Bangsa Portugis dan Spanyol Pelopori Imperialisme Kuno Mulai Abad Ke-15
Praktik imperialisme kuno yang dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol resmi bermula sejak abad ke-15 yang dipicu oleh jatuhnya kota perdagangan Konstantinopel ke tangan Turki Ottoman pada tahun 1453. Peristiwa sejarah ini memaksa bangsa Eropa mencari jalur perdagangan baru ke dunia Timur. Menurut catatan sejarah, pergerakan masif ini melahirkan era penjelajahan samudra.
Para ahli menyepakati bahwa praktik imperialisme kuno dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia termasuk Asia Tenggara.
"Praktik imperialisme kuno dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol," kata para ahli sejarah seperti dilansir dari Kompas.
Latar belakang penjelajahan samudra bangsa barat ini didorong oleh motivasi kuat untuk menguasai komoditas rempah-rempah langsung dari sumbernya. Semboyan utama yang dibawa oleh para pencetus imperialisme kuno ini dikenal dengan istilah 3G, yaitu Gold, Glory, dan Gospel.
Semboyan gold glory gospel artinya adalah perburuan kekayaan (Gold), kejayaan bagi kerajaan (Glory), dan misi penyebaran agama Kristen (Gospel) di wilayah baru. Gerakan ini memicu persaingan sengit antara dua kerajaan Katolik terbesar di Eropa saat itu.
Untuk meredakan ketegangan, lahirlah sebuah kesepakatan pembagian wilayah berskala global. Melalui Perjanjian Tordesillas yang ditandatangani pada 7 Juni 1494, wilayah luar Eropa dibagi menjadi dua kekuasaan. Spanyol mendapatkan hak atas wilayah barat, sedangkan Portugis mendapatkan hak atas wilayah timur garis meridian yang disepakati.
Garis demarkasi ini memandu rute pelayaran para penjelajah ulung dari kedua negara dalam mengarungi samudra luas.
Kronologi Ekspedisi dan Kedatangan di Nusantara
Pelayaran pertama Christopher Columbus dari Spanyol dimulai pada 3 Agustus 1942 demi mencari rute barat ke Asia.
Selanjutnya, ekspedisi Fernando de Magelhaens atau Ferdinan Magellan berhasil tiba di Filipina pada April 1521 sebelum akhirnya tewas di sana. Sisa pasukan Spanyol dipimpin Kapten Sebastian del Cano melanjutkan perjalanan hingga tiba di Indonesia pada tahun 1521. Sementara itu, bangsa Portugis telah lebih dahulu mengamankan jalur timur dan mencapai Indonesia pada awal abad ke-16.
Berikut adalah lini masa penting dalam sejarah ekspedisi imperialisme kuno:
- Tahun 1453: Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Ottoman.
- 7 Juni 1494: Penandatanganan Perjanjian Tordesillas.
- 3 Agustus 1942: Pelayaran pertama Christopher Columbus.
- Awal Abad ke-16: Penjajahan bangsa Portugis di Indonesia dimulai.
- April 1521: Ekspedisi Magellan mendarat di Filipina.
- Tahun 1521: Kapten Sebastian del Cano tiba di Indonesia.
Perbedaan Karakteristik Era Imperialisme
Seiring berjalannya waktu, dunia mengalami pergeseran orientasi politik dan ekonomi global secara drastis. Masyarakat sering bertanya mengenai "apa bedanya imperialisme kuno dan modern" dalam perkembangan sejarah dunia.
Perubahan besar ini dipicu oleh Revolusi Industri di Inggris yang berlangsung pada pertengahan abad 18 hingga 19, tepatnya tahun 1750-1850. Perbandingan karakteristik antara imperialisme kuno dan modern dapat dilihat melalui tabel berikut berdasarkan data dari Detik:
| Aspek Perbandingan | Imperialisme Kuno | Imperialisme Modern |
|---|---|---|
| Pelopor Utama | Portugis dan Spanyol | Inggris dan Negara Industri |
| Waktu Kemunculan | Sekitar tahun 1500 M (Abad ke-15) | Pasca-Revolusi Industri (Abad ke-18) |
| Motivasi Utama | Semboyan 3G (Gold, Glory, Gospel) | Ekonomi, Bahan Baku, Pasar Industri |
| Sektor Fokus | Perdagangan Rempah dan Agama | Pabrikasi dan Kapitalisme |
Kini, peninggalan benteng-benteng tua dan jalur kolonial menjadi bukti sejarah kedatangan bangsa eropa ke indonesia masa lampau.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow