SNPMB Ungkap Alasan Penilaian UTBK SNBT Membutuhkan Waktu Dua Tahap

Smallest Font
Largest Font

Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) membeberkan alasan proses pengumuman UTBK SNBT membutuhkan waktu hampir satu bulan karena adanya tahapan sistem scoring dan pembobotan yang berbeda.

Penjelasan mengenai mekanisme penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI yang disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen, dilansir dari Detikcom pada Jumat (5/6/2026).

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok memaparkan bahwa pelaksanaan ujian harus menyesuaikan dengan waktu kelulusan siswa SMA dan memerlukan validasi ulang setelah ujian berakhir.

"Pelaksanaan UTBK itu terakhir tanggal 2 Mei, pengumumannya 25 Mei. Kami butuh 20 hari. Jawaban pertama, kenapa harus April dilaksanakan?

Karena harus setelah lulusan. Karena peserta peserta UTBK kan lulusan SMA. Jadi tidak mungkin kami tarik ke Maret," jelas Eduart.

Lebih lanjut, pengelolaan data ujian melibatkan ratusan ribu peserta yang pengerjaannya dikompres agar bisa selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal penjaringan mahasiswa baru.

"Makanya mengapa pelaksanaan UTBK itu ini kami sudah berusaha untuk padatkan dan 871.496 peserta UTBK (2026) itu selesai tanggal 2 Mei, pengumuman 25 Mei. Kami menggunakan sistem yang berbeda antara scoring dan bobot," tambahnya.

Pemisahan tim penilai antara bagian pemeriksaan skor awal dan bagian pemeringkatan juga menjadi faktor utama yang membuat transparansi seleksi tetap terjaga sekaligus mencegah potensi kecurangan.

"Jadi kalau saya di tim scoring, saya tidak tahu siapa nih yang saya periksa. Yang pasti skornya sekian, baru kemudian akan cocokkan ke tim untuk pembobotan. Itu tim yang berbeda," kata Eduart.

Ketatnya sistem ini ditunjukkan dengan adanya kerabat dekat dari internal kepanitiaan maupun rektor perguruan tinggi negeri yang tetap dinyatakan tidak lolos seleksi akibat murni penilaian sistem.

"Bahkan Ibu-Bapak, saya ingin sampaikan, ketua penanggung jawab soal itu memiliki dua putra yang ikut SNBT dan alhamdulillah dua-duanya tidak lulus, padahal soalnya ada di rumahnya. Bahkan kemarin terus terang beberapa rektor sempat galau ketika penetapan anak mereka tidak lulus," ungkap Eduart.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed