Sulit Bedakan Jenis Teks? Ini Cara Memahami Sifat Teks Eksplanasi

Smallest Font
Largest Font

Mengetahui cara membedakan teks eksplanasi dengan teks lain sering kali membingungkan karena banyak teks yang sama-sama menyajikan informasi faktual di media digital. Sebagai seorang praktisi yang sering menyusun konten edukasi, saya mengamati bahwa kegagalan utama dalam menulis materi ilmiah adalah mencampurkan opini pribadi ke dalam teks yang seharusnya murni berbasis data. Artikel ini akan membedah secara mendalam apa itu teks eksplanasi beserta sifat-sifat utamanya agar Anda dapat menyusun dokumen yang logis dan objektif.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rilisan tahun 2008, arti eksplanasi adalah "penjelasan" atau "paparan" yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam.

Secara garis besar, teks ini memuat jawaban atas pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, sosial, ilmu pengetahuan, atau budaya bisa terjadi secara runtut.

Sifat Informatif dan Faktual Tanpa Membujuk

Sifat paling mendasar dari tulisan ini adalah fokusnya pada penyampaian informasi yang berdasarkan fakta riil di lapangan tanpa ada unsur manipulasi atau rekayasa.

Dari pengalaman saya menangani berbagai draf tulisan, kesalahan umum yang saya lihat adalah penulis sering menyelipkan kalimat persuasif yang mengajak pembaca menyetujui opini tertentu.

Teks eksplanasi murni bersifat memaparkan fakta ilmiah agar pembaca memahami proses kausalitas, bukan membujuk mereka untuk mengubah pandangan politik atau ideologi.

Keterikatan dengan Ilmu Pengetahuan (Sains)

Ulasan yang diangkat di dalam tulisan ini harus senantiasa memiliki keterikatan yang kuat dengan prinsip-prinsip keilmuan atau bersifat sains.

Hal ini membedakannya dengan teks narasi fiksi atau dongeng yang mengandalkan imajinasi bebas dari sang penulis.

Setiap fenomena yang dijabarkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis, empiris, dan menggunakan metodologi berpikir yang runtut sesuai kaidah ilmiah resmi.

Langkah Tepat Mengidentifikasi Ciri Ciri Teks Eksplanasi

Untuk memudahkan Anda mengenali jenis teks ini di tengah belantara informasi, terdapat beberapa indikator utama yang wajib dipenuhi dalam sebuah naskah.

Para ahli seperti Isnatun dan Farida dalam buku Mahir Berbahasa Indonesia (2013, hlm 80) juga menekankan pentingnya akurasi data dalam menyusun tulisan sejenis.

Berikut adalah beberapa ciri ciri teks eksplanasi yang membedakannya secara kontras dari jenis karangan lain yang ada di industri literasi.

  1. Fokus pada hal umum (generik) yang melibatkan fenomena alam atau sosial, bukan partisipan manusia secara individual.
  2. Menggunakan konjungsi kausalitas seperti 'sebab', 'karena', 'oleh karena itu', atau 'sehingga' untuk menghubungkan antarperistiwa.
  3. Menggunakan konjungsi kronologis atau urutan waktu seperti 'kemudian', 'lalu', 'setelah itu', atau 'pada akhirnya'.
  4. Banyak menggunakan kata kerja pasif untuk menegaskan fokus pada objek fenomena yang sedang terjadi atau diteliti.

Membedah Struktur Formil dalam Tulisan Eksplanasi

Menyusun naskah yang kredibel membutuhkan pemahaman mendalam mengenai apa saja bagian dari teks eksplanasi agar alur logisnya tidak terputus di tengah jalan.

Kosasih E. (2016, hlm 178) dalam buku Jenis-Jenis Teks: Analisis Fungsi, Struktur, dan Kaidah serta Langkah Penulisannya menyatakan bahwa struktur yang konsisten sangat memengaruhi pemahaman pembaca.

Mari kita bedah tiga komponen utama yang wajib ada di dalam setiap dokumen eksplanasi formal agar menghasilkan pemaparan yang komprehensif.

1. Pernyataan Umum (Identifikasi Fenomena)

Bagian pembuka ini berisi pengenalan mengenai fenomena atau peristiwa yang akan dibahas, memberikan gambaran kasar kepada pembaca tentang topik utama.

Di sini, Anda harus menjelaskan apa fenomena tersebut dan mengapa fenomena itu menjadi penting untuk dipelajari dari sudut pandang ilmiah.

2. Deretan Penjelas (Proses Kejadian)

Bagian ini merupakan inti dari teks eksplanasi yang menguraikan rincian proses terjadinya peristiwa secara bertahap, runtut, dan menggunakan hubungan sebab-akibat.

Dalam kasus yang sering saya temui, bagian ini membutuhkan referensi data sejarah atau sains yang valid agar argumen tidak terkesan mengada-ada.

3. Interpretasi (Ulasan Penutup)

Bagian akhir ini berisi kesimpulan, opini opsional, atau ulasan mengenai konsekuensi dan dampak dari fenomena yang telah dijabarkan pada bagian sebelumnya.

Meskipun berisi ulasan, bagian ini tetap tidak boleh keluar dari koridor fakta ilmiah yang telah dipaparkan pada deretan penjelas.

Daftar Literatur Referensi Utama Pengembangan Teks Eksplanasi
Nama PenulisTahun TerbitJudul Buku Referensi
Isnatun dan Farida2013Mahir Berbahasa Indonesia
Kosasih E.2016Jenis-Jenis Teks: Analisis Fungsi, Struktur, dan Kaidah serta Langkah Penulisannya
Barwick J.2007Targetting Text: Photocopiable Unit Based on English Text Types
Kosasih E. & Restuti2013Mandiri Bahasa Indonesia
Mashun2014Teks dalam Bahasa Indonesia Kurikulum 2013

Implementasi Konseptual pada Kasus Sejarah dan Fenomena Alam

Penerapan sifat eksplanasi ini dapat dilihat pada penulisan sejarah perjuangan maupun peristiwa kebencanaan yang terjadi di sekitar kita. Sebagai contoh dalam urutan kronologi sejarah, tercatat pada Juli 1826 Belanda mengulangi serangannya ke Daksa yang telah dikosongkan oleh Pangeran Diponegoro.

Selanjutnya, pada Oktober 1826 pasukan Pangeran Diponegoro melakukan serangan balik kepada Belanda di Gawok dan berhasil memperoleh kemenangan besar. Ulasan sejarah tersebut menggunakan hubungan kronologis yang ketat, yang menjadi salah satu pilar utama dalam menyusun teks eksplanasi berbobot.

Sifat kronologis dan kausalitas dalam teks eksplanasi membantu pembaca memahami motif dan dampak dari sebuah peristiwa masa lalu secara objektif.

Selain sejarah, teks ini juga sering dipakai untuk menggambarkan bagaimana contoh teks eksplanasi bencana alam seperti yang terjadi dalam peristiwa kebakaran hutan di Riau.

Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan bahwa area perkebunan milik penduduk Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau mengalami imbas hebat. Asap tebal mengepul di udara akibat kebakaran tersebut, yang pada akhirnya mengganggu seluruh aktivitas harian warga setempat secara signifikan. Penyusunan laporan dengan gaya eksplanasi seperti ini memastikan seluruh pembaca mendapatkan data konkret mengenai rantai sebab-akibat dari bencana yang sedang berlangsung.

Panduan Menyusun Teks Eksplanasi Mandiri Berbasis Data

Bagi Anda yang ingin menyusun tulisan ini, Barwick J. (2007, hlm 50) dalam karyanya memberikan panduan struktural mengenai pengelolaan jenis teks informasi.

Langkah pertama dimulai dengan menentukan topik atau fenomena spesifik yang memiliki urgensi ilmiah tinggi untuk dijelaskan kepada publik. Selanjutnya, kumpulkan fakta materiil dan data statistik dari sumber-sumber tepercaya seperti jurnal akademis, buku teks, atau laporan resmi lembaga pemerintah.

Susun draf kasar dengan menempatkan pernyataan umum di awal, diikuti deretan penjelas kausalitas, dan ditutup dengan interpretasi dampak yang logis. Pastikan Anda melakukan penyuntingan akhir untuk mengeliminasi penggunaan kata ganti orang pertama (seperti 'saya' atau 'kami') guna menjaga sifat keobjektifan tulisan.

Mematuhi seluruh kaidah kebahasaan dan karakteristik formil ini akan menghasilkan dokumen eksplanasi yang berbobot, profesional, serta mudah dipahami oleh target pembaca Anda.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow