Sejarah Lagu Halo Halo Bandung Kembali Mengemuka Jelang Peringatan Peristiwa Sejarah
Sejarah penciptaan lagu perjuangan Halo Halo Bandung karya maestro Ismail Marzuki kembali mengemuka menjelang peringatan momen revolusi kemerdekaan Indonesia pada hari ini, Kamis (2/7/2026). Lagu legendaris tersebut merekam erat peristiwa heroik mempertahankan kemerdekaan di Jawa Barat. Catatan sejarah menunjukkan bahwa dinamika penciptaan lagu ini berkaitan langsung dengan garis waktu perjuangan di Kota Kembang.
Lagu ini menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap kembalinya pasukan sekutu dan Belanda. Berdasarkan laporan sejarah dari Kompas, penulisan lirik ikonik lagu Halo Halo Bandung mengalami perubahan besar pasca-kejadian Bandung Lautan Api. Peristiwa besar tersebut terjadi ketika para pejuang Indonesia membakar bangunan di penjuru selatan Kota Bandung pada 24 Maret 1946.
Aksi pembumihangusan tersebut dilakukan sebelum para pejuang meninggalkan kota demi mencegah pemanfaatan fasilitas oleh tentara musuh. Suasana genting masa revolusi yang memuncak sejak Maret 1946 itu memicu transformasi lirik lagu menjadi sangat patriotik.
Sebelum peristiwa pembumihangusan terjadi, cikal bakal melodi lagu ini disinyalir sudah mulai terbentuk. Ismail Marzuki diketahui sempat menetap dan beraktivitas musik di Bandung beberapa tahun sebelum fase krusial revolusi kemerdekaan pecah.
Perjalanan Karier Musik Ismail Marzuki
Komponis besar Ismail Marzuki lahir pada 11 Mei 1914 di Kampung Kwitang, Jakarta. Berdasarkan data dari Detik, bakat musiknya sudah menghasilkan karya perdana berjudul O Sarinah sejak tahun 1931 saat ia masih berusia remaja.
Aktivitas di Orkes Radio Bandung
Keterikatan Ismail Marzuki dengan Kota Bandung menguat semenjak berdirinya Nederlands Indische Radio Omroep Maatschappay atau NIROM pada tahun 1934. Lembaga penyiaran radio tersebut membuka ruang besar bagi musisi pribumi.
Pada periode tahun 1936 hingga 1937, Ismail Marzuki membentuk Orkes Studio Bandung yang mengisi siaran-siaran reguler. Ia juga tampil bersama grup keroncong Lief Java di Studio Orkes NIROM II di wilayah Tegalega, Bandung, pada tahun 1940.
Katalog Karya Lagu Perjuangan
Katalog lagu perjuangan ciptaan Ismail Marzuki mencakup puluhan judul yang ditulis pada kurun waktu yang berbeda-beda. Menurut catatan kurasi musik Ninok Leksono, lagu Halo-Halo Bandung sendiri resmi masuk katalog penciptaan pada tahun 1945.
Berikut adalah lini masa penciptaan karya lagu monumental Ismail Marzuki berdasarkan catatan sejarah resmi:
| Tahun Ciptaan | Judul Lagu Perjuangan |
|---|---|
| 1931 | O Sarinah |
| 1944 | Rayuan Pulau Kelapa |
| 1945 | Gugur Bunga |
| 1945 | Halo-Halo Bandung |
| 1946 | Selendang Sutera |
| 1946 | Asmara Bersinar |
| 1946 | Sepasang Mata Bola |
| 1947 | Melati di Tapal Batas |
Konteks Lagu Bertema Bandung Tempo Dulu
Dunia permusikan era kolonial sebenarnya sudah mengenal beberapa lagu yang menggunakan kemiripan judul. Salah satu dokumen mencatat keberadaan lagu berbahasa Belanda berjudul Hallo Bandoeng karya musisi Willy Derby.
Lagu asing tersebut mencatatkan angka penjualan yang luar biasa pada zamannya lewat format rekaman fisik. Faktor-faktor historis lokal ini menjadi latar belakang komparatif bagi perkembangan musik di tanah air:
- Lagu Hallo Bandoeng karya Willy Derby terjual lebih dari 50.000 kopi pada masa itu.
- Lagu bertema Bandung versi Belanda tersebut direkam secara resmi sekitar tahun 1940.
- Ismail Marzuki menggubah melodi dan lirik versi Indonesia yang murni menyuarakan perjuangan fisik kemerdekaan.
Kini karya-karya Ismail Marzuki telah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional yang dilindungi hukum. Pemerintah daerah terus mengarsipkan dokumen otentik demi menjaga kemurnian sejarah penciptaan lagu nasional tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow