Ketimpangan ekonomi yang tajam sering kali dieksploitasi dalam contoh konflik asimetris dan proxy untuk memperlemah integrasi nasional.

Sebagai informasi, rangkaian penguatan strategi pertahanan ini terus berlanjut sejak upacara serah-terima jabatan Panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta pada 9 Desember 2017. Seluruh komando wilayah kini diinstruksikan untuk meningkatkan deteksi dini terhadap potensi ancaman hibrida tersebut.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow