Sering Salah Paham Apa Itu Plural dalam Bahasa Indonesia dan Inggris Ini Aturan Lengkapnya

Smallest Font
Largest Font

Memahami arti kata jamak sering kali menimbulkan kebingungan bagi pembelajar bahasa karena setiap sistem linguistik memiliki aturan tersendiri. Secara bahasa plural artinya adalah jamak atau lebih dari satu, sebuah konsep yang terlihat sederhana namun memiliki penerapan berbeda di berbagai negara. Mengetahui fondasi dasar ini akan mencegah Anda melakukan kesalahan fatal dalam menyusun kalimat, baik saat menulis dokumen resmi maupun berbicara sehari-hari.

Banyak orang mengira bahwa konsep jamak dalam semua bahasa bisa disamakan begitu saja dengan menduplikasi kata. Dalam kasus yang sering saya temui saat mengajar tata bahasa, kesalahan umum yang saya lihat adalah kecenderungan seseorang untuk menerapkan logika bahasa ibunya secara mentah-mentah ke dalam bahasa asing. Penguasaan konsep etimologis dan praktis mengenai kuantitas kata benda ini menjadi kunci utama untuk mencapai kefasihan komunikasi yang akurat.

Langkah pertama untuk menguasai materi ini adalah memahami bagaimana sebuah bahasa memetakan jumlah dari objek yang dibicarakan. Sifat dasar dari kata benda atau noun selalu terikat dengan kuantitasnya dalam sebuah konteks kalimat.

Konsep Dasar Kuantitas Sesuai Ketentuan Tata Bahasa

Secara bahasa plural artinya adalah jamak atau lebih dari satu, baik itu merujuk pada benda, hewan, maupun manusia. Penegasan ini sejalan dengan pengertian resmi yang dikeluarkan oleh otoritas kebahasaan terkemuka.

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "plural" berarti jamak atau lebih dari satu.
  • Berdasarkan kamus Merriam Webster, plural noun adalah kata benda yang digunakan untuk menunjukkan bahwa benda tersebut ada lebih dari satu.
  • Sebaliknya, jika objek yang dimaksud hanya berjumlah satu atau tunggal, maka istilah yang digunakan adalah singular noun.

Perbedaan Prinsip Antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Dari pengalaman saya menangani analisis teks, perbedaan mendasar antara kedua bahasa ini terletak pada perubahan bentuk fisik kata itu sendiri. Karakteristik ini sering kali mengejutkan bagi pemula yang baru mempelajari ilmu bahasa secara mendalam.

Kata benda dalam bahasa Inggris dibedakan berdasarkan bentuk dan jumlahnya, yaitu singular, plural, dan irregular. Sementara itu, dalam bahasa Indonesia, perubahan bentuk kata tidak dinilai dari jumlah bendanya, sehingga kata dasarnya tetap sama meskipun jumlah objeknya bertambah banyak.

Langkah Mengidentifikasi dan Menggunakan Bentuk Plural

Untuk menerapkan pemahaman ini ke dalam komunikasi praktis, Anda perlu mengikuti langkah-langkah sistematis agar tidak keliru dalam memilih diksi atau mengubah bentuk kata.

Berikut adalah urutan langkah yang dapat Anda eksekusi secara berurutan:

  1. Identifikasi Jumlah Objek: Pastikan terlebih dahulu apakah benda, hewan, atau manusia yang Anda bicarakan berjumlah tunggal atau lebih dari satu.
  2. Terapkan Aturan Bahasa Indonesia: Jika Anda berbicara dalam bahasa Indonesia, bentuk plural biasanya dituliskan dalam bentuk kata ulang. Contohnya adalah kata sayur-mayur, anak-anak, buah-buahan, orang-orang, dan hewan-hewan.
  3. Terapkan Aturan Penambahan Akhiran Bahasa Inggris: Jika menggunakan bahasa Inggris, Anda wajib mengubah bentuk kata benda tersebut sesuai dengan regulasi tata bahasa yang berlaku, umumnya dengan menambahkan akhiran huruf tertentu.
  4. Periksa Kategori Kata Unik: Pastikan kata benda yang Anda gunakan tidak masuk ke dalam kategori berubah total atau tidak berubah sama sekali, yang dikenal sebagai bentuk tidak beraturan.
Ciek Julyati Hisyam, dalam bukunya yang berjudul Sistem Sosial Budaya Indonesia (2021, halaman 76), menyatakan bahwa secara terminologi, kata plural berarti menunjukkan arti jamak. Ketika kata plural diberi embel-embel “isme”, maka ia akan berubah menjadi sebuah paham yang memiliki arti jauh berbeda dengan istilah kata sebelumnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membatasi pembahasan pada konteks bahasa terlebih dahulu sebelum melompat ke ranah ideologi atau sosiologi yang lebih kompleks.

Cara Mudah Membedakan Singular dan Plural Nouns | Yuli Andawa

Aturan Mengubah Kata Benda Tunggal ke Jamak dalam Bahasa Inggris

Bagi Anda yang sedang memperdalam kemampuan bahasa asing, perubahan bentuk kata benda tunggal menjadi jamak membutuhkan ketelitian tinggi. Anda tidak bisa sembarangan menempelkan huruf di akhir kata tanpa melihat karakteristik huruf penutupnya.

Regulasi Penambahan Huruf S dan ES

Sebagian besar kata benda teratur hanya membutuhkan tambahan huruf s di bagian belakang untuk menandakan bahwa jumlahnya banyak. Namun, terdapat kondisi khusus yang mengharuskan Anda menambahkan huruf es demi kemudahan pelafalan.

Perhatikan tabel panduan perubahan kata benda berikut untuk melihat pola perubahannya secara konkret:

Panduan Perubahan Bentuk Kata Benda Tunggal ke Jamak
Jenis Kata BendaBentuk Tunggal (Singular)Bentuk Jamak (Plural)
Akhiran UmumBookBooks
Akhiran UmumCatCats
Akhiran s, ch, sh, x, zBusBuses
Akhiran s, ch, sh, x, zBoxBoxes
Akhiran y (setelah konsonan)BabyBabies
Akhiran y (setelah konsonan)CityCities
Akhiran f atau feLeafLeaves
Akhiran f atau feKnifeKnives

Memahami Karakteristik Irregular Plural Noun

Kesalahan berikutnya yang sangat sering terjadi adalah memaksakan aturan penambahan huruf s pada kata benda yang sifatnya tidak beraturan. Kelompok kata ini memiliki jalurnya sendiri dan harus dihafalkan karena tidak mengikuti rumus standar.

Beberapa kata mengalami perubahan vokal di dalamnya, seperti kata man yang berubah menjadi men, atau tooth yang berubah menjadi teeth. Ada pula kata yang bentuknya berubah total seperti child menjadi children, bahkan ada yang bentuk tunggal dan jamaknya sama persis seperti kata sheep atau fish.

Perspektif Historis dan Sosial dalam Penggunaan Istilah

Melihat kata dari sudut pandang sejarah akan memberikan kedalaman pemahaman mengapa sebuah istilah diadopsi ke dalam bahasa lokal. Penggunaan kata ini ternyata memiliki kemiripan makna dengan istilah lain, namun menyimpan perbedaan mendasar pada akar katanya.

Buku berjudul Pendidikan Multikultural: Strategi Mengelola Keberagaman di Sekolah yang disusun oleh Admila Rosada, Doni Koesoema Albertus, dkk. (2019, halaman 34) menyebutkan hal penting mengenai penyerapan istilah ini. Mereka menyebutkan bahwa istilah “multi” dan “plural” dalam bahasa Indonesia mengacu pada kata “banyak”.

Meskipun kata plural dan multi dapat mengacu pada suatu pengertian yang sama dalam percakapan sehari-hari, namun sesungguhnya kedua istilah tersebut berbeda secara etimologis maupun secara sosial historis. Plural lebih menekankan pada sifat jamak dari komponen-komponen yang berdiri sendiri, sedangkan multi sering kali menggambarkan kompleksitas dari gabungan berbagai unsur tersebut.

Almathea Virdhausya dalam artikelnya yang diterbitkan di platform Aku Pintar sekitar empat tahun lalu juga menegaskan pentingnya memahami perbedaan mendasar ini agar masyarakat tidak salah dalam menempatkan kata dalam struktur kalimat formal. Menggunakan kata yang tepat sesuai dengan fungsi kuantitasnya akan membuat tulisan Anda terlihat lebih profesional dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.

Penguasaan terhadap konsep kuantitas linguistik ini pada akhirnya akan meningkatkan ketajaman Anda dalam berkomunikasi. Baik dalam bahasa Indonesia yang menggunakan sistem pengulangan kata, maupun bahasa Inggris yang menggunakan sistem perubahan sufiks, pemahaman esensial bahwa plural berarti lebih dari satu tetap menjadi landasan utama yang tidak boleh diabaikan.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow