Ujian Sejarah Bingung Memilih yang Bukan Contoh Historiografi Tradisional

Smallest Font
Largest Font

Menjawab pertanyaan tentang berikut ini yang bukan contoh historiografi tradisional adalah tantangan tersendiri jika Anda belum memahami klasifikasi penulisan sejarah di Indonesia. Banyak siswa terjebak saat ujian karena semua opsi jawaban terdengar seperti nama naskah kuno yang mirip satu sama lain. Melalui panduan ini, saya akan membagikan metode logis untuk mengeliminasi jawaban yang salah dan menemukan jawaban yang tepat secara instan.

Berdasarkan informasi dari Brain Academy dan Tempo.co, historiografi di Indonesia secara resmi dibagi menjadi 4 jenis yang berbeda.

Keempat jenis tersebut adalah historiografi tradisional, historiografi kolonial, historiografi nasional, dan historiografi Indonesia modern. Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, kegagalan menjawab soal ini terjadi karena pembaca tidak tahu urutan fase historis penulisan tersebut.

Historiografi tradisional merupakan pola penulisan sejarah paling tua yang ada di Nusantara sebelum masuknya pengaruh Barat. Fase waktu penulisan tradisional ini dimulai sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga masuknya agama Islam di Indonesia.

Jika naskah yang ditanyakan dibuat setelah era kolonial atau menggunakan metode kritis abad ke-20, maka naskah itu dipastikan bukan historiografi tradisional.

Langkah Praktis Mengidentifikasi Karya yang Bukan Historiografi Tradisional

Untuk mempermudah Anda dalam menyortir pilihan jawaban saat ujian, terapkan langkah-langkah sistematis berikut ini secara berurutan.

  1. Periksa judul naskah apakah mengandung kata serapan modern atau nama institusi bentukan Eropa.
  2. Lihat tahun pembuatan atau latar belakang penulisan naskah tersebut jika disediakan dalam soal.
  3. Identifikasi metode penulisan, apakah menggunakan pendekatan ilmiah kritis atau masih bercampur mitos.
  4. Cari keberadaan unsur subjektivitas raja atau dominasi kepentingan penjajah asing di dalam teks.
  5. Eliminasi naskah resmi kerajaan Nusantara karena itu sudah pasti termasuk dalam kategori tradisional.

Dari pengalaman saya menangani bimbingan belajar sejarah, langkah eliminasi ini terbukti menghemat waktu pengerjaan hingga lima puluh persen.

Menghafal Daftar Karya Tradisional yang Sering Keluar di Ujian

Kesalahan umum yang saya lihat adalah siswa mencoba menghafal ratusan naskah kuno sekaligus padahal polanya selalu sama.

Berdasarkan data dari Tempo.co dan Orami, beberapa contoh historiografi tradisional yang paling sering muncul antara lain:

  • Babad Tanah Jawi (menceritakan sejarah kerajaan di Jawa dan perkembangan masyarakat dari era mitologi, Hindu-Buddha, hingga masuknya Islam).
  • Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca.
  • Hikayat Hang Tuah.
  • Sejarah Sukapura.
  • Carita Parahiangan.
  • Kitab Pararaton.
  • Babad Nongko Doyong.
  • Babad Cirebon.

Jika pilihan jawaban dalam soal ujian Anda memuat nama-nama di atas, maka itu adalah contoh asli historiografi tradisional.

Historiografi, Tradisional, Kolonial dan Modern | GeEmGe History Channel

Mengenali Karakteristik Geografis Corak Tradisional

Karakteristik geografis corak historiografi tradisional di Indonesia memiliki pola wilayah yang sangat spesifik dan mudah dikenali. Penulisan kuno ini diawali dari wilayah bagian tengah berdasarkan peta kerajaan, seperti Kerajaan Kutai dan kerajaan Hindu-Buddha di Pulau Jawa. Sementara itu, corak Islam sangat kuat di daerah timur seperti Sulawesi dan Maluku, serta daerah barat Indonesia.

Pemahaman geografis ini membantu Anda menganalisis asal-usul naskah secara cepat tanpa perlu membaca seluruh isinya.

Perbandingan Karakteristik Antar Fase Historiografi

Untuk memastikan Anda tidak keliru membedakan naskah tradisional dengan jenis penulisan sejarah lainnya, mari lihat perbedaan karakteristiknya secara terstruktur.

Perbandingan Karakteristik Jenis Historiografi di Indonesia
Jenis HistoriografiFase Waktu UtamaFokus Sudut Pandang
TradisionalKerajaan Hindu-Buddha sampai IslamIstanasentris dan Mitologi
KolonialMasa Penjajahan BelandaEropasentris dan Kepentingan Kumpeni
NasionalPasca Kemerdekaan IndonesiaIndonesiasentris dan Nasionalisme
ModernMasa KontemporerMetode Kritis Ilmiah

Melalui data tabel tersebut, kita bisa langsung menyimpulkan bahwa naskah seperti Sejarah Nasional Indonesia jelas bukan historiografi tradisional.

Naskah kolonial seperti naskah laporan pejabat Belanda juga otomatis gugur dari kategori penulisan tradisional.

Menentukan Jawaban yang Benar untuk Soal Ujian

Ketika Anda berhadapan dengan pertanyaan pilihan ganda mengenai hal ini, carilah opsi yang menggunakan metode penelitian modern. Buku sejarah populer yang ditulis oleh sejarawan masa kini dengan pendekatan multidimensional adalah jawaban yang paling tepat. Ingat kembali urutan fase historis bahwa penulisan tradisional selalu berada di posisi paling awal sebelum era kolonial.

Buku sejarah kritis abad ke-20 seperti pemberontakan petani Banten jelas merupakan produk historiografi modern, bukan tradisional.

Gunakan logika eliminasi daftar naskah babad, hikayat, dan serat untuk menemukan opsi asing yang tidak cocok dengan ciri istanasentris.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow