BMKG Catat DI Yogyakarta Alami Hari Tanpa Hujan Terlama Hingga 90 Hari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pemutakhiran data Hari Tanpa Hujan (HTH) per 30 Juli 2026. Berdasarkan pantauan tersebut, DI Yogyakarta menjadi daerah yang mengalami kekeringan terlama di Indonesia, dengan durasi mencapai 90 hari tanpa diguyur hujan, sebagaimana dikutip dari Detikcom.
Memasuki pertengahan Agustus 2026, BMKG mencatat penurunan curah hujan telah meluas ke lebih dari 70 persen wilayah Indonesia. Kondisi ini sejalan dengan prediksi lembaga tersebut yang menempatkan periode Juli, Agustus, hingga September sebagai puncak musim kemarau tahun ini.
Meski mayoritas daerah mulai terdampak kekeringan, puncaknya tidak berlangsung secara bersamaan di seluruh Indonesia. Beberapa wilayah tercatat masih mengalami hujan, seperti sebagian Aceh, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, sebagian Sumatera Utara, sebagian Jakarta, Kalimantan Tengah, hingga area kecil di Papua Selatan.
Pemantauan HTH ini dilakukan BMKG melalui 4.878 pos pengamatan hujan yang tersebar di berbagai provinsi. Dari hasil monitoring tersebut, tercatat delapan wilayah yang mengalami rentang hari tanpa hujan terlama di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota.
Berikut adalah deretan wilayah di Indonesia yang mencatatkan durasi hari tanpa hujan paling panjang berdasarkan data terbaru BMKG:
| No | Provinsi | Kabupaten / Kota Terlama | Kecamatan Terpengaruh | Durasi HTH |
|---|---|---|---|---|
| 1 | DI Yogyakarta | Bantul | Pajangan, Pundong, Bantul, Jetis, Imogiri, Bambanglipuro, Pundak, Sanden | 90 hari |
| 2 | Jawa Tengah | Sragen | Masaran, Kelawung, Kedawung | 89 hari |
| 3 | Jawa Timur | Madiun & Magetan | Dolopo, Geger, Kawedan, Lembayan, Parang, dan sekitarnya | 88 hari |
| 4 | Nusa Tenggara Timur | Kota Kupang | Kota Raja, Oebobo, Kelapa Lama, Maulafa, Alak | 77 hari |
| 5 | Nusa Tenggara Barat | Bima | Belo, Madapanga | 74 hari |
| 6 | Bali | Buleleng | Gerokgak | 72 hari |
| 7 | Jawa Barat | Cirebon | Kapetakan, Susukan | 69 hari |
| 8 | Banten | Serang | Kramatu, Lebak Wangi | 67 hari |
Di Yogyakarta, durasi 90 hari tanpa hujan terjadi di Kabupaten Bantul, meliputi Kecamatan Pajangan, Pundong, Bantul, Jetis, Imogiri, Bambanglipuro, Pundak, dan Sanden. Sementara itu, Kabupaten Gunung Kidul (Rongkop) mencatatkan 74 hari dan Kulon Progo selama 67 hari.
Provinsi Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan durasi HTH hingga 89 hari di Kabupaten Sragen, khususnya Kecamatan Masaran, Kelawung, dan Kedawung. Kabupaten Wonogiri menyulul dengan 88 hari, Klaten 76 hari, serta Blora dan Magelang masing-masing 69 hari.
Jawa Timur mencatat durasi HTH hingga 88 hari di wilayah Madiun dan Magetan. Beberapa kecamatan terdampak di Madiun antara lain Dolopo, Geger, dan Gemarang, sedangkan di Magetan mencakup Kawedan, Lembayan, serta Parang. Wilayah Malang, Kediri, Jember, dan Ngawi juga mengalami kekeringan di atas 70 hari.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang mencatatkan HTH selama 77 hari yang tersebar di Kota Raja, Oebobo, Kelapa Lama, Maulafa, dan Alak. Kabupaten Lembata serta Sumba Timur juga mengalami HTH hingga 74 hari.
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), kekeringan terlama terdeteksi di Kabupaten Bima (Belo dan Madapanga) selama 74 hari, disusul Lombok Timur selama 73 hari. Sementara di Bali, Kecamatan Gerokgak di Kabupaten Buleleng mencatatkan 72 hari tanpa hujan.
Wilayah Jawa Barat juga mengalami dampak kemarau dengan HTH tertinggi di Kabupaten Cirebon selama 69 hari. Beberapa daerah lain seperti Bandung, Cianjur, Garut, Karawang, Majalengka, Purwakarta, dan Sumedang mencatatkan periode HTH selama 67 hari. Di Banten, Kabupaten Serang mencatat rentang waktu tanpa hujan hingga 67 hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow