Arkeolog Teliti Artefak Kebudayaan Toala di Sulawesi Selatan untuk Ungkap Kronologi Zaman Mesolitikum
Para peneliti dan arkeolog terus mendalami sebaran artefak kebudayaan Toala di wilayah Sulawesi Selatan pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Langkah ini dilakukan guna menyusun kronologi yang lebih presisi mengenai fase hunian manusia prasejarah dari zaman Mesolitikum hingga periode proto-sejarah di kawasan tersebut.
Situs induk Leang Panninge yang berada pada koordinat geografis 4°46′28″S 119°56′23″E menjadi salah satu titik fokus pengumpulan data sekunder terkini. Kawasan karst di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan serta Kabupaten Maros terbukti menyimpan sisa peninggalan paling melimpah dibandingkan wilayah sekitarnya.
Ekskavasi yang berjalan secara berkala menegaskan bahwa jangkauan geografis tradisi ini sangat luas. Jejak hunian mereka tersebar mulai dari Maros, Bone, Soppeng, Enrekang, Tana Toraja, hingga kawasan pesisir seperti Bulukumba dan Bantaeng.
Periodisasi dan Kronologi Penanggalan Karbon
Penanggalan absolut berbasis pengujian laboratorium menjadi dasar utama bagi para ilmuwan untuk memetakan rentang waktu hunian mikro-litik ini.
Secara umum, kebudayaan Toala berkembang sejak masa Holosen Tengah hingga awal Holosen Akhir. Berdasarkan data radiokarbon, rentang waktu hunian kelompok berburu ini diperkirakan berlangsung sejak tahun 7000 Sebelum Masehi (SM) hingga tahun 500 Masehi (CE).
Metode pengukuran karbon-14 yang dilakukan pada sampel organik di beberapa gua Sulawesi Selatan menunjukkan angka yang spesifik. Mayoritas aktivitas terekam kuat antara tahun 5000 hingga 1000 SM.
Di sisi lain, analisis laboratorium terpisah oleh peneliti Ian Glover menghasilkan cakupan angka penanggalan yang jauh lebih panjang, yaitu dimulai dari 32160 ± 250 BP (Before Present) hingga berakhir di sekitar tahun 400 SM.
Untuk mempermudah identifikasi perkembangan teknologi, para ahli membagi kronologi kebudayaan Toala ke dalam tiga fase utama.
Fase Awal Toalean (Early Toalean)
Fase ini berlangsung pada rentang waktu 7500 hingga 5500 BP. Karakteristik utama pada lapisan ini ditandai dengan kemunculan alat-alat dari bahan tulang hewan serta teknologi mikrolit yang mulai masif digunakan untuk berburu.
Fase Akhir Prekeramik (Late Preceramic Toalean)
Berlangsung antara tahun 5500 sampai 3500 BP. Pada masa ini, para pencari makan prasejarah mulai menciptakan inovasi teknologi yang sangat khas berupa mata panah bergerigi yang dikenal luas oleh para arkeolog sebagai Maros Points.
Fase Keramik Toalean (Ceramic Toalean)
Fase paling muda ini berjalan pada rentang tahun 3500 hingga 2000 BP. Lapisan tanah pada periode ini mulai memperlihatkan adanya percampuran budaya lokal dengan unsur-unsur kebudayaan Neolitikum pendatang, salah satunya ditandai dengan temuan fragmen tembikar atau keramik tanah liat.
Klasifikasi Lapisan Tanah dan Karakteristik Alat Peninggalan
Dokumentasi stratigrafi tanah di situs gua purba mengacu pada penggabungan klasifikasi yang dirumuskan oleh Van Heekeren dan Ian Glover.
Melalui pengamatan struktur tanah, para ilmuwan memisahkan temuan ke dalam beberapa tingkatan umur geologis. Lapisan Toala III merupakan unit stratigrafi tertua yang berhasil diidentifikasi, dengan estimasi umur purba berkisar antara 32160 ± 330 BP hingga 20150 ± 250 BP.
Berikut adalah rincian data estimasi penanggalan kebudayaan Toala berdasarkan beberapa ahli arkeologi terkemuka:
| Nama Peneliti / Ahli Arkeologi | Estimasi Awal Angka Tahun | Estimasi Akhir Angka Tahun |
|---|---|---|
| Van Stein Callenfels | 3000 SM | 1000 SM |
| Ian Glover (Analisis Radiokarbon) | 32160 ± 250 BP | 400 SM |
| Pengukuran Umum Karbon-14 Gua | 5000 SM | 1000 SM |
| Kronologi Umum Kawasan | 7000 SM | 500 M (CE) |
Hingga saat ini, benda-benda hasil kupasan batu serpih dan sisa perkakas tulang dari gua-gua tersebut disimpan di balai pelestarian kebudayaan setempat. Temuan-temuan ini menjadi rujukan penting bagi penelitian lanjutan mengenai pola migrasi manusia prasejarah di kawasan kepulauan Wallacea.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow