Dosen Undip Kembangkan Kriptografi Hill Cipher untuk Keamanan Data

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Pengaplikasian aljabar matriks dan vektor kini dimanfaatkan dalam sistem pengamanan data. Inovasi tersebut dikembangkan oleh dosen Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), Dr Nikken Prima Puspita, SSi, MSc, dilansir dari Detikcom. Metode yang digunakan adalah Kriptografi Hill Cipher yang memproses enkripsi dan dekripsi pesan.

Enkripsi berfungsi mengacak pesan asli, sedangkan dekripsi bertugas mengembalikan pesan acak tersebut ke bentuk semula. Secara historis, metode Kriptografi Hill Cipher pertama kali diperkenalkan oleh Lester Hill pada 1929. Pada era awal, sistem ini menerapkan operasi bilangan bulat modulo 26 yang terbatas pada 26 huruf abjad Romawi.

Seiring tingginya kompleksitas teks modern yang mencakup huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, Dr Nikken memperluas jangkauan metode tersebut. Pengembangan sistem ini disesuaikan untuk kebutuhan data digital saat ini.

"Kriptosistem ini diperumum menjadi Kriptografi Hill Cipher Modulo 95. Sistem ini melibatkan 95 karakter berupa huruf, angka, dan tanda baca, sedemikian hingga algoritma enkripsi dan dekripsinya melibatkan operasi sisa hasil bagi bilangan bulat 95," jelas Dr Nikken Prima Puspita, SSi, MSc, yang juga menjabat Ketua Bidang Kajian Aljabar di Himpunan Matematika Indonesia (IndoMS). Penerapan rumus aljabar tersebut kemudian direalisasikan menjadi perangkat lunak. Pembuatan aplikasi ini dilakukan Dr Nikken bersama ahli informatika Undip, Nurdin Bahtiar, MT.

Karya tersebut mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor EC00202319591. Judul resmi ciptaan tersebut adalah "Aplikasi Perangkat Lunak Kriptografi Hill-Cipher Modulo 95 Dengan Kode ASCII". Kehadiran aplikasi ini mempermudah masyarakat awam dalam mengamankan data. Proses merahasikan data menjadi praktis tanpa memerlukan perhitungan matematika secara manual.

Skema dan Cara Kerja Aplikasi

Pengoperasian Aplikasi Kriptografi Hill-Cipher Modulo 95 membutuhkan kunci rahasia untuk menjalankan enkripsi maupun dekripsi. Pengguna menentukan matriks berukuran 2x2 sebagai kunci pengaman. Matriks kunci yang dapat digunakan dalam sistem ini dibatasi pada matriks yang memiliki determinan senilai 1 atau -1.

Ketentuan ini menjadi syarat mutlak dalam pembentukan kunci rahasia. Setelah masukan matriks sandi diisi, pengguna mengeklik menu 'Hitung Invers' yang berguna saat mengembalikan teks rahasia. Langkah berikutnya adalah memasukkan pesan asli (plain text) yang akan dienkripsi.

Sistem ini turut mendukung dekripsi untuk mengubah pesan acak kembali menjadi teks yang dapat dibaca. Penekanan tombol proses membuat sistem menghitung invers matriks sekaligus menampilkan pesan asli.

Langkah inovatif di bidang keamanan siber ini sejalan dengan misi Departemen Matematika Undip. Pihak kampus berupaya mengubah persepsi publik bahwa matematika bukan sebatas teori rumit, melainkan ilmu terapan yang berdampak langsung bagi teknologi. Selain mengembangkan perangkat lunak, Dr Nikken aktif menerapkan pemodelan aljabar dalam pengabdian masyarakat. Pada 2022, kolaborasinya bersama Universitas Lampung dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung meraih penghargaan "Hibah IndoMS Mengabdi yang Paling Menginspirasi" atas penerapan matematika pada pengelolaan hutan produktif.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow