Membongkar Rahasia Majas dalam Novel Sejarah untuk Kelas 12 SMA

Smallest Font
Largest Font

Menentukan majas yang terdapat dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah tantangan kebahasaan yang sering dihadapi oleh siswa saat mempelajari materi sastra. Banyak orang merasa bingung membedakan jenis gaya bahasa yang samar ketika membaca narasi masa lampau yang kompleks.

Materi pembelajaran mengenai cara menulis teks cerita sejarah terdapat pada kurikulum Bahasa Indonesia Kelas 12. Memahami gaya bahasa bukan sekadar untuk lulus ujian, melainkan untuk menyelami emosi dan atmosfer peristiwa sejarah yang coba dihidupkan oleh sang penulis melalui untaian kata.

Pengertian majas secara umum merupakan bentuk gaya bahasa untuk menghidupkan suasana dalam sebuah kalimat, atau bahasa kias yang digunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembaca. Melalui sentuhan estetis ini, teks sejarah yang awalnya kaku bisa berubah menjadi fiksi historis yang memikat.

Menganalisis Kebahasaan Teks Novel Sejarah | Ruangguru Bimbel Terbesar No. 1 di Indonesia!

Langkah Praktis Mengidentifikasi Majas dalam Novel Sejarah

Berdasarkan pengalaman saya mendampingi siswa kelas 12, kesalahan paling umum adalah membaca kutipan terlalu cepat tanpa mengamati kata kunci kebahasaan. Penulis novel sejarah memiliki kecenderungan menggunakan gaya bahasa tertentu untuk menggambarkan latar tempat, suasana perang, atau kondisi sosial masyarakat zaman dahulu.

Untuk mengidentifikasi jenis gaya bahasa dengan akurat, Anda dapat mengikuti langkah-langkah sistematis berikut.

  1. Isolasi Kalimat yang Mengandung Kiasan: Baca seluruh kutipan secara saksama, lalu pisahkan kalimat yang maknanya tidak bisa diartikan secara harfiah atau literal.
  2. Cari Kata Kunci Pembanding: Periksa apakah ada kata-kata konjungsi khusus seperti bak, bagaikan, seperti, atau layaknya yang menghubungkan dua hal berbeda.
  3. Analisis Sifat Objek: Perhatikan apakah ada benda mati yang mendadak melakukan aktivitas manusia seperti menangis, berjalan, atau menyapa.
  4. Uji Logika Kalimat: Evaluasi apakah pernyataan tersebut terkesan dilebih-lebihkan secara ekstrem hingga melanggar nalar sehat manusia.

Mengenali Karakteristik Simile Melalui Kata Hubung

Ketika Anda menemukan kalimat perbandingan yang eksplisit, kemungkinan besar itu adalah simile. Apa itu majas simile? Ini adalah majas pertautan yang membandingkan dua hal secara eksplisit yang hakikinya berbeda tetapi dianggap serupa, menggunakan kata pengandaian atau pembanding.

Dalam dokumen pembelajaran yang dirilis oleh Ruangguru, jenis ini sangat mudah dikenali karena keberadaan kata penanda yang khas. Anda hanya perlu jeli melihat kata seperti bak, bagaikan, seperti, layaknya, umpama, ibarat, dan bagai.

Dari kasus yang sering saya temui dalam teks ujian, contoh majas dalam novel sejarah untuk rumpun ini meliputi kalimat: "Sawah-sawah akan kembali menghampar bak permadani..." atau "..membiarkan fantasi kanak-kanak selalu beterbangan lepas seperti burung-burung sawah." Kata 'bak' dan 'seperti' menjadi bukti autentik keberadaan simile.

Membedakan Personifikasi dan Hiperbola yang Sering Mengecoh

Perbedaan majas personifikasi dan hiperbola sering kali memicu perdebatan di ruang kelas karena keduanya sama-sama memicu imajinasi yang kuat. Personifikasi merupakan majas perbandingan yang mempersamakan benda mati seolah-olah memiliki sifat seperti makhluk hidup atau manusia, contohnya bisa berpikir atau berbicara.

Sebagai ilustrasi nyata, perhatikan kutipan kebahasaan ini: "berbagai tanaman akan terbebas dari sesak napas yang membelit" serta "Daun kering menangis, daun beluntas meranggas. Di antara sesama pepohonan tak lagi saling menyapa." Tanaman yang mengalami sesak napas atau pepohonan yang saling menyapa adalah atribusi sifat manusia kepada alam.

Personifikasi memberikan jiwa manusia kepada benda mati, sedangkan hiperbola mendorong pernyataan ke batas ekstrem yang tidak masuk akal.

Sementara itu, hiperbol atau hiperbola adalah ungkapan yang berlebihan, tidak masuk akal, atau dilebih-lebihkan untuk memperoleh efek tertentu bagi pembaca. Contoh nyata dalam teks sejarah adalah kalimat: "tanaman yang meranggas akan menghijau kembali". Secara logika ilmiah, tanaman yang sudah kering dan meranggas total pasti mati, sehingga klaim menghijau kembali secara instan merupakan bentuk dramatisasi yang berlebihan.

Selain ketiga jenis yang populer di atas, penulis novel sejarah terkadang menyisipkan variasi gaya bahasa lain seperti litotes, metafora, ironi, dan alegori. Litotes merupakan majas yang menggunakan ungkapan kiasan untuk mengecilkan, melemahkan, atau menurunkan kualitas suatu kenyataan yang sebenarnya.

Contoh konkret litotes dalam naskah sejarah teperinci adalah: "air itu bisa dinaikkan untuk dimanfaatkan membasahi sawah". Secara logika umum, air yang dialirkan dalam volume besar ke lahan pertanian disebut mengairi, bukan sekadar membasahi.

Untuk memudahkan proses belajar mandiri menjelang ujian sekolah, perbedaan mendasar dari macam macam majas dan contoh kalimatnya dalam teks fiksi sejarah dapat dilihat melalui struktur tabel berikut.

Karakteristik Unsur Kebahasaan dan Majas Novel Sejarah
Jenis MajasCiri Utama Unsur KebahasaanFungsi Kontekstual Teks
SimileMenggunakan konjungsi eksplisit (bak, seperti)Membandingkan dua objek berbeda secara langsung
PersonifikasiBenda mati bertingkah laku seperti manusiaMenghidupkan latar suasana alam sekitar
HiperbolaPernyataan ekstrem yang melanggar logikaMenekankan efek emosional atau dramatisasi
LitotesPengecilan fakta atau kualitas kenyataanMenunjukkan kerendahan hati dalam narasi
MetaforaPerbandingan langsung tanpa kata pembandingMenyertakan analogi tajam pada tokoh
IroniGaya bahasa bertentangan dengan kenyataanMenyampaikan sindiran situasi sejarah
AlegoriMewakili hal lain secara keseluruhanMenggambarkan kiasan moral yang luas

Kemampuan membedakan karakteristik ini sangat krusial agar Anda tidak keliru saat menentukan opsi jawaban dalam soal pilihan ganda. Analisis struktural dan kebahasaan yang mendalam akan menuntun pada pemahaman teks cerita sejarah secara utuh.

Strategi Validasi Jawaban Saat Ujian Kebahasaan

Bila Anda menghadapi soal ujian dengan instruksi menentukan majas dari sebuah paragraf panjang, trik terbaik adalah melakukan teknik eliminasi. Coret pilihan jawaban yang tanda kebahasaannya sama sekali tidak muncul dalam teks cerita tersebut.

Misalnya, jika dalam teks tidak ada kata hubung 'bagaikan' atau 'ibarat', Anda bisa langsung mengeliminasi pilihan simile dari lembar jawaban. Fokuskan energi analisis Anda pada sisa opsi yang paling mendekati kecenderungan teks.

Memahami ragam gaya bahasa fiksi sejarah ini akan meningkatkan kepekaan literasi Anda secara signifikan. Ketelitian dalam membedakan metafora langsung, personifikasi alam, hingga ekspresi hiperbola yang dramatis merupakan kunci utama untuk menjawab soal-soal bahasa Indonesia kelas 12 dengan hasil yang akurat.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow