Bukan Seksama, Ini Penulisan Kata Baku yang Benar Menurut KBBI Terbaru

Smallest Font
Largest Font

Penulisan kata yang benar, baku, dan dianjurkan menurut kaidah bahasa Indonesia adalah saksama, bukan seksama.

Kesalahan ejaan ini sering kali muncul karena kebiasaan lisan yang terbawa ke dalam ranah tulisan formal. Banyak penulis, editor pemula, bahkan instansi resmi yang masih keliru menyisipkan huruf 'e' pada suku kata pertama.

Dalam kasus yang sering saya temui saat menyunting dokumen resmi, kekeliruan ini terus berulang karena kurangnya validasi ke kamus resmi. Memahami kebahasaan memerlukan ketelitian tinggi.

Artikel ini akan memandu Anda memahami arti kata saksama, melihat daftar kata baku lainnya, serta mempelajari metode praktis untuk memeriksa keabsahan sebuah kata.

Langkah awal yang krusial adalah mengenali identitas kata tersebut di dalam sumber rujukan utama kita, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kata "seksama" tercantum dalam KBBI VI Daring dengan keterangan sebagai bentuk tidak baku. Sementara itu, dalam versi KBBI Daring Kemdikbud lainnya, Anda bahkan tidak akan menemukan entrinya jika mencari dengan kata dasar tersebut.

Sebaliknya, bentuk yang sah dan diakui secara legalitas bahasa adalah saksama.

Kata baku merupakan kata yang pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan.

Pendapat di atas ditegaskan oleh Mustakim dkk. selaku penulis buku Cerdas Berbahasa Indonesia Sesuai EYD. Ketika kita menulis dokumen formal, menggunakan ejaan baku adalah bentuk kepatuhan terhadap hukum bahasa.

Arti Kata Saksama Menurut Kamus Resmi

Lalu, sebenarnya "saksama artinya apa menurut kbbi" dalam konteks komunikasi sehari-hari?

Kata saksama dalam KBBI diartikan sebagai teliti, cermat, tepat benar, jitu, atau dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Jadi, ketika Anda meminta seseorang membaca dokumen dengan teliti, kalimat yang tepat adalah "bacalah dengan saksama".

Penggunaan kata ini sangat penting dalam penulisan hukum, akademik, dan jurnalistik di mana presisi makna menjadi pilar utama teks.

Langkah Membedakan Kata Baku dan Tidak Baku

Dari pengalaman saya menangani berbagai naskah digital, kesalahan ejaan bisa ditekan jika penulis memahami cara membedakan kata baku dan tidak baku secara mandiri. Bahasa Indonesia mengenal istilah ragam resmi dan tidak resmi, sebagaimana dinyatakan oleh Yusuf Ibrahim, penulis Buku PUEBI.

Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk memvalidasi kata yang bisa Anda terapkan sekarang:

  1. Buka aplikasi atau situs resmi KBBI Daring yang dikelola oleh Kemdikbud.
  2. Ketik kata yang ingin Anda uji pada kolom pencarian (misalnya, ketik "seksama" atau "saksama").
  3. Periksa label di samping kata tersebut; jika terdapat tanda khusus atau keterangan "bentuk tidak baku", cari kata rujukannya.
  4. Lihat database utama aplikasi KBBI Daring yang mengacu pada KBBI Daring Edisi III untuk melacak sejarah kata, atau gunakan versi pemutakhiran seperti KBBI edisi V dan KBBI VI Daring.
  5. Pastikan Hak Cipta isi kata dan arti pada database utama tersebut dipegang oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa) demi menjamin keaslian data.

Melalui pengecekan rutin ini, Anda akan terbiasa mengenali pola perubahan huruf yang tidak baku menjadi baku.

Daftar Komparasi Kata Baku dalam Bahasa Indonesia

Kesalahan penulisan tidak hanya terjadi pada frasa "mana yang benar saksama atau seksama". Terdapat banyak pasangan kata lain yang sering tertukar dalam praktik penulisan kontemporer.

Untuk memperluas pemahaman Anda, berikut disajikan variasi konkrit contoh kata baku dan tidak baku yang bersumber dari dokumen navigasi bahasa resmi.

Perbandingan Kosakata Baku dan Tidak Baku Menurut Kaidah Bahasa Indonesia
No.Kata BakuKata Tidak Baku
1saksamaseksama
2analisisanalisa
3efektifefektip
4praktikpraktek
5risikoresiko
6nasihatnasehat
7ijazahijasah
8izinijin

Melihat tabel di atas, terlihat jelas adanya pola standardisasi vokal maupun konsonan tertentu. Kesalahan umum yang saya lihat adalah kecenderungan masyarakat memilih kata yang lebih mudah diucapkan secara lisan, meskipun secara tertulis statusnya keliru.

Penerapan Kata Saksama dalam Kalimat Formal

Mengetahui teori saja tidak cukup tanpa implementasi langsung ke dalam baris kalimat. Pemilihan kata baku ini wajib diterapkan secara konsisten pada teks-teks yang bersifat formal.

Berikut adalah contoh aplikasi kata saksama yang benar dalam struktur kalimat:

  • Penyidik memeriksa berkas perkara korupsi itu dengan saksama.
  • Dosen meminta mahasiswa menganalisis data penelitian secara saksama.
  • Rencana anggaran tahunan perusahaan disusun dengan penuh pertimbangan saksama.

Perlu diingat, penggunaan ejaan yang tepat akan meningkatkan kredibilitas tulisan Anda di mata pembaca maupun mesin pencari Google yang menyukai konten berkualitas tinggi sesuai standar E-E-A-T.

Kuis Kata Baku Menurut KBBI | Laksana UTBK Rangkuman Audio

Urgensi Memeriksa Pemutakhiran Kamus Resmi

Dinamika bahasa terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, sehingga rujukan kamus selalu mengalami pembaruan berkala.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para praktisi konten dan akademisi untuk selalu merujuk pada versi kamus resmi yang paling mutakhir. Langkah ini berguna untuk menghindari penggunaan kosakata yang mungkin sudah mengalami pergeseran status hukum bahasanya.

KBBI edisi V (terbaru) dan KBBI VI Daring merupakan versi pemutakhiran kamus resmi yang wajib menjadi kompas utama bagi siapa saja yang memproduksi teks dalam bahasa Indonesia saat ini. Melalui pemanfaatan platform digital yang sah dari Kemdikbud, validasi ejaan dapat dilakukan dalam hitungan detik demi menjaga marwah bahasa persatuan kita.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow