Gaji Bisa Naik 25 Persen Terapkan Cara Negosiasi Gaji dengan HRD Ini Saat Interview

Smallest Font
Largest Font

Menerapkan cara negosiasi gaji dengan HRD secara tepat dapat membantu Anda mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan nilai profesional Anda di pasar kerja saat ini. Banyak pelamar kerja sering kali merasa ragu atau takut ketika harus membahas kompensasi karena khawatir penawaran kerja mereka akan dibatalkan secara sepihak. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya karena rekruter justru mengharapkan adanya diskusi kompensasi ini sejak awal proses rekrutmen.

Melakukan kompromi mengenai pendapatan di awal kontrak bukan sekadar masalah mendapatkan uang yang lebih banyak, melainkan bentuk profesionalisme Anda.

Berdasarkan data dari cultivatedculture.com, pelamar kerja yang menegosiasikan gajinya menerima gaji rata-rata 25% lebih banyak daripada angka yang mereka harapkan sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa ruang untuk kompromi selalu terbuka lebar jika Anda mengetahui strategi yang tepat saat berbicara dengan rekruter.

Dilansir dari Glints, lembaga survei melakukan polling terhadap 514 responden di akun Instagram @glintsid mengenai kebiasaan negosiasi gaji saat melamar kerja. Hasil dari jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa 75% responden melakukan negosiasi gaji dan 25% tidak melakukan negosiasi gaji.

Bagi kelompok yang melewatkan kesempatan ini, mereka biasanya langsung menerima angka pertama yang disodorkan oleh perusahaan tanpa melakukan perlawanan argumen.

Negosiasi gaji merupakan proses kesepakatan antara rekruter dan kandidat mengenai gaji dari pekerjaan yang ditawarkan.

Definisi di atas disampaikan oleh The Balance Careers, yang menegaskan bahwa proses ini adalah komunikasi dua arah yang setara.

Situs Live About juga menyatakan bahwa negosiasi gaji adalah proses saat rekruter dan calon karyawan mencapai kesepakatan tentang gaji berdasarkan syarat dan ketentuan kerja.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu merasa sedang meminta belas kasihan karena proses ini adalah transaksi bisnis yang sah antara penyedia keahlian dan pengguna jasa.

Persiapan Wajib Sebelum Menjawab Ekspektasi Gaji HRD

Sebelum Anda masuk ke ruang wawancara, persiapan data merupakan pondasi utama agar Anda tidak terjebak dalam tebak-tebakan angka yang merugikan.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah kandidat sering kali menyebutkan angka acak hanya berdasarkan kebutuhan pribadi mereka sehari-hari.

Untuk menghindari hal ini, Anda wajib melakukan riset mendalam mengenai standar kompensasi untuk posisi yang Anda lamar pada wilayah geografis tersebut.

Menentukan Rentang Angka Berdasarkan Riset Pasar

Riset pasar memberikan Anda basis argumen yang kuat dan rasional yang tidak bisa dibantah begitu saja oleh pihak rekruter perusahaan.

Sebagai contoh kisaran nominal gaji untuk riset posisi tertentu di daerah tertentu adalah sebesar Rp4.500.000 hingga Rp6.000.000. Jika Anda tidak memiliki angka jangkar seperti ini, Anda akan sangat mudah disetir untuk menerima upah minimum atau batas bawah perusahaan. Gunakan referensi dari platform kredibel atau survei industri tahunan untuk memastikan bahwa angka yang Anda ajukan masih masuk akal.

Memahami Batas Bawah Toleransi Anda

Selain mengetahui angka ideal, Anda juga harus menetapkan batas minimal absolut yang bersedia Anda terima untuk posisi tersebut.

Batas ini harus memperhitungkan biaya hidup, biaya transportasi, serta nilai kontribusi nyata yang akan Anda bawa ke dalam tim baru. Jika penawaran akhir perusahaan berada di bawah batas toleransi ini, Anda harus siap untuk menolak penawaran tersebut demi keberlanjutan karier.

Memiliki batas bawah yang jelas membuat Anda tampil lebih percaya diri dan tidak terlihat putus asa di mata tim rekrutmen.

Langkah demi Langkah Cara Negosiasi Gaji dengan HRD

Menjalankan kompromi kompensasi membutuhkan taktik yang terstruktur agar hubungan profesional dengan rekruter tetap terjaga dengan baik.

Berikut adalah langkah-langkah berurutan yang dapat Anda eksekusi langsung saat menghadapi sesi diskusi finansial dengan pihak manajemen.

  1. Lakukan riset mendalam mengenai standar industri untuk posisi dan lokasi kerja yang dituju sebelum menghadiri sesi wawancara.
  2. Tentukan angka jangkar yang berada sedikit di atas target ideal Anda untuk memberikan ruang kompromi selama diskusi berlangsung.
  3. Sampaikan ekspektasi kompensasi dalam bentuk rentang nilai, bukan angka tunggal yang kaku, untuk menunjukkan fleksibilitas Anda.
  4. Hubungkan setiap nominal yang Anda minta dengan keahlian spesifik, portofolio, serta pencapaian nyata yang telah Anda raih sebelumnya.
  5. Dengarkan penawaran balik dari perusahaan dengan saksama dan jangan langsung memberikan jawaban setuju pada kesempatan pertama.
  6. Ajukan pertanyaan mengenai komponen kompensasi lain di luar upah pokok jika angka utama tidak bisa dinaikkan lagi.

Dari pengalaman saya menangani berbagai proses rekrutmen, kandidat yang mengikuti urutan ini secara disiplin memiliki peluang keberhasilan yang jauh lebih tinggi.

Mereka tidak terlihat agresif, melainkan tampil sebagai profesional matang yang memahami nilai diri serta dinamika bisnis perusahaan.

Ditawari Gaji Kecil? Ini Cara Negonya! | Ruang HRD bersama Vina Muliana dan Eza Hazami | Jobstreet by SEEK (Indonesia)

Memilih Kapan Waktu yang Tepat Negosiasi Gaji

Ketepatan waktu atau timing memegang peranan krulial dalam menentukan apakah argumen Anda akan didengar atau justru langsung ditolak. Situs Indeed memberikan rekomendasi mengenai situasi atau waktu yang tepat bagi karyawan/kandidat untuk mempertimbangkan negosiasi gaji. Secara umum, momen terbaik untuk melakukan diskusi mendalam adalah setelah pihak perusahaan menyatakan ketertarikan resmi atau memberikan surat penawaran kerja.

Berdasarkan studi dari SHRM, sebanyak 70% HRD mengharapkan adanya diskusi terkait negosiasi gaji dari kandidat.

Melihat persentase tersebut, Anda tidak perlu khawatir akan dianggap lancang jika membuka percakapan ini pada waktu yang tepat. Perusahaan besar biasanya sudah mengalokasikan anggaran khusus dengan batas atas tertentu untuk setiap posisi yang mereka buka ke publik.

Perbandingan Persentase Sikap Rekruter dan Kandidat dalam Diskusi Kompensasi
Kategori Ekspektasi dan PerilakuPersentase Keterbukaan
HRD yang mengharapkan adanya diskusi kompensasi dari kandidat70%
Pelamar kerja yang melakukan tindakan diskusi kompensasi75%
Pelamar kerja yang langsung menerima penawaran pertama tanpa diskusi25%

Data di atas memperkuat pandangan dari praktisi talent acquisition yang menyatakan pendapat bahwa pihak rekruter sangat terbuka terhadap proses negosiasi gaji kandidat.

Berdasarkan studi dari XpertHR, para rekruter dinyatakan sangat terbuka terhadap proses negosiasi gaji yang diajukan oleh calon karyawan.

Jadi, hambatan terbesar sebenarnya bukan pada regulasi perusahaan, melainkan pada rasa sungkan yang ada di dalam diri pelamar itu sendiri.

Mengatasi Keraguan untuk Fresh Graduate Saat Wawancara

Hambatan psikologis sering kali menjadi batu sandungan terbesar bagi mereka yang baru saja menyelesaikan pendidikan formal.

Media Entrepreneur menyebutkan terdapat dua alasan mengapa kandidat, khususnya lulusan baru (fresh graduate), merasa ragu untuk melakukan negosiasi gaji. Alasan pertama adalah ketakutan akan penolakan, sementara alasan kedua adalah kurangnya pengetahuan mengenai cara menilai kemampuan diri sendiri.

Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa melatih cara nego gaji fresh graduate saat interview dengan fokus pada kompetensi teknis yang Anda miliki.

Gunakan Contoh Kalimat Negosiasi Gaji dengan HRD yang Sopan

Penyampaian argumen harus tetap menjaga etika komunikasi profesional agar tidak menimbulkan kesan menuntut atau arogan.

Anda bisa menggunakan kalimat seperti: "Berdasarkan riset pasar yang saya lakukan untuk posisi ini di daerah operasional perusahaan, ekspektasi saya berada di rentang Rp4.500.000 hingga Rp6.000.000, namun saya sangat terbuka untuk mendiskusikan keseluruhan paket kompensasi yang ditawarkan."

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa Anda mendasarkan permintaan pada fakta objektif, sekaligus memperlihatkan sikap kooperatif untuk berdiskusi lebih lanjut.

Menghadapi Pertanyaan Jebakan Mengenai Pendapatan

Saat rekruter melontarkan kalimat pertanyaaan sejenis "gimana kalau kami hanya bisa menyediakan anggaran di bawah permintaan Anda?", tetaplah tenang.

Anda dapat mengalihkan fokus pembicaraan pada peluang pertumbuhan karier, tunjangan kesehatan, atau fasilitas penunjang performa kerja lainnya.

Kompromi tidak selalu berarti Anda harus kalah, melainkan menemukan titik temu yang menguntungkan bagi kedua belah pihak dalam jangka panjang.

Strategi Menghadapi Tawaran Akhir dari Pihak Perusahaan

Ketika rekruter memberikan angka final, berikan waktu bagi diri Anda sendiri untuk berpikir secara jernih sebelum menandatangani kontrak kerja. Jangan pernah merasa tertekan untuk langsung memberikan jawaban biner pada detik yang sama saat dokumen penawaran disodorkan. Sampaikan bahwa Anda mengapresiasi penawaran tersebut dan meminta waktu satu atau dua hari untuk meninjau seluruh klausul kontrak.

Langkah ini memberikan kesan bahwa Anda adalah orang yang penuh pertimbangan dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan krusial.

Pertimbangkan seluruh paket remunerasi secara total, termasuk bonus performa, jaminan hari tua, serta kebijakan kerja fleksibel yang disediakan. Keputusan akhir untuk menerima atau menolak tawaran kerja sepenuhnya berada di tangan Anda dengan mempertimbangkan keberlanjutan masa depan karier profesional.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow