Cara Mudah Menghitung Jarak Nada Septim dalam Teori Musik Diatonic

Smallest Font
Largest Font

Memahami pengertian septim adalah langkah krusial bagi siapa saja yang ingin menguasai aransemen lagu maupun improvisasi melodi secara profesional. Banyak musisi pemula merasa kebingungan ketika harus menentukan jarak antarnada yang letaknya berjauhan di dalam sebuah tangga nada. Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari cara menghitung jarak nada musik secara logis serta mengenali jenis-jenis interval lainnya.

Sebelum membahas septim secara spesifik, kita perlu memahami fondasi dasarnya terlebih dahulu melalui definisi formal dari para pakar.

Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta dalam Diklat Teori Musik 1 menyatakan bahwa interval nada merupakan jarak antara nada satu ke nada yang lain. Setiap interval selalu diberikan nama khusus yang mengandung arti kuantitas dan kualitas dari jarak frekuensi tersebut.

Selaras dengan hal itu, Toto Nugroho dalam buku Kursus Kilat Belajar Piano Dan Keyboard (2013) juga mengutarakan hal senada. Beliau menyatakan bahwa interval nada adalah jarak nada antara nada yang satu dengan yang lainnya, baik nada itu naik ke atas maupun turun ke bawah.

Materi dasar mengenai teori jarak ini bahkan sudah mulai diperkenalkan sejak dini di sekolah dasar. Jika Anda membuka buku tematik kelas 6, tema 7 dan tema 8, materi mengenai interval nada ini dibahas sebagai kompetensi dasar seni budaya. Media anak Bobo.id yang dikutip oleh adjar.grid.id turut menjelaskan bahwa interval nada adalah jarak frekuensi antara satu nada dengan nada lainnya.

Memahami jarak frekuensi secara presisi akan membantu musisi dalam menghasilkan harmonisasi chord yang terdengar estetis dan tidak fals.

Mengenal Nama Nama Interval Nada Berdasarkan Urutan

Dalam teori musik barat, setiap tingkatan jarak memiliki sebutan tersendiri yang diadopsi dari bahasa Latin.

Desi Damayanti, dkk. dalam buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 6 Semester 2 menjelaskan secara terperinci mengenai penamaan ini.

Beliau menyatakan bahwa interval nada mempunyai beberapa nama, yaitu prim, sekon, terts, quart, quin/kuint, sekt, septim, dan oktaf.

Kategori Interval Nada Dasar

Untuk memudahkan proses menghafal, berikut adalah rincian urutan nama interval yang umum digunakan oleh para praktisi musik:

  • Prim: Interval nada dari nada pertama ke nada yang sama, misalnya dari C ke C.
  • Sekon: Interval nada dari nada pertama ke nada kedua di atasnya, misalnya dari C ke D.
  • Terts: Interval nada dari nada pertama ke nada ketiga, misalnya dari C ke E.
  • Quart: Interval nada dari nada pertama ke nada keempat, misalnya dari C ke F.
  • Quin atau Kuint: Interval dari nada pertama ke nada kelima, contoh interval nada kuint adalah C ke G.
  • Sekt: Interval nada dari nada pertama ke nada keenam, misalnya dari C ke A.
  • Septim: Interval nada dari nada pertama ke nada ketujuh, misalnya dari C ke B.
  • Oktaf: Arti oktaf dalam musik adalah jarak dari nada pertama ke nada kedelapan yang sejenis pada tingkatan lebih tinggi.

Dalam sebuah tangga nada memang terdapat 7 nada yang memiliki nama kuantitas interval, salah satunya contohnya c ke c’ yaitu oktaf.

Dari pengalaman saya menangani aransemen paduan suara, pemahaman nama-nama ini sangat membantu saat kita ingin menentukan pecahan suara.

Cara Menghitung dan Menentukan Nama Interval Nada Musik | RonyJess Setiadi

Langkah demi Langkah Menghitung Jarak Nada Musik

Sekarang, mari kita pelajari cara menghitung jarak tangga nada mayor dan minor secara praktis.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah pemula sering menghitung jumlah tuts tanpa memperhatikan interval setengah (½) nada. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menghitung jarak nada dengan akurat tanpa meleset. 1. Pahami Rumus Baku Jarak Tangga Nada

Setiap jenis tangga nada memiliki struktur jarak yang mutlak dan tidak bisa diubah-ubah secara sembarangan.

Jarak interval pada tangga nada diatonis mayor adalah 1 - 1 - ½ - 1 - 1 - 1 - ½. Sementara itu, jarak interval pada tangga nada diatonis minor adalah 1 - ½ - 1 - 1 - ½ - 1 - 1.

2. Aplikasikan Nada Dasar ke Dalam Rumus Mari kita gunakan tangga nada diatonis mayor dengan nada dasar do = C sebagai contoh utama kita.

Tangga nada ini memiliki urutan nada yang bersih tanpa nada kromatis, yaitu C - D - E - F - G - A - B - C'. 3. Hitung Jarak Kumulatif Menuju Nada Ketujuh Untuk menemukan septim, kita harus menghitung total jarak dari nada pertama (C) hingga nada ketujuh (B).

Jarak C ke D adalah 1, D ke E adalah 1, E ke F adalah ½, F ke G adalah 1, G ke A adalah 1, dan A ke B adalah 1.

Jika kita menjumlahkan seluruh angka tersebut (1 + 1 + ½ + 1 + 1 + 1), maka kita akan mendapatkan total jarak sebesar 5½. Dalam kasus yang sering saya temui, jarak 5½ inilah yang disebut sebagai Septim Besar atau Major Seventh. Untuk mempermudah perbandingan seluruh jarak interval ini, mari kita perhatikan struktur data terstruktur di bawah ini.

Perbandingan Nama Interval Jarak Nada dan Contohnya pada Tangga Nada C Mayor
Nama IntervalJumlah Langkah NadaTotal Jarak NadaContoh Nada (C Mayor)
PrimKe-10C ke C
SekonKe-21C ke D
TertsKe-32C ke E
QuartKe-42 ½C ke F
KuintKe-53 ½C ke G
SektKe-64 ½C ke A
SeptimKe-75 ½C ke B
OktafKe-86C ke C'

Mengenal Urutan Interval Nada Tingkat Tinggi

Dalam eksplorasi komposisi musik modern seperti jazz atau neosoul, kita sering melangkah melampaui batas satu oktaf.

Interval yang berada di atas satu oktaf ini biasa disebut dengan istilah extended intervals atau interval tingkat tinggi. Teori musik klasik mengategorikan urutan interval nada tingkat tinggi ini ke dalam beberapa nama spesifik.

Urutan interval nada tingkat tinggi meliputi Decim (ke-10) seperti C ke E’, Undecim (ke-11) seperti C ke F’, Duodecim (ke-12) seperti C ke G’, dan Tredecim (ke-13) seperti C ke A’. Interval septim yang ditambahkan satu oktaf di atasnya akan membentuk interval ke-14 yang sering menjadi elemen pengaya harmoni.

Bagi Anda yang ingin menulis aransemen musik yang terdengar megah, memahami rumpun interval tingkat tinggi ini adalah sebuah kewajiban.

Tips Praktis Mengaplikasikan Septim dalam Aransemen Lagu

Saat membuat sebuah chord, interval septim memberikan warna emosi yang sangat kuat, baik kesan menggantung, misterius, maupun romantis.

Jika Anda bermain piano atau gitar, cobalah sesekali mengubah chord triad standar menjadi chord major 7th dengan menambahkan nada ketujuh. Misalnya, saat memainkan chord C Mayor yang berisi nada C-E-G, sisipkan nada B di ujung atasnya. Seketika nuansa lagu akan berubah menjadi lebih hangat dan bernuansa sinematik, berbeda dengan chord biasa yang cenderung polos.

Penerapan interval septim yang tepat akan membedakan karya musisi amatir dengan sentuhan aransemen seorang profesional berpengalaman.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed