Sering Salah Tulis, Ini Cara Menulis Almarhum di Undangan yang Benar

Smallest Font
Largest Font

Menyusun teks undangan pernikahan sering kali menghadirkan dilema tersendiri, terutama saat harus mencantumkan nama orang tua yang telah tiada. Pertanyaan masyarakat seperti "bagaimana cara menyingkat kata almarhumah" secara tepat sering kali muncul karena kekhawatiran mengurangi rasa hormat.

Kesalahan kecil dalam penulisan gelar penanda wafat ini bisa memengaruhi estetika susunan kalimat dan kesopanan dokumen resmi keluarga Anda. Artikel ini menyajikan panduan teknis yang lugas agar Anda tidak lagi keliru dalam menuliskan singkatan tersebut di kartu undangan resmi.

Sebelum masuk ke teknis penulisan, penting untuk memahami akar kata dari istilah yang kita gunakan sehari-hari ini. Pemahaman bahasa yang kuat akan mencegah kita dari salah kaprah yang terus diwariskan dalam tradisi cetak undangan.

Etimologi Kata dari Bahasa Arab

Kata almarhum dan almarhumah secara etimologis berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata dasar 'rahima' yang memiliki arti 'merahmati'. Penggunaan istilah ini di Indonesia berfungsi sebagai bentuk doa agar orang yang telah meninggal dunia senantiasa mendapatkan rahmat dari Tuhan.

Dalam kasus yang sering saya temui di dunia percetakan, banyak orang mencampuradukkan istilah ini tanpa melihat gender. Padahal, akhiran huruf vokal pada kedua kata tersebut menentukan peruntukan subjek yang didoakan secara spesifik.

Tulisan Alm yang Betul Menurut KBBI

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring yang dirilis oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ristek, kata ini memiliki aturan penyingkatan formal. Singkatan almarhum yang benar untuk laki-laki adalah Alm. dengan menggunakan huruf kapital di awal dan diakhiri tanda titik.

Sementara itu, aturan untuk perempuan sedikit berbeda karena menambahkan penanda jender di dalamnya. Merujuk pada KBBI Balai Pustaka (2020), bentuk baku penulisan singkatan almarhumah adalah Almh. yang juga wajib diakhiri dengan tanda titik.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring memberikan contoh kalimat penggunaan kata cakapan almarhum: "Ia bekerja menggantikan kakaknya yang sudah almarhum,". Contoh ini menegaskan bahwa penggunaan kata tersebut secara mandiri sudah bermakna wafat.

Panduan Langkah demi Langkah Cara Menulis Almarhumah di Undangan

Dari pengalaman saya menangani berbagai draf pranikah, proses cetak sering tertunda hanya karena perdebatan keluarga mengenai posisi teks penanda wafat. Berikut adalah urutan langkah logis yang bisa langsung Anda eksekusi bersama vendor percetakan.

  1. Identifikasi gender dari orang tua atau pihak yang diundang yang telah wafat untuk menentukan pilihan kata dasar.
  2. Terapkan singkatan baku dengan memastikan penggunaan huruf kapital hanya pada huruf pertama, yaitu 'A'.
  3. Bubuhkan tanda titik (.) tepat setelah huruf terakhir singkatan sebagai penanda singkatan yang sah secara linguistik.
  4. Letakkan singkatan tersebut tepat di depan nama lengkap, atau bungkus seluruh nama di dalam tanda kurung jika nama diletakkan di bagian turut mengundang.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah menuliskan seluruh singkatan dengan huruf kapital seperti ALM atau ALMH tanpa tanda titik. Penulisan yang tidak baku seperti itu membuat tampilan estetika undangan menjadi kurang rapi dan terkesan tidak profesional.

Mengetahui Beda Almarhum dan Mendiang untuk Keperluan Administrasi

Banyak calon pengantin bingung memilih antara kata almarhum atau mendiang saat menyusun teks cara menulis nama orang meninggal di undangan nikah. Kedua kata ini sebenarnya memiliki fungsi yang mirip tetapi memiliki latar belakang penggunaan yang berbeda di masyarakat.

Secara esensi, beda almarhum dan mendiang terletak pada asal-usul serapan bahasanya di mana mendiang merupakan kosakata asli bahasa Indonesia. Almarhum mengadopsi konsep doa rahmat dari hukum bahasa Arab sehingga lebih sering digunakan untuk kalangan muslim.

Bagi Anda yang menyelenggarakan pernikahan non-muslim, kata mendiang menjadi opsi aman yang sangat disarankan untuk menjaga netralitas. Teks mendiang ditulis secara utuh di depan nama tanpa perlu disingkat menjadi bentuk lain yang tidak baku.

Perbandingan Format Penulisan Istilah Wafat di Undangan
Istilah DasarBentuk Singkatan BakuTarget SubjekRekomendasi Penggunaan
AlmarhumAlm.Pria MuslimUndangan Pernikahan / Tahlilan
AlmarhumahAlmh.Wanita MuslimUndangan Pernikahan / Tahlilan
MendiangUmum / Non-MuslimUndangan Pernikahan / Umum

Kasus Nyata Kesalahan Penulisan Undangan di Masyarakat

Sebagai praktisi, saya sering mengamati dokumen fisik yang beredar di masyarakat untuk mengevaluasi penerapan aturan bahasa ini. Salah satu contoh nyata terjadi pada tanggal 27 Januari 2025 ketika seorang pensiun PNS penulis Artikel 3 menerima surat undangan fisik pernikahan tetangga.

Penulis tersebut, yang merupakan pensiunan Pengawas Sekolah jenjang SMP sejak 1 Februari 2024, menemukan kejanggalan dalam kolom "Turut Mengundang". Di dalam undangan tersebut, nama H. Ahmad Muzni yang menjabat sebagai ketua RT 22 Penajam dicantumkan tanpa penanda yang jelas.

Masalah muncul karena tokoh masyarakat tersebut ternyata telah wafat pada tahun 2020 sebagai contoh kasus penulisan Bapak Ahmad. Mencantumkan nama orang yang sudah tiada dalam daftar turut mengundang tanpa label Alm. merupakan kekeliruan fatal yang bisa menyinggung keluarga yang ditinggalkan.

Oleh karena itu, cara menulis almarhumah di undangan maupun almarhum wajib diperhatikan secara saksama pada lembar revisi terakhir. Pastikan Anda melakukan cek silang dengan pihak keluarga besar sebelum memberikan persetujuan cetak massal kepada vendor.

Cara Mudah Membuat Undangan Tahlilan dengan Template di Microsoft Word | Sobat OPS

Aturan Format Penulisan Nama Orang Meninggal di Undangan Nikah Resmi

Penerapan tulisan alm yang betul menurut kbbi harus diselaraskan dengan tata letak atau layout dari desain undangan itu sendiri. Jarak spasi dan penempatan tanda kurung ikut menentukan apakah teks tersebut mudah dibaca atau justru membingungkan.

Jika Anda menggunakan format nama orang tua di bagian utama, letakkan singkatan di depan nama tanpa tanda kurung. Contoh penulisan yang ideal: Putra dari Bapak Alm. Ahmad dan Ibu Hasanah, atau sebaliknya jika pihak ibu yang telah wafat.

  • Gunakan jenis fon (font) yang tegas dan mudah dibaca untuk bagian singkatan agar tidak tersamar dengan hiasan ornamen undangan.
  • Hindari penggunaan simbol karakter seperti salib atau bunga jepun jika Anda sudah menggunakan singkatan Alm. atau Almh. di depan nama.
  • Pastikan ukuran huruf singkatan sama besar dengan ukuran huruf nama lengkap untuk menjaga keseimbangan visual visual halaman.

Langkah akhir yang tidak boleh dilewatkan adalah melakukan pembacaan ulang secara vokal bersama pasangan Anda. Cara ini terbukti ampuh mendeteksi adanya kejanggalan ritme kalimat atau kesalahan ketik terkecil sebelum mesin cetak mulai beroperasi.

Menghormati anggota keluarga yang telah tiada lewat untaian kata yang tepat adalah cerminan kematangan persiapan pernikahan Anda. Penerapan singkatan Alm. dan Almh. secara taat asas bukan sekadar urusan tata bahasa, melainkan bentuk penghormatan tertinggi kita kepada leluhur dalam momen sakral kehidupan.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow