Biar Nggak Bingung Saat Nonton Badminton, Begini Cara Menghitung Poin Terbaru
Sistem penilaian dalam permainan bulutangkis adalah aspek krusial yang menentukan alur dan pemenang dalam sebuah pertandingan modern. Banyak penonton pemula yang kerap merasa bingung ketika melihat angka di papan skor bertambah tanpa memahami aturan dasar yang berlaku.
Sebagai seseorang yang sering memimpin jalannya laga di tingkat amatir dan aktif mengamati regulasi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), saya kerap mendapati pemain baru yang keliru menghitung skor. Memahami regulasi resmi akan membuat Anda menikmati pertandingan secara maksimal tanpa ada keraguan.
Saat ini, induk organisasi bulutangkis dunia memberlakukan regulasi yang seragam untuk seluruh kategori pertandingan, baik tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, maupun ganda campuran.
"Apa itu sistem rally point badminton?" Pertanyaan ini merupakan hal pertama yang wajib dipahami oleh setiap pemain maupun penggemar olahraga tepok bulu.
Sistem rally point (reli poin) berarti setiap kali reli berakhir, salah satu pihak dipastikan mendapatkan poin, terlepas dari siapa yang melakukan servis terlebih dahulu.
Dalam aturan lama, poin hanya bisa didapatkan oleh pemain yang memegang hak servis. Namun, regulasi modern membuat permainan menjadi lebih cepat, dinamis, dan terprediksi secara durasi waktu.
Untuk memenangkan satu gim, seorang pemain atau pasangan ganda harus mencapai 21 poin terlebih dahulu. Tim yang berhasil menyentuh angka ini lebih cepat akan memenangkan gim tersebut secara otomatis.
Cara Mendapatkan Poin
Proses terciptanya angka dalam satu reli sebenarnya sangat logis jika Anda memahami batas-batas lapangan dan tindakan pelanggaran.
Banyak pertanyaan muncul mengenai "bagaimana cara mendapatkan poin dalam bulu tangkis?" Poin didapatkan ketika kok jatuh di dalam area permainan lawan atau lawan melakukan kesalahan (fault).
- Kok menyentuh lantai di dalam garis batas lapangan lawan.
- Pengembalian lawan menyangkut di net atau keluar dari garis batas lapangan.
- Lawan melakukan kesalahan teknis, seperti raket menyentuh net atau melakukan foul saat servis.
- Kok menyentuh badan atau pakaian pemain lawan sebelum keluar lapangan.
Setiap kali satu dari empat kondisi di atas terjadi, papan skor akan langsung bertambah satu angka untuk pihak yang tidak melakukan kesalahan.
Skenario Poin Kritis dan Ketentuan Deuce
Pertandingan bulutangkis sering kali menyajikan tensi tinggi ketika kedua pihak saling mengejar skor hingga angka mendekati batas akhir 21 poin.
Ketika skor menunjukkan angka sama kuat di titik 20-20, situasi ini dikenal dengan istilah deuce atau jus. Di tahap ini, mental dan konsentrasi pemain benar-benar diuji.
Sering timbul pertanyaan dari penonton pemula, "hitungan deuce badminton sampai berapa?" Aturan BWF menetapkan mekanisme khusus untuk menyelesaikan kondisi imbang ini secara adil.
Mekanisme Selisih Dua Poin dan Skor Maksimal
Jika terjadi kedudukan imbang 20-20, permainan tidak bisa selesai hanya dengan meraih poin ke-21. Permainan dilanjutkan hingga salah satu tim berhasil memimpin dengan selisih dua angka.
Sebagai contoh, jika skor imbang 20-20, maka pertandingan baru akan berakhir jika salah satu pihak memimpin 22-20, 23-21, 24-22, dan seterusnya.
Namun, pertandingan tidak akan berjalan tanpa batas. Regulasi membatasi skor maksimal hingga angka 29-29.
Skor maksimal dibatasi hingga 29-29, dan tim yang pertama meraih poin ke-30 menjadi pemenang gim.
Artinya, jika pertandingan mencapai kedudukan tertinggi 29-29, aturan selisih dua angka tidak lagi berlaku. Pemain yang berhasil meraih poin ke-30 terlebih dahulu langsung keluar sebagai pemenang gim tersebut.
Format Penentuan Pemenang dan Jumlah Gim
Sistem pertandingan olahraga raket ini dirancang untuk menguji konsistensi performa para atlet di lapangan secara menyeluruh.
Banyak orang awam mempertanyakan, "jumlah set dalam permainan bulu tangkis adalah berapa?" Jawabannya adalah maksimal 3 gim (best of three).
Satu tim dinyatakan keluar sebagai pemenang pertandingan jika berhasil mengamankan dua gim. Skenario yang dapat terjadi di lapangan diatur secara fleksibel bergantung pada hasil tiap gim.
| Parameter Penilaian | Ketentuan Standar | Kondisi Khusus / Deuce |
|---|---|---|
| Poin Kemenangan Gim | 21 Poin | Selisih 2 Poin (jika 20-20) |
| Batas Maksimal Poin | 21 Poin | Poin ke-30 (pada kedudukan 29-29) |
| Format Pertandingan | Best of Three (Maks. 3 Gim)2 Gim Berturut-turut / Rubber Game | – |
Jika sebuah tim memenangkan dua gim secara langsung (2-0), maka pertandingan selesai tanpa perlu melanjutkan ke gim berikutnya.
Namun, jika kedudukan imbang 1-1 setelah dua gim berjalan, maka gim ketiga atau rubber game wajib dimainkan sebagai penentu akhir kemenangan.
Aturan Servis dan Peraturan Pindah Tempat
Selain perhitungan angka di papan skor, pergerakan posisi pemain di dalam area pertandingan juga terikat pada regulasi teknis yang ketat.
Aturan dasar menyangkut posisi servis didasarkan pada perolehan poin yang sedang dimiliki oleh pihak penembak servis saat itu.
Jika poin yang dimiliki bernilai genap (seperti 0, 2, 4, 6, dan seterusnya), servis harus dilakukan dari petak kanan. Sebaliknya, jika poin bernilai ganjil (seperti 1, 3, 5, 7), servis wajib diambil dari petak sebelah kiri.
Kapan Pemain Harus Pindah Lapangan?
Pertukaran posisi area permainan merupakan hal wajib untuk menjaga keadilan dari faktor lingkungan, seperti arah angin atau pencahayaan arena.
Memahami "peraturan pindah tempat dalam badminton" sangat penting agar pemain tidak salah melangkah saat gim berganti atau di tengah pertandingan.
- Setelah gim pertama berakhir, kedua pihak saling bertukar sisi lapangan.
- Sebelum gim ketiga (jika terjadi rubber game) dimulai, kedua pihak kembali berpindah tempat.
- Pada gim ketiga, pertukaran tempat dilakukan saat salah satu tim mencapai poin 11 terlebih dahulu.
Dalam kasus yang sering saya temui di turnamen tingkat daerah, pemain kerap lupa berpindah tempat pada poin 11 di gim ketiga. Wasit biasanya akan langsung menghentikan pertandingan sesaat dan mengoreksi posisi pemain tanpa membatalkan poin yang sudah didapat.
Dilansir dari laporan Kompas, penerapan regulasi penilaian yang seragam ini bertujuan menjaga ritme permainan profesional sekaligus memudahkan penonton awam memahami jalannya laga.
Aturan 21 poin dengan format rally point ini terbukti berhasil meningkatkan intensitas olahraga bulutangkis menjadi jauh lebih menarik, cepat, dan kompetitif hingga saat ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow