Binus University Buka 1.000 Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026

Smallest Font
Largest Font

Universitas Bina Nusantara (Binus University) menyediakan sebanyak 1.000 kuota beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2026. Kesempatan tersebut mencakup berbagai kategori prestas, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (28/7/2026).

Program serapan beasiswa ini menyasar kandidat dengan latar belakang prestasi akademik maupun nonakademik, kepemimpinan, kontribusi sosial, hingga talenta kreativitas digital seperti influencer. Proses seleksi juga mempertimbangkan potensi pengembangan minat calon mahasiswa di masa mendatang.

Pihak rektorat menegaskan komitmen kampus dalam menjaring serta memfasilitasi bibit muda berpotensi agar dapat berkembang secara optimal.

"Sebetulnya kita membuka kesempatan, dan tentunya kita mencari talenta-talenta muda, bakat-bakat yang perlu kita kembangkan, yang perlu kita apresiasi. Tentu sesuai dengan kondisi ya. Kalau yang lalu misalnya tidak ada influencer, sekarang jadinya sudah ada. Itu terus kita evaluasi," ucap Rektor Binus University, Dr Nelly, S Kom, M M, CSCA.

Evaluasi terus dilakukan guna menyesuaikan kriteria penerima bantuan pendidikan dengan dinamika pendaftaran kandidat.

"Nanti kita melihat lagi, berdasarkan yang mereka daftarkan, ini ada potensi-potensi dan kesempatan-kesempatan untuk ke depan, untuk berkembang, itu pasti kita akan pertimbangkan, walaupun tidak ada di dalam daftarnya sekarang," imbuh Nelly.

Seluruh calon mahasiswa diwajibkan mengikuti seleksi masuk berupa Tes Potensi Keberhasilan Studi (TPKS). Ujian ini dirancang untuk mengukur kapabilitas akademik awal calon mahasiswa.

"Jadi sebetulnya logic test, itu ada abstraksi, ada verbal, ada logic, begitu," terang Nelly.

Penerapan bobot nilai TPKS disesuaikan dengan program studi yang dituju. Calon mahasiswa ilmu komputer atau teknik mendapatkan bobot logika lebih besar, sedangkan program studi bahasa lebih menekankan abstrak logika verbal.

"Misalnya saya mau ambil Inggris, Japanese gitu ya, Mandarin gitu, HI gitu, yang bahasa, tentu abstrak dari logika verbalnya yang harus lebih besar. Jadi bobotnya sesuai dengan program yang dituju," jelas Nelly.

Sementara itu, pendaftar Beasiswa Widia dituntut menyusun portofolio prestasi, khusus untuk peraih juara atau finalis tingkat nasional dan internasional. Salah satu penerima beasiswa, Akmal Insan Purwanda, memanfaatkan deretan medali kejuaraan renang semasa SMA untuk melengkapi berkasnya.

"Kebetulan udah mengikuti banyak lomba semasa aku SMA. Jadi sudah terkumpul beberapa untuk aku mendaftar," tutur Akmal Insan Purwanda, atlet peraih dua emas O2SN 2024 yang kini berkuliah di jurusan Information System Binus @Kemanggisan.

Mahasiswa yang baru menyumbang medali perunggu pada Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 ini mengaku telah mengumpulkan informasi pendaftaran sejak awal kelas 3 SMA sebelum akhirnya dinyatakan lolos seleksi.

"Dari awal kelas 3 tuh aku udah cari tahu, udah mulai lihat-lihat di website-nya Binus Admission, cara masuknya bagaimana, tahapan-tahapan yang perlu dilalui itu seperti apa. Terus aku akhirnya daftar ini di sekitar bulan Februari, dan Maret dan alhamdulillah bisa dapet," tutur Akmal.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow