BMKG Proyeksikan Potensi Musim Kemarau Berlangsung Hingga Oktober 2026
Kondisi kering diprakirakan masih berlanjut di sebagian wilayah Indonesia pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Seperti dilansir dari Detikcom, fenomena atmosfer ini mengindikasikan bahwa kemarau tetap berlangsung di sejumlah daerah.
Curah hujan dalam kategori rendah mendominasi area Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua. Kondisi tersebut diperkuat oleh El Niño kategori sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Meskipun kemarau masih mendominasi, pertumbuhan awan hujan secara lokal tetap berpotensi terjadi. Area pesisir utara Aceh, Selat Malaka utara, Kepulauan Aru, Laut Arafuru, dan Papua Selatan masih memiliki peluang diguyur hujan.
"Kondisi atmosfer tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan perairan sekitarnya masih berpotensi hujan dengan intensitas bervariasi dan sporadis serta durasi singkat," kata BMKG.
Dalam periode 30 Agustus hingga 2 September 2026, potensi hujan sedang berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Utara, hingga Papua Selatan. Wilayah Sumatera Barat bahkan mendapatkan status siaga hujan lebat.
Sementara itu, potensi angin kencang dapat melanda Aceh, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
Mayoritas daerah telah melewati puncak kemarau pada Agustus 2026, tetapi musim kering diprediksi bertahan hingga Oktober-November 2026. Perpanjangan masa kemarau ini dipicu oleh pengaruh fenomena El Niño.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan penjelasan terkait daya tahan fenomena iklim global tersebut.
"BMKG memprediksi fenomena El Niño akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober," tutur Ardhasena Sopaheluwakan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow