Hindari Salah Format, Ini Aturan Baru Format APA Edisi 7 dan Cara Penulisan Daftar Rujukan yang Benar

Smallest Font
Largest Font

Menyusun karya ilmiah sering kali membuat pusing ketika Anda harus merapikan bagian akhir, terutama terkait cara penulisan daftar rujukan yang valid. Kesalahan kecil dalam meletakkan tanda titik atau koma bisa membuat referensi Anda dinilai tidak profesional oleh dosen penguji atau reviewer jurnal.

Sebagai akademisi, Anda tentu paham bahwa kutipan yang tidak tercatat dengan baik berisiko memicu tuduhan plagiarisme. Menggunakan format apa style edisi 7 yang berlaku saat ini menjadi standar krusial untuk memastikan setiap sumber eksternal terdokumentasi dengan sempurna.

Dari pengalaman saya menangani berbagai draf artikel ilmiah, banyak penulis yang masih memakai aturan lama atau mencampuradukkan berbagai gaya sitasi. Melalui panduan praktis ini, Anda akan dituntun langkah demi langkah untuk menyusun daftar pustaka dari berbagai jenis sumber secara manual maupun sistematis.

Sebelum masuk ke teknis penulisan, Anda harus mengetahui bahwa standardisasi rujukan mengalami pembaruan penting. Mengutip informasi dari Ruangguru, format apa style edisi 7 secara resmi diluncurkan pada tahun 2019 dengan membawa perubahan yang cukup signifikan dibandingkan edisi sebelumnya.

Perubahan paling mencolok dalam edisi ketujuh ini adalah penghapusan lokasi atau kota penerbit untuk sumber berbentuk buku fisik. Jika pada edisi keenam Anda wajib menuliskan "Jakarta: Penerbit", maka sekarang informasi kota tersebut harus dihilangkan demi efisiensi teks.

Format APA Edisi ke-7 menyederhanakan penulisan sumber dengan menghapus elemen kota penerbit untuk mempercepat proses sitasi lintas platform digital.

Secara umum, susunan daftar pustaka dari buku yang benar maupun sumber lain dalam format APA selalu bersandar pada empat elemen utama. Empat elemen dasar tersebut meliputi:

  • Who (Siapa): Nama penulis atau organisasi yang bertanggung jawab atas karya tersebut.
  • When (Kapan): Tahun publikasi karya ilmiah atau dokumen terkait.
  • What (Apa): Judul dari buku, artikel jurnal, atau halaman web yang dirujuk.
  • Where (Di mana): Sumber pencarian, seperti nama penerbit, nama jurnal beserta volume dan nomor, atau alamat URL web.

Panduan Langkah Demi Langkah Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal

Bagi mahasiswa atau peneliti yang sering bertanya "bagaimana cara menulis daftar pustaka dari jurnal?", langkah teknis berikut adalah urutan baku yang harus diikuti secara cermat. Artikel jurnal memerlukan detail volume dan nomor halaman yang presisi.

  1. Tulis nama belakang penulis terlebih dahulu, diikuti dengan inisial nama depan dan nama tengah (jika ada).
  2. Cantumkan tahun terbit jurnal di dalam tanda kurung, akhiri dengan tanda titik.
  3. Tulis judul artikel jurnal secara lengkap dengan huruf tegak, di mana huruf kapital hanya digunakan pada kata pertama judul atau nama diri.
  4. Tulis nama jurnal menggunakan huruf miring (italik), diikuti volume (italik), nomor isu/terbitan dalam kurung (tegak), dan rentang halaman.

Dalam kasus yang sering saya temui, jumlah penulis dalam satu artikel jurnal sering kali lebih dari satu orang. Format APA memiliki cara penulisan yang berbeda untuk mengakomodasi jumlah kontributor ini tanpa merusak estetika daftar pustaka Anda.

Contoh Jurnal dengan Satu Penulis

Jika artikel ilmiah yang Anda rujuk hanya ditulis oleh satu orang, strukturnya sangat sederhana. Berdasarkan data dari Teknokrat, berikut adalah contoh konkret penerapannya:

Diniati, A. (2018). Konstruksi Sosial Melalui Komunikasi Intrapribadi Mahasiswa Gay di Kota Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 147-159.

Contoh Jurnal dengan Lebih dari Satu Penulis

Kesalahan umum yang saya lihat adalah penulis menggunakan kata "dan" atau "and" secara sembarangan tanpa memperhatikan tanda baca. Untuk penulis berjejaring, gunakan tanda ampersand (&) sebelum nama penulis terakhir seperti contoh berikut:

Diniati, A., Suryana, A., & Bajari, A. (2022). Pengalaman Buruh Anak tentang Perilaku Komunikasinya. Jurnal Komunikasi, 14(2), 322-345.

Dasar-Dasar Mengutip dan Merujuk dalam APA Edisi ke-7 | belajar ngetik di word

Susunan Daftar Pustaka dari Buku yang Benar Berdasarkan Karakteristiknya

Sumber referensi berupa buku teks memiliki variasi penulisan yang cukup kaya tergantung dari jumlah pengarang, adanya dokumen terjemahan, atau jika diterbitkan oleh institusi resmi. Berikut adalah beberapa model penulisan buku yang lazim digunakan dalam dunia akademik.

Buku dengan Penulis Tunggal atau Kelompok

Untuk buku yang ditulis oleh satu hingga tiga orang atau lebih, urutan penulisannya tetap mempertahankan nama belakang di awal. Berdasarkan kompilasi data akademik dari Ruangguru, susunan penulisan buku dikelompokkan sebagai berikut:

  • Satu Penulis: Sendjaja, Sasa Djuarsa. (2014). Pengantar Teori Komunikasi. Universitas Terbuka.
  • Dua sampai Tiga Penulis: Ruhani, Siti. Dian Permana., dan Bambang Listyo. (2004). Teknik Merawat Tanaman. Flora Indonesia.
  • Lebih dari Tiga Penulis: Dwee, D., Dion, H. B., & Brown, I. S. (2012). Information behaviour concept: A basic introduction. University of Life Press.
  • Diterbitkan Organisasi/Lembaga: Fakultas Kedokteran Universitas Pemuda. (2007). Anatomi Tubuh Manusia. Universitas Pemuda.

Penulisan Buku Terjemahan

Saat menggunakan buku yang telah dialihbahasakan, Anda wajib mengapresiasi penerjemah dengan mencantumkan namanya di dalam kurung tepat setelah judul buku. Contoh penulisannya adalah sebagai berikut:

Dashner, James. (2009). The Maze Runner (Candra, Y, Penerjemah). Mizan Fantasi.

Satu Pengarang dengan Buku Berbeda dan Tahun Berbeda

Bagaimana jika Anda merujuk dua buku atau lebih dari penulis yang sama? Urutkan daftar pustaka berdasarkan kronologi tahun terbitnya secara berurutan dari yang paling lama ke yang paling baru:

Nanda, Salsabila. (2019). Yoga untuk Pemula. Jakarta: Pusat Bugar.

Nanda, Salsabila. (2020). 100 Gerakan Hatha Yoga. Jakarta: Pusat Bugar.

Satu Pengarang dengan Tahun Terbit yang Sama

Jika penulis merilis beberapa buku dalam tahun yang sama, tambahkan huruf sufiks kecil (a, b, c) langsung setelah angka tahun di dalam kurung untuk membedakannya saat disitasi di dalam teks body artikel:

Astuti, Dwi. (2016a). Belajar Menggunakan Kamera. Aksara.

Astuti, Dwi. (2016b). Desain Produksi TV. Aksara.

Cara Membuat Daftar Pustaka dari Internet dan Situs Web

Di era digital saat ini, pencarian literatur tidak lagi terbatas pada perpustakaan fisik. Banyak riset terbantu oleh artikel berita daring, dokumen digital, atau rilis pers di internet, sehingga memunculkan pertanyaan penting seperti "gimana cara membuat daftar pustaka dari internet?" untuk konsumsi karya ilmiah resmi.

Ketika menampilkan contoh daftar pustaka tulisan dari website, pastikan Anda mengambil informasi dari situs yang kredibel dan memiliki penanggung jawab redaksi. Hindari blog pribadi tanpa identitas ilmiah yang jelas.

Komponen utama penulisan dari internet meliputi nama penulis atau nama media, tanggal penayangan artikel secara spesifik (jika ada), judul artikel (cetak miring), nama situs web, dan tautan URL aktif. Berbeda dengan rujukan buku, penulisan artikel web memerlukan nama platform penyedia informasi secara jelas sebelum tautan dicantumkan.

Mari kita rangkum struktur keseluruhan cara penulisan daftar rujukan ini ke dalam sebuah tabel komparasi agar Anda dapat melihat perbedaan format penulisan antar-sumber secara instan.

Perbandingan Struktur Elemen Penulisan Daftar Rujukan Format APA Edisi 7
Jenis SumberElemen 1 (Penulis)Elemen 2 (Waktu)Elemen 3 (Judul)Elemen 4 (Penerbit/Akses)
Buku TeksNama Belakang, Inisial(Tahun)Judul Buku (Italik)Nama Penerbit Resmi
Jurnal IlmiahNama Belakang, Inisial(Tahun)Judul ArtikelNama Jurnal (Italik), Vol(No), Halaman
Situs WebNama Penulis/Media(Tahun, Bulan Tanggal)Judul Artikel (Italik)Nama Website, Tautan URL

Langkah Praktis Merapikan Daftar Rujukan Secara Otomatis

Mengetik satu per satu rujukan tentu memakan waktu lama dan rawan slip penulisan tanda baca. Opsi terbaik yang bisa Anda eksekusi saat ini adalah memanfaatkan fitur bawaan software pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs, serta aplikasi eksternal penata sitasi seperti Mendeley dan Zotero.

Gunakan menu "References" pada Microsoft Word, lalu pilih style "APA" dan mulailah mengisi kolom metadata sumber melalui pilihan "Insert Citation". Sistem akan otomatis menyusun daftar rujukan Anda di lembar akhir dengan format menjorok (hanging indent) setinggi 0,5 inci secara rapi dan runut alfabetis.

Pastikan Anda selalu memeriksa ulang setiap dokumen hasil generate otomatis tersebut. Kadang kala, sistem gagal membaca volume jurnal atau salah meletakkan huruf kapital pada judul artikel, sehingga kurasi manual dari Anda tetap menjadi benteng terakhir akurasi sebuah karya ilmiah berkualitas tinggi.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed